Posts made by RIZKI EKA BANDIRA ARMIZA ARMIZA

NAMA: Rizki Eka Bandira Armiza
KELAS : Mandiri A
NPM : 2456041014
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

1).Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban :
Artikel tersebut menggambarkan kondisi Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019, menyoroti berbagai pelanggaran dan kemunduran dalam penegakan HAM.
Tahun 2019 dapat dikatakan sebagai tahun yang kelam; banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM.
Hal ini ditunjukkan lewat beberapa hal:
• pertama,tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan.
• Kedua, menguatnya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang melalui aturan maupun praktik kebijakan.
• Ketiga, diskriminasi berbasis gender yang mengakar serta pelanggaran hak-hak perempuan yang diikuti oleh pernyataan pejabat yang diskriminatif dan merendahkan martabat perempuan.
• Keempat, kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM masa lalu.
• elima, pelanggaran HAM yang masih berlangsung bahkan meningkat tajam di Papua.
• Dan keenam, berlanjutnya penjatuhan dan penerapan hukuman kejam baik melalui vonis mati maupun juga tindakan-tindakan eksekusi hukum di luar pengadilan, dengan cara tembak di tempat misalnya.
Hal positif yang dapat saya diambil setelah membaca artikel tersebut adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan Kesadaran Publik tentang HAM
2. Penguatan Peran Lembaga HAM
3. Perhatian pada Perlindungan Anak dan Perempuan
4. Peningkatan Kesetaraan Gender

2).
Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawaban:
Berikut analisis menurut saya berdasarkan berbagai aspek budaya dan tradisi lokal:
1. Musyawarah untuk Mufakat
2. Kolektivitas dan Gotong Royong
3. Nilai Keadilan Sosial
4. Kepemimpinan yang Bijaksana
5. Toleransi dan Kebhinekaan
6. Prinsip Kedaulatan Rakyat.
Pendapat saya mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang maha esa sebagai berikut:
• Demokrasi Indonesia tidak memisahkan agama dari kehidupan bernegara. Sebaliknya, Ketuhanan Yang Maha Esa memberikan dasar moral bagi pelaksanaan demokrasi. Hal ini mengarahkan agar kebebasan berpendapat dan keputusan politik tetap mempertimbangkan nilai-nilai etika, moral, dan keagamaan.
• Indonesia adalah negara yang plural dengan beragam agama dan kepercayaan. Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa mencakup penghormatan terhadap semua keyakinan tersebut, tanpa mendominasi salah satu agama.
• Salah satu tantangan besar adalah menjaga keseimbangan antara kebebasan individu dalam demokrasi dengan batasan yang ditentukan oleh norma agama. Ketegangan dapat muncul jika ada kebijakan atau tindakan yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai agama tertentu.

3). Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawaban:
Praktik demokrasi di Indonesia saat ini dapat dinilai dari berbagai sudut pandang. Dalam konteks prinsip Pancasila, UUD NRI 1945, dan nilai-nilai hak asasi manusia, berikut adalah analisisnya:
1. Sesuai dengan Pancasila
• Kedaulatan Rakyat (Sila Ke-4): Indonesia mengadopsi demokrasi Pancasila, yang menekankan musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan keputusan.
• Keadilan Sosial (Sila Ke-5): Meskipun demokrasi memberikan ruang bagi aspirasi masyarakat, kesenjangan sosial dan ekonomi yang signifikan masih menjadi tantangan.
2. Kesesuaian dengan UUD NRI 1945
• UUD 1945 mengatur bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang berlandaskan hukum (Pasal 1 ayat 3).
3. Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia
• Kebebasan Berpendapat dan Pers: Secara umum, kebebasan berpendapat dijamin. Namun, terdapat beberapa kasus kriminalisasi aktivis, pembatasan kebebasan pers, dan penggunaan UU ITE untuk menekan kritik, yang dianggap bertentangan dengan prinsip HAM.
• Perlindungan Minoritas: Masih ada laporan diskriminasi terhadap kelompok agama, etnis, atau gender tertentu, yang menunjukkan tantangan dalam menjunjung nilai-nilai HAM secara universal.

4). Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawaban:
Sikap saya terhadap anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi menjalankan agenda pribadi,Ketidakcocokan antara agenda politik anggota parlemen dan kepentingan masyarakat dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan. Anggota parlemen seharusnya menjadi wakil yang mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,bukan kepentingan pribadi.

5). Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawaban:
Kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama. Hal ini dapat menimbulkan potensi penyalahgunaan kekuasaan dan kerugian bagi rakyat, terutama jika loyalitas rakyat dipergunakan untuk tujuan yang tidak jelas.Pada era demokrasi dewasa ini, pemimpin yang memanfaatkan kekuasaan kharismatik seharusnya harus bertanggung jawab atas kebijakan yang mereka buat dan tidak boleh membiarkan kekuasaan tersebut merugikan hak-hak individu atau kelompok.
NAMA: Rizki Eka Bandira Armiza
KELAS: Mandiri A
NPM : 2456041014
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

1).Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut
Jawaban:
berdasarkan yang saya baca, artikel tersebut mengangkat masalah konflik perbatasan yang ada di Indodesia dengan Timor Leste .
Konflik komunal di perbatasan Indonesia dan Timor Leste, seperti yang terjadi pada pertengahan Oktober 2013, menunjukkan ketegangan yang masih ada antara warga kedua negara. Insiden tersebut melibatkan serangan fisik dengan melempar batu dan kayu, yang mencerminkan ketidakpuasan dan ketegangan sosial di daerah perbatasan,Sebenarnya hal ini terjadi karena belum adanya kejelasan terkait dengan penentuan garis wilayah yang ada serta masyarakat yang memiliki pandangan dan penilaian terhadap masing-masing negara.
hal positif apa yang bisa diambil setelah membaca artikel tersebut, menurut saya tidak ada hal positif yang dapat diambil dari artikel tersebut malah banyak dampak negatifnya .salah satunya yaitu belum adanya kejelasan tentang penentuan batas wilayah, artinya adalah pemerintah Indonesia maupun pemerintah Timor Leste belum cukup tegas.

2). Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawaban:
Menurut saya Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara, ada beberapa konsekuensi negatif yang dapat terjadi terhadap wilayah dan bangsa Indonesia, baik dari segi kesatuan maupun pembangunan.
Jika wilayah dan bangsa Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, berbagai konsekuensi negatif dapat muncul yang berpotensi mengancam keberlangsungan bangsa dan negara. Berikut adalah beberapa dampaknya:
1.Ancaman terhadap Kedaulatan Wilayah
•Wilayah Indonesia yang luas dan terdiri dari ribuan pulau dapat kehilangan integritasnya.
• Potensi eksploitasi sumber daya alam oleh pihak asing meningkat, karena tidak ada visi yang jelas untuk melindungi kekayaan negara.
2. Kesulitan dalam Pembangunan Nasional
• Pembangunan tidak akan terintegrasi atau seimbang antar daerah karena setiap wilayah cenderung berjalan sendiri-sendiri tanpa memperhatikan kepentingan nasional.
3. Kehilangan Identitas Kebangsaan
• Bangsa Indonesia dapat kehilangan jati diri sebagai negara kepulauan dengan budaya yang beragam namun bersatu.
• Solidaritas antardaerah dan antarsuku dapat melemah, sehingga rasa bangga sebagai bangsa Indonesia menurun.

3) Bagaimana konsep wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas?
Jawaban:
Konsep wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap dirinya sebagai negara kepulauan yang utuh, baik secara geografis, politis, sosial, dan budaya. Dalam konteks mencegah konflik seperti konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, wawasan nusantara dapat berperan penting dengan berbagai pendekatan strategis berikut:
1. Memperkuat Identitas dan Persatuan Bangsa
• Penerapan prinsip kesatuan: Wawasan nusantara mengajarkan pentingnya memandang setiap wilayah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI.

2. Meningkatkan Kesadaran Akan Pentingnya Wilayah Perbatasan.
• Wilayah perbatasan sering kali dipandang sebagai daerah pinggiran. Wawasan nusantara menekankan pentingnya integrasi perbatasan ke dalam visi nasional, sehingga masyarakat di sana merasa menjadi bagian penting dari Indonesia.
NAMA : Rizki Eka Bandira Armiza
KELAS : Mandiri A
NPM : 2456041014
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

Berdasarkan hasil analisis dari video tersebut tentang Geopolitik di Indonesia.
Geopolitik adalah ilmu penyelenggaraan Negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah - masalah geografi wilayah atau tempat suatu bangsa.

Macam - macam teori geopolitik:
1. Teori Geopolitik Frederich Ratzel
2. Teori Geopolitik Rudolf Kjellen
3. Teori Geopolitik Karl Haushofer
4. Teori Geopolitik Halford Mackinder
5. Teori Geopolitik Alfred Thayer Mahan
6. Teori Geopolitik Gullio Douhet, William Mitchel, Saversky , dan JFC Fuller.

Teori Geopolitik bangsa Indonesia menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional dipergunakan sebagai pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional ketika dihadapkan kepada kondisi dan kedudukan wilayah geografis Indonesia.
Teori Geopolitik diperkenalkan pertama kali oleh presiden pertama RI yaitu Ir.Soekarno pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945.
Wawasan Nusantara adalah wawasan nasional yang bersumber dari Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia, Hakikat dari wawasan Nusantara kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia.
Sebagai Negara kesatuan Republik Indonesia, kesatuan wilayah Indonesia mencakup :
1. Kesatuan Politik
2. Kesatuan Hukum
3. Kesatuan Sosial - Budaya
4. Kesatuan Pertahanan dan Keamanan.