Nama : Shabrina Anindita
NPM : 2416041040
Kelas : Reguler B
Prodi : Ilmu Administrasi Negara
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Artikel tersebut berisi tentang kondisi penegakan HAM ( Hak Asasi Manusia ) di Indonesia yang penuh tantangan dan masih buruk terlebih pada tahun 2019. Adapun masalah yang diangkat meliputi termasuk konflik di Papua, pembatasan kebebasan sipil, diskriminasi berbasis gender, dan pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan di masa lalu yang belum ditangani. Meskipun ada perkembangan positif seperti ratifikasi perjanjian HAM internasional dan gerakan masyarakat sipil, namun situasinya masih jauh dari kata ideal. Hal positif yang bisa saya dapatkan ialah bahwa masih adanya harapan melalui langkah-langkah reformasi dan peran aktif masyarakat sipil sebagai kontrol sosial. Hal ini menunjukkan bahwa, dengan komitmen tulus dari pemerintah dan masyarakat, kemajuan masih dapat dicapai meskipun dalam keadaan yang sulit.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab :
Demokrasi di Indonesia sebenarnya berakar dari budaya asli kita Indonesia, seperti musyawarah untuk mufakat, yang mencerminkan nilai kekeluargaan yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak dulu. Tetapi tantangan dihadapi adalah bagaimana cara kita untuk tetap menjaga nilai-nilai ini sambil tetap menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan esensinya.
Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa menunjukan bahwa demokrasi harus sejalan dengan morali dan keadilan yang diajarkan agama. Hal ini sebenarnya bagus untuk menjaga kebebasan agar tidak disalahgunakan. Namun pada kenyataannya masih adanya penyimpangan seperti diskriminasi berdasarkan moral atau agama.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab :
Berdasarkan pada kenyataan yang ada, menurut saya praktik demokrasi di Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan Pancasil dan UUD NKRI 1945. Walaupun penerapan demokrasi seperti pemilu sudah berjalan, akan tetapi masih adanya penyimpangan penyimpangan yang terjadi, seperti politik uang, konflik kepentingan serta pembatasan dalam hal berpendapat. Terkadang nilai-nilai HAM masih sering diabaikan, dengan kebijakan yang dibuat karena tekanan dan kepentingan elit atau oknum tertentu, contohnya kriminalisasi terhadap aktivis-aktivis yang memperjuangkan hak-hak rakyat kecil. Hal ini jelas bertentangan dengan sila kedua (kemanusiaan yang adil dan beradab) dan sila kelima (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab :
Menurut saya tentunya kondisi ini sangat mengecewakan, mereka dipilih rakyat untuk memperjuangkah hak-hak serta kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan pribadi mereka sendiri. Jika mereka mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik sendiri dan tidak sesuai dengan kebutuhan serta aspirasi masyarakat, itu sama saja seperti menghianati amanah rakyat, merusak kepercayaan rakyat yang sudah memilih mereka. Tentunya sikap yang harus kita lakukan mengenai kondisi ini, kita harus kritis dan tidak boleh tinggal diam, masyarakat perlu aktif dalam mengawasi kerja anggota parlemen bisa dari media sosial atau diskusi publik. Selain itu kita harus pintar dalam memilih wakil rakyat, bukan hanya melihat dari janji-janji manis nya saja akan tetapi kita perlu melihat dari rekam jejak serta integritasnya.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab :
Menurut pendapat saya, pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik baik dari tradisi maupun agama, seringkali menyalahgunakan serta memanfaatkan kekuasaan nya untuk memainkan loyalitas dan emosi rakyat untuk mencapai kepentingan pribadi atau tujuan yang tidak jelas yang bahkan merugikan banyak orang. Tentunya hal ini sangat berbahaya karna bisa merugikan hak-hak rakyat. Dalam konteks HAM. Tindakan seperti ini sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM yang menjamin adanya kebebasan, keadila serta perlindungan. Untuk pada era demokrasi dewasa saat ini, masyarakat harus sadar dan bersikap kritis terhadap manipulasi semacam ini, agar hak-hak mereka tetap terjaga dan dihormati serta tidak dijadikan tumbal untuk kepentingan oknum tertentu.
NPM : 2416041040
Kelas : Reguler B
Prodi : Ilmu Administrasi Negara
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Artikel tersebut berisi tentang kondisi penegakan HAM ( Hak Asasi Manusia ) di Indonesia yang penuh tantangan dan masih buruk terlebih pada tahun 2019. Adapun masalah yang diangkat meliputi termasuk konflik di Papua, pembatasan kebebasan sipil, diskriminasi berbasis gender, dan pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan di masa lalu yang belum ditangani. Meskipun ada perkembangan positif seperti ratifikasi perjanjian HAM internasional dan gerakan masyarakat sipil, namun situasinya masih jauh dari kata ideal. Hal positif yang bisa saya dapatkan ialah bahwa masih adanya harapan melalui langkah-langkah reformasi dan peran aktif masyarakat sipil sebagai kontrol sosial. Hal ini menunjukkan bahwa, dengan komitmen tulus dari pemerintah dan masyarakat, kemajuan masih dapat dicapai meskipun dalam keadaan yang sulit.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab :
Demokrasi di Indonesia sebenarnya berakar dari budaya asli kita Indonesia, seperti musyawarah untuk mufakat, yang mencerminkan nilai kekeluargaan yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak dulu. Tetapi tantangan dihadapi adalah bagaimana cara kita untuk tetap menjaga nilai-nilai ini sambil tetap menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan esensinya.
Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa menunjukan bahwa demokrasi harus sejalan dengan morali dan keadilan yang diajarkan agama. Hal ini sebenarnya bagus untuk menjaga kebebasan agar tidak disalahgunakan. Namun pada kenyataannya masih adanya penyimpangan seperti diskriminasi berdasarkan moral atau agama.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab :
Berdasarkan pada kenyataan yang ada, menurut saya praktik demokrasi di Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan Pancasil dan UUD NKRI 1945. Walaupun penerapan demokrasi seperti pemilu sudah berjalan, akan tetapi masih adanya penyimpangan penyimpangan yang terjadi, seperti politik uang, konflik kepentingan serta pembatasan dalam hal berpendapat. Terkadang nilai-nilai HAM masih sering diabaikan, dengan kebijakan yang dibuat karena tekanan dan kepentingan elit atau oknum tertentu, contohnya kriminalisasi terhadap aktivis-aktivis yang memperjuangkan hak-hak rakyat kecil. Hal ini jelas bertentangan dengan sila kedua (kemanusiaan yang adil dan beradab) dan sila kelima (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab :
Menurut saya tentunya kondisi ini sangat mengecewakan, mereka dipilih rakyat untuk memperjuangkah hak-hak serta kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan pribadi mereka sendiri. Jika mereka mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik sendiri dan tidak sesuai dengan kebutuhan serta aspirasi masyarakat, itu sama saja seperti menghianati amanah rakyat, merusak kepercayaan rakyat yang sudah memilih mereka. Tentunya sikap yang harus kita lakukan mengenai kondisi ini, kita harus kritis dan tidak boleh tinggal diam, masyarakat perlu aktif dalam mengawasi kerja anggota parlemen bisa dari media sosial atau diskusi publik. Selain itu kita harus pintar dalam memilih wakil rakyat, bukan hanya melihat dari janji-janji manis nya saja akan tetapi kita perlu melihat dari rekam jejak serta integritasnya.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab :
Menurut pendapat saya, pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik baik dari tradisi maupun agama, seringkali menyalahgunakan serta memanfaatkan kekuasaan nya untuk memainkan loyalitas dan emosi rakyat untuk mencapai kepentingan pribadi atau tujuan yang tidak jelas yang bahkan merugikan banyak orang. Tentunya hal ini sangat berbahaya karna bisa merugikan hak-hak rakyat. Dalam konteks HAM. Tindakan seperti ini sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM yang menjamin adanya kebebasan, keadila serta perlindungan. Untuk pada era demokrasi dewasa saat ini, masyarakat harus sadar dan bersikap kritis terhadap manipulasi semacam ini, agar hak-hak mereka tetap terjaga dan dihormati serta tidak dijadikan tumbal untuk kepentingan oknum tertentu.