Kiriman dibuat oleh Suci Tri Wahyuni 2313031012

Nama : Suci Tri Wahyuni

Npm : 2313031012

Menurut saya, sumber daya manusia adalah hal yang paling penting dalam perkembangan suatu negara karena manusia yang menjalankan pendidikan, ekonomi, teknologi, dan pembangunan. Walaupun sebuah negara memiliki banyak sumber daya alam, jika kualitas SDM rendah maka negara tersebut akan sulit maju.

Saya juga berpikir bahwa SDM bukan hanya tentang tingkat pendidikan, tetapi juga sikap, keterampilan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Saat ini banyak perusahaan lebih membutuhkan orang yang mampu bekerja sama, berpikir kritis, dan cepat belajar dibanding hanya memiliki nilai tinggi.

Selain itu, kualitas SDM di Indonesia masih menghadapi beberapa masalah seperti ketimpangan pendidikan antara kota dan desa, kurangnya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta masih adanya pengangguran lulusan sekolah atau kuliah. Karena itu, pendidikan dan pelatihan yang tepat sangat penting agar SDM Indonesia bisa lebih kompetitif dan mampu bersaing di dunia kerja maupun perkembangan teknologi global.

Nama : Suci Tri Wahyuni

Npm : 2313031012

Menurut Pendapat Saya sebagai Calon Pendidik :

1. Menurut saya, pendidikan tinggi di Indonesia saat ini berfungsi sebagai investasi sekaligus sinyal. Sebagai investasi, pendidikan dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan peluang kerja seseorang. Namun di sisi lain, gelar pendidikan juga sering dijadikan syarat atau tanda kemampuan oleh perusahaan saat merekrut pekerja. Karena itu, banyak orang kuliah bukan hanya untuk menambah ilmu, tetapi juga agar memiliki ijazah yang dianggap penting di dunia kerja.

2. Menurut saya, alokasi 20% APBN belum tentu menjamin kualitas pendidikan. Besarnya anggaran memang penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana dana tersebut digunakan secara efektif dan merata. Jika pengelolaan, fasilitas, kualitas guru, dan pemerataan pendidikan masih kurang baik, maka kualitas pendidikan juga belum akan maksimal meskipun anggarannya besar.

3. Menurut saya, efisiensi dan pemerataan dapat diseimbangkan dengan cara pemerintah tetap meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memastikan akses pendidikan tersedia bagi semua daerah dan semua kalangan masyarakat. Misalnya dengan pemerataan guru, bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, serta pembangunan fasilitas sekolah di daerah terpencil agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan belajar yang sama.

AUDITING A2026 -> Brainstorming

oleh Suci Tri Wahyuni 2313031012 -
Nama : Suci Tri Wahyuni
Npm : 2313031012

Menurut saya, proses audit dan risiko audit memiliki hubungan yang sangat erat karena seluruh tahapan audit pada dasarnya dirancang berdasarkan tingkat risiko yang ada. Dalam teori auditing, sebelum auditor melakukan pemeriksaan lebih lanjut, mereka harus terlebih dahulu melakukan risk assessment (penilaian risiko) pada tahap perencanaan. Hal ini penting karena auditor tidak mungkin memeriksa semua transaksi, sehingga perlu menentukan area mana yang memiliki risiko tinggi untuk difokuskan.
Secara teori, hubungan ini dijelaskan dalam model risiko audit (Audit Risk Model) yaitu AR = IR × CR × DR. Artinya, risiko audit dipengaruhi oleh risiko bawaan (inherent risk), risiko pengendalian (control risk), dan risiko deteksi (detection risk). Dari model ini terlihat bahwa jika risiko bawaan dan risiko pengendalian tinggi, maka auditor harus menurunkan risiko deteksi dengan cara meningkatkan prosedur audit, seperti menambah jumlah sampel atau melakukan pengujian lebih mendalam.
Selain itu, dalam pendekatan risk-based auditing, proses audit memang difokuskan pada area yang memiliki risiko paling besar agar audit menjadi lebih efektif dan efisien. Hal ini juga didukung oleh hasil riset yang menunjukkan bahwa auditor akan mengalokasikan sumber daya dan prosedur audit berdasarkan tingkat risiko untuk meminimalkan kemungkinan salah saji material dalam laporan keuangan.
Jadi, menurut saya hubungan antara proses audit dan risiko audit adalah risiko menjadi dasar dalam menentukan arah, luas, dan kedalaman proses audit. Semakin tinggi risiko, maka semakin ketat dan mendalam prosedur audit yang dilakukan. Dengan demikian, pemahaman terhadap risiko audit sangat penting agar auditor dapat menghasilkan opini yang tepat dan dapat dipercaya.