Kiriman dibuat oleh Nida Yasmin

ASP A2025 -> Diskusi

oleh Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM : 2313031026

Jenis-jenis anggaran 
Sektor Publik dan Penjelasan Lingkupnya
1. Anggaran Tradisional (Traditional Budgeting)
Anggaran ini berfokus pada input atau jumlah dana yang digunakan. Tujuannya adalah memastikan setiap pengeluaran sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Lingkupnya: mencakup perencanaan dan pengawasan keuangan pemerintah secara administratif, tanpa melihat hasil atau kinerja program.
2. Anggaran Kinerja (Performance Budgeting)
Jenis ini menekankan pada hasil (output) yang dicapai dari penggunaan anggaran. Setiap kegiatan diukur berdasarkan kinerja dan manfaatnya bagi masyarakat. Lingkupnya: mencakup hubungan antara dana yang digunakan dengan hasil kerja instansi pemerintah, sehingga bisa diketahui tingkat efisiensi dan efektivitasnya.
3. Anggaran Program (Program Budgeting)
Anggaran ini disusun berdasarkan program dan kegiatan tertentu yang ingin dicapai, bukan berdasarkan unit organisasi. Lingkupnya: mencakup penentuan prioritas program pembangunan yang mendukung tujuan jangka menengah dan panjang pemerintah.
4. Anggaran Berbasis Nol (Zero Based Budgeting / ZBB)
Dalam sistem ini, setiap kegiatan harus dijustifikasi dari awal setiap tahun, seolah-olah dimulai dari nol. Tidak ada kegiatan yang otomatis mendapatkan dana. Lingkupnya: meliputi evaluasi semua program pemerintah untuk menentukan kegiatan yang paling penting dan efisien agar anggaran lebih tepat sasaran.
5. Anggaran Berbasis Kinerja (Performance-Based Budgeting / PBB)
Jenis ini menggabungkan unsur kinerja dan hasil kerja dengan besarnya anggaran yang diberikan. Fokusnya pada efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas. Lingkupnya: digunakan untuk mengukur keberhasilan lembaga publik dalam mencapai target pembangunan dengan biaya yang dikeluarkan.
6. Anggaran Partisipatif (Participatory Budgeting)
Jenis anggaran yang melibatkan masyarakat dalam proses penyusunan dan pengawasan anggaran publik. Lingkupnya: mencakup koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait untuk menentukan kebutuhan dan prioritas pembangunan bersama.
7. Anggaran Berbasis Keluaran (Output-Based Budgeting)
Anggaran ini berfokus pada hasil akhir dari program, bukan hanya proses pelaksanaannya. Lingkupnya: mencakup penilaian sejauh mana kegiatan pemerintah memberikan dampak nyata kepada masyarakat melalui hasil yang terukur.

ASP A2025 -> Diskusi

oleh Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
Kelas : 2313031026

1. Paradigma Anggaran Tradisional dan Anggaran Berbasis NPM
Paradigma anggaran tradisional berfokus pada pengeluaran atau input. Sistem ini menekankan seberapa besar dana yang digunakan dan apakah penggunaannya sesuai dengan rencana. Anggaran tradisional bersifat rutin, kaku, dan hanya menilai kepatuhan terhadap prosedur, bukan hasil atau manfaat dari kegiatan yang dilakukan.
Sebaliknya, anggaran berbasis NPM (New Public Management) berfokus pada hasil atau output dan outcome. Paradigma ini menekankan efisiensi, efektivitas, dan kinerja pelayanan publik. Anggaran disusun berdasarkan tujuan dan hasil yang ingin dicapai, bukan sekadar jumlah uang yang dikeluarkan. Sistem ini mendorong transparansi, akuntabilitas, dan orientasi pada kepuasan masyarakat.
Perbedaan utamanya: Anggaran tradisional menilai dari berapa banyak uang digunakan, Anggaran berbasis NPM menilai dari apa hasil dan manfaat yang diperoleh masyarakat.

2. Proses Implementasi ZBB dalam Mengatasi Kesenjangan Anggaran Tradisional dan NPM
ZBB (Zero Based Budgeting) merupakan sistem penganggaran yang dimulai dari nol setiap periode anggaran. Setiap kegiatan harus dijelaskan kembali tujuannya, manfaatnya, dan kebutuhan biayanya. Tidak ada kegiatan yang otomatis dibiayai seperti dalam anggaran tradisional.
Proses implementasi ZBB meliputi beberapa langkah:
1. Menetapkan tujuan dan prioritas organisasi.
2. Mengidentifikasi kegiatan dan program yang mendukung tujuan tersebut.
3. Menyusun paket keputusan (decision package) berisi rincian biaya dan hasil kegiatan.
4. Mengevaluasi dan memilih kegiatan yang paling efektif dan efisien.
5. Menetapkan alokasi dana sesuai prioritas.
ZBB dapat mengatasi kesenjangan antara anggaran tradisional dan berbasis NPM karena menyeimbangkan fokus antara input dan hasil. Sistem ini memastikan setiap dana digunakan untuk kegiatan yang benar-benar penting, produktif, dan bermanfaat. Dengan ZBB, penggunaan anggaran menjadi lebih rasional, efisien, dan akuntabel sesuai dengan prinsip manajemen modern.

ASP A2025 -> Diskusi

oleh Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM: 2313031026

Sistem manajemen sektor publik di era digital adalah cara pemerintah mengelola kegiatan dan pelayanan kepada masyarakat dengan bantuan teknologi informasi. Tujuannya agar pekerjaan menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien. Di era digital, banyak instansi pemerintah sudah menggunakan sistem elektronik untuk berbagai kegiatan. Contohnya seperti e-government, e-budgeting, e-planning, dan e-audit. Semua sistem ini membantu pemerintah dalam mengatur data, membuat laporan, dan mengambil keputusan dengan lebih tepat. Melalui sistem digital, pelayanan publik menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat. Misalnya pelayanan administrasi kependudukan, pembayaran pajak, atau pendaftaran bantuan sosial yang bisa dilakukan secara online. Dengan cara ini, masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor, sehingga menghemat waktu dan biaya. Teknologi juga membantu meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Data keuangan pemerintah bisa dipantau dengan jelas dan lebih sulit disalahgunakan. Selain itu, sistem digital juga mendukung keterbukaan informasi publik, sehingga masyarakat dapat ikut mengawasi kinerja pemerintah. Namun, penerapan sistem digital juga memiliki tantangan. Pemerintah harus memiliki sumber daya manusia yang paham teknologi, menjaga keamanan data, dan memastikan semua masyarakat bisa mengakses layanan digital, termasuk di daerah terpencil. Secara keseluruhan, sistem manajemen sektor publik di era digital membuat pelayanan pemerintah menjadi lebih modern, cepat, efisien, dan terbuka. Dengan pengelolaan yang baik, teknologi bisa membantu mewujudkan pemerintahan yang lebih akuntabel dan dipercaya masyarakat.

MPPE A2025 -> Diskusi

oleh Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM : 2313031026

Menurut data yang terlampir penelitian adalah suatu proses yang dilakukan secara sistematis dengan tujuan untuk memahami lebih dalam suatu topik atau masalah. Proses ini dimulai dengan merumuskan pertanyaan penelitian, dilanjutkan dengan mengumpulkan data yang relevan, kemudian menganalisis data tersebut hingga akhirnya menghasilkan jawaban yang dapat menjelaskan permasalahan yang diajukan.Penelitian memiliki peran yang sangat penting. Pertama, penelitian mampu menambah pengetahuan baru yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu. Kedua, penelitian dapat memperbaiki praktik dalam kehidupan nyata, baik dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, maupun lainnya. Ketiga, penelitian juga menjadi dasar yang kuat dalam perumusan dan perdebatan kebijakan.
Dalam praktiknya, penelitian melalui enam tahapan utama, yaitu: mengidentifikasi masalah penelitian, meninjau literatur atau kajian pustaka, merumuskan tujuan penelitian, mengumpulkan data, menganalisis dan menafsirkan data, serta melaporkan sekaligus mengevaluasi hasilnya.
Untuk dapat melakukan penelitian dengan baik, dibutuhkan beberapa keterampilan khusus. Di antaranya adalah kemampuan memecahkan masalah, kesabaran dan fokus dalam jangka waktu lama, keterampilan memanfaatkan sumber informasi seperti perpustakaan, serta kemampuan menulis dan mengedit dengan baik.Dengan memahami hakikat dan langkah-langkah penelitian, kita dapat menyadari bahwa penelitian bukan hanya sekadar kegiatan akademis, tetapi juga sarana penting untuk memperkaya pengetahuan, meningkatkan praktik kehidupan, dan memberikan kontribusi nyata dalam penyusunan kebijakan.