Nama: Suci Tri Wahyuni
Npm: 2313031012
1. Teori yang bisa digunakan untuk menyusun landasan teori
Beberapa teori yang relevan untuk penelitian pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan yaitu:
1. Teori Gaya Kepemimpinan (Leadership Style Theory)
Menjelaskan berbagai gaya kepemimpinan seperti otoriter, demokratis, dan laissez-faire (Lewin, Lippitt & White, 1939).
→ Gaya kepemimpinan memengaruhi cara pemimpin berinteraksi dan memotivasi bawahannya.
2. Teori Motivasi (Motivation Theory)
Contohnya:
• Teori Hierarki Kebutuhan Maslow → karyawan termotivasi bila kebutuhan dasarnya terpenuhi.
• Teori Dua Faktor Herzberg → motivator (pengakuan, tanggung jawab) dapat meningkatkan kinerja.
→ Pemimpin yang baik mampu menciptakan motivasi kerja yang tinggi.
3. Teori Kinerja (Performance Theory)
Kinerja dipengaruhi oleh kemampuan, motivasi, dan lingkungan kerja (Robbins, 2006).
→ Kepemimpinan yang efektif dapat meningkatkan motivasi dan akhirnya meningkatkan kinerja.
2. Kerangka pikir
Hubungan antarvariabel dapat dijelaskan sebagai berikut:
> Gaya Kepemimpinan → Motivasi Kerja → Kinerja Karyawan
Penjelasan singkat:
Pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang tepat (misalnya demokratis) dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan. Motivasi yang tinggi akan membuat karyawan bekerja lebih produktif, sehingga kinerja meningkat.
Gambaran sederhana kerangka pikir:
Gaya Kepemimpinan
↓
Motivasi Kerja
↓
Kinerja Karyawan
3. Hipotesis yang dapat diuji
Berdasarkan kerangka pikir di atas, hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
• H1: Gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
• H2: Gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap motivasi kerja karyawan.
• H3: Motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
• H4: Motivasi kerja memediasi pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.
Npm: 2313031012
1. Teori yang bisa digunakan untuk menyusun landasan teori
Beberapa teori yang relevan untuk penelitian pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan yaitu:
1. Teori Gaya Kepemimpinan (Leadership Style Theory)
Menjelaskan berbagai gaya kepemimpinan seperti otoriter, demokratis, dan laissez-faire (Lewin, Lippitt & White, 1939).
→ Gaya kepemimpinan memengaruhi cara pemimpin berinteraksi dan memotivasi bawahannya.
2. Teori Motivasi (Motivation Theory)
Contohnya:
• Teori Hierarki Kebutuhan Maslow → karyawan termotivasi bila kebutuhan dasarnya terpenuhi.
• Teori Dua Faktor Herzberg → motivator (pengakuan, tanggung jawab) dapat meningkatkan kinerja.
→ Pemimpin yang baik mampu menciptakan motivasi kerja yang tinggi.
3. Teori Kinerja (Performance Theory)
Kinerja dipengaruhi oleh kemampuan, motivasi, dan lingkungan kerja (Robbins, 2006).
→ Kepemimpinan yang efektif dapat meningkatkan motivasi dan akhirnya meningkatkan kinerja.
2. Kerangka pikir
Hubungan antarvariabel dapat dijelaskan sebagai berikut:
> Gaya Kepemimpinan → Motivasi Kerja → Kinerja Karyawan
Penjelasan singkat:
Pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang tepat (misalnya demokratis) dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan. Motivasi yang tinggi akan membuat karyawan bekerja lebih produktif, sehingga kinerja meningkat.
Gambaran sederhana kerangka pikir:
Gaya Kepemimpinan
↓
Motivasi Kerja
↓
Kinerja Karyawan
3. Hipotesis yang dapat diuji
Berdasarkan kerangka pikir di atas, hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
• H1: Gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
• H2: Gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap motivasi kerja karyawan.
• H3: Motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
• H4: Motivasi kerja memediasi pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.