NAMA : ZAHRANI NURKHASANAH
NPM : 2416041065
KELAS : REGULER B
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel ini membahas kondisi hak asasi manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019, yang masih menghadapi banyak masalah. Komnas HAM mencatat bahwa pelanggaran HAM berat, terutama yang terjadi di masa lalu, belum terselesaikan. Selain itu, kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama juga dibatasi, dan diskriminasi terhadap perempuan serta masalah di Papua masih menjadi tantangan. Namun, ada beberapa hal positif seperti adanya reformasi dan komitmen Indonesia untuk melindungi HAM, serta peran gerakan mahasiswa dan masyarakat dalam mengawasi pemerintah. Walaupun ada perkembangan positif, masalah HAM di Indonesia masih perlu diperbaiki dengan lebih serius.
Setelah membaca artikel ini, saya merasa bahwa meskipun situasi HAM di Indonesia masih buruk, ada beberapa harapan. Indonesia telah meratifikasi banyak perjanjian internasional tentang HAM, dan masih berusaha untuk meningkatkan perlindungan terhadap HAM. Selain itu, gerakan mahasiswa yang kritis dan kuat menuntut perubahan menunjukkan bahwa masyarakat masih peduli dengan isu HAM dan demokrasi, yang bisa mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.
2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Demokrasi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya dan adat istiadat masyarakat. Di Indonesia, ada nilai gotong royong dan musyawarah untuk mufakat yang sudah menjadi bagian dari tradisi. Nilai-nilai ini seharusnya bisa menjadi dasar demokrasi Indonesia, di mana semua orang bisa bersuara dan ikut serta dalam pengambilan keputusan. Namun, kenyataannya, terkadang kepentingan politik tertentu lebih menguasai dan suara rakyat tidak selalu didengar dengan baik.
Prinsip demokrasi Indonesia yang berdasarkan pada Tuhan Yang Maha Esa, seperti yang tertuang dalam Pancasila, mengharuskan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk menghormati nilai-nilai agama dan moralitas. Demokrasi Indonesia bukan hanya tentang kebebasan individu, tetapi juga tentang menciptakan harmoni sosial dengan tetap menjaga nilai-nilai agama. Namun, dalam praktiknya, kadang ada kebijakan yang tidak memperhatikan keberagaman dan kepentingan berbagai kelompok agama di Indonesia.
3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Saat ini, praktik demokrasi Indonesia masih menghadapi banyak masalah. Banyak kebijakan yang tidak sepenuhnya mencerminkan kepentingan rakyat. Banyak pula kasus pelanggaran HAM yang masih terjadi, seperti pembatasan kebebasan berpendapat dan diskriminasi terhadap beberapa kelompok. Meskipun Indonesia memiliki Pancasila dan UUD 1945 yang menjamin hak-hak warga negara, dalam kenyataannya masih banyak kebijakan yang tidak adil dan tidak menghormati hak asasi manusia.
4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jika anggota parlemen lebih mementingkan agenda politik mereka sendiri dan bukan kepentingan rakyat, itu adalah masalah besar. Sebagai wakil rakyat, mereka seharusnya memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menjaga kepercayaan publik. Ketika mereka lebih mementingkan diri sendiri atau partainya, maka rakyat bisa kehilangan kepercayaan terhadap sistem politik dan lembaga legislatif.
5. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjdi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Di Indonesia, kekuasaan kharismatik yang berasal dari tradisi atau agama seringkali digunakan untuk memengaruhi rakyat. Seringkali, kekuasaan ini disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, dan bisa menyebabkan kerugian bagi masyarakat. Dalam demokrasi yang sudah dewasa, prinsip hak asasi manusia harus dijaga dengan baik. Setiap orang memiliki hak untuk bebas, tidak diskriminasi, dan untuk mengemukakan pendapatnya. Menggunakan kekuasaan untuk menggerakkan emosi rakyat demi tujuan yang tidak jelas melanggar hak-hak dasar mereka.
NPM : 2416041065
KELAS : REGULER B
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel ini membahas kondisi hak asasi manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019, yang masih menghadapi banyak masalah. Komnas HAM mencatat bahwa pelanggaran HAM berat, terutama yang terjadi di masa lalu, belum terselesaikan. Selain itu, kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama juga dibatasi, dan diskriminasi terhadap perempuan serta masalah di Papua masih menjadi tantangan. Namun, ada beberapa hal positif seperti adanya reformasi dan komitmen Indonesia untuk melindungi HAM, serta peran gerakan mahasiswa dan masyarakat dalam mengawasi pemerintah. Walaupun ada perkembangan positif, masalah HAM di Indonesia masih perlu diperbaiki dengan lebih serius.
Setelah membaca artikel ini, saya merasa bahwa meskipun situasi HAM di Indonesia masih buruk, ada beberapa harapan. Indonesia telah meratifikasi banyak perjanjian internasional tentang HAM, dan masih berusaha untuk meningkatkan perlindungan terhadap HAM. Selain itu, gerakan mahasiswa yang kritis dan kuat menuntut perubahan menunjukkan bahwa masyarakat masih peduli dengan isu HAM dan demokrasi, yang bisa mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.
2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Demokrasi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya dan adat istiadat masyarakat. Di Indonesia, ada nilai gotong royong dan musyawarah untuk mufakat yang sudah menjadi bagian dari tradisi. Nilai-nilai ini seharusnya bisa menjadi dasar demokrasi Indonesia, di mana semua orang bisa bersuara dan ikut serta dalam pengambilan keputusan. Namun, kenyataannya, terkadang kepentingan politik tertentu lebih menguasai dan suara rakyat tidak selalu didengar dengan baik.
Prinsip demokrasi Indonesia yang berdasarkan pada Tuhan Yang Maha Esa, seperti yang tertuang dalam Pancasila, mengharuskan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk menghormati nilai-nilai agama dan moralitas. Demokrasi Indonesia bukan hanya tentang kebebasan individu, tetapi juga tentang menciptakan harmoni sosial dengan tetap menjaga nilai-nilai agama. Namun, dalam praktiknya, kadang ada kebijakan yang tidak memperhatikan keberagaman dan kepentingan berbagai kelompok agama di Indonesia.
3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Saat ini, praktik demokrasi Indonesia masih menghadapi banyak masalah. Banyak kebijakan yang tidak sepenuhnya mencerminkan kepentingan rakyat. Banyak pula kasus pelanggaran HAM yang masih terjadi, seperti pembatasan kebebasan berpendapat dan diskriminasi terhadap beberapa kelompok. Meskipun Indonesia memiliki Pancasila dan UUD 1945 yang menjamin hak-hak warga negara, dalam kenyataannya masih banyak kebijakan yang tidak adil dan tidak menghormati hak asasi manusia.
4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jika anggota parlemen lebih mementingkan agenda politik mereka sendiri dan bukan kepentingan rakyat, itu adalah masalah besar. Sebagai wakil rakyat, mereka seharusnya memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menjaga kepercayaan publik. Ketika mereka lebih mementingkan diri sendiri atau partainya, maka rakyat bisa kehilangan kepercayaan terhadap sistem politik dan lembaga legislatif.
5. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjdi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Di Indonesia, kekuasaan kharismatik yang berasal dari tradisi atau agama seringkali digunakan untuk memengaruhi rakyat. Seringkali, kekuasaan ini disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, dan bisa menyebabkan kerugian bagi masyarakat. Dalam demokrasi yang sudah dewasa, prinsip hak asasi manusia harus dijaga dengan baik. Setiap orang memiliki hak untuk bebas, tidak diskriminasi, dan untuk mengemukakan pendapatnya. Menggunakan kekuasaan untuk menggerakkan emosi rakyat demi tujuan yang tidak jelas melanggar hak-hak dasar mereka.