Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006
Hubungan antara proses audit dan risiko audit sangat erat karena risiko audit merupakan konsep fundamental yang mendasari seluruh proses audit, di mana auditor hanya dapat memberikan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Risiko audit terdiri dari empat komponen utama yaitu audit risk (risiko auditor mengeluarkan pendapat wajar tanpa pengecualian padahal ada salah saji material), inherent risk (risiko salah saji tanpa pengendalian), control risk (risiko salah saji tidak tercegah oleh pengendalian internal), dan detection risk (risiko auditor tidak menemukan salah saji). Proses audit berbasis risiko dimulai dengan penilaian risiko audit sehingga dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan audit lebih difokuskan pada area penting yang berisiko tinggi terjadinya penyimpangan atau kecurangan. Terdapat hubungan terbalik antara risiko deteksi dengan jumlah bukti yang diperlukan, dan semakin rendah risiko audit yang dapat diterima maka semakin banyak kuantitas bukti yang diperlukan, sementara risiko audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit.
NPM: 2313031006
Hubungan antara proses audit dan risiko audit sangat erat karena risiko audit merupakan konsep fundamental yang mendasari seluruh proses audit, di mana auditor hanya dapat memberikan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Risiko audit terdiri dari empat komponen utama yaitu audit risk (risiko auditor mengeluarkan pendapat wajar tanpa pengecualian padahal ada salah saji material), inherent risk (risiko salah saji tanpa pengendalian), control risk (risiko salah saji tidak tercegah oleh pengendalian internal), dan detection risk (risiko auditor tidak menemukan salah saji). Proses audit berbasis risiko dimulai dengan penilaian risiko audit sehingga dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan audit lebih difokuskan pada area penting yang berisiko tinggi terjadinya penyimpangan atau kecurangan. Terdapat hubungan terbalik antara risiko deteksi dengan jumlah bukti yang diperlukan, dan semakin rendah risiko audit yang dapat diterima maka semakin banyak kuantitas bukti yang diperlukan, sementara risiko audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit.