Posts made by Yesi Novia Pitriani

AUDITING A2026 -> Brainstorming

by Yesi Novia Pitriani -
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Hubungan antara proses audit dan risiko audit sangat erat karena risiko audit merupakan konsep fundamental yang mendasari seluruh proses audit, di mana auditor hanya dapat memberikan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Risiko audit terdiri dari empat komponen utama yaitu audit risk (risiko auditor mengeluarkan pendapat wajar tanpa pengecualian padahal ada salah saji material), inherent risk (risiko salah saji tanpa pengendalian), control risk (risiko salah saji tidak tercegah oleh pengendalian internal), dan detection risk (risiko auditor tidak menemukan salah saji). Proses audit berbasis risiko dimulai dengan penilaian risiko audit sehingga dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan audit lebih difokuskan pada area penting yang berisiko tinggi terjadinya penyimpangan atau kecurangan. Terdapat hubungan terbalik antara risiko deteksi dengan jumlah bukti yang diperlukan, dan semakin rendah risiko audit yang dapat diterima maka semakin banyak kuantitas bukti yang diperlukan, sementara risiko audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit.

AUDITING A2026 -> Brainstorming

by Yesi Novia Pitriani -
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Urgensi kertas kerja pemeriksaan (audit working papers) sangat tinggi karena kertas kerja merupakan dokumen yang disiapkan atau diperoleh auditor selama audit dan menyimpan fakta penting tentang akun serta catatan yang sedang diperiksa, sehingga menjadi penghubung antara laporan auditor dengan catatan klien. Kertas kerja pemeriksaan sangat penting karena memiliki lima tujuan utama yang mencakup membantu auditor untuk menyupervisi, memantau, dan mengendalikan assignment audit, menjadi bukti kerja yang telah dilakukan oleh auditor sehingga dapat membuktikan pekerjaan ketika ada tuduhan negligent terhadap auditor, memberikan informasi tentang akun atau catatan klien dan sejarah operasi récente sehingga memberi pemahaman tentang bisnis yang diaudit, menjadi dokumen pendukung untuk kesimpulan audit pada setiap area audit sehingga memberikan dasar untuk opini audit, serta memberikan panduan untuk audit berulang karena auditor dapat menentukan prosedur audit yang tepat berdasarkan pengalaman audit sebelumnya. Selain itu, kertas kerja pemeriksaan adalah dasar dari opini audit dan merupakan evidence of work performed by the auditor, yang juga merupakan kebutuhan profesional untuk dilestarikan sebagai bukti bahwa auditor telah melakukan audit sesuai standar.

AUDITING A2026 -> Summary

by Yesi Novia Pitriani -
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Tes transaksi dalam auditing adalah prosedur yang dilakukan auditor untuk menilai apakah transaksi yang dicatat oleh suatu entitas telah diproses sesuai dengan sistem dan pengendalian intern yang berlaku. Dalam tes ini, auditor akan menelusuri bukti-bukti seperti faktur, bukti kas, atau dokumen pendukung lainnya guna memastikan bahwa setiap transaksi benar-benar terjadi, dicatat secara akurat, serta telah mendapat otorisasi yang tepat. Melalui pengujian ini, auditor dapat menilai efektivitas pengendalian internal dan mendeteksi kemungkinan kesalahan atau kecurangan, sehingga dapat memberikan keyakinan yang memadai terhadap keandalan laporan keuangan.

AUDITING A2026 -> Brainstorming

by Yesi Novia Pitriani -
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Tes transaksi sangat penting dipahami oleh auditor karena merupakan standar pekerjaan lapangan yang wajib dilakukan untuk membuktikan efektif atau tidaknya pengendalian internal perusahaan, membantu auditor mengumpulkan bukti audit yang memadai sebagai dasar menyatakan pendapat atas laporan keuangan, serta mempunyai hubungan langsung dengan asersi manajemen dan tujuan audit untuk memastikan keakuratan proses transaksi dan menilai risiko salah saji material. Dalam pelaksanaan tes transaksi, auditor harus memperhatikan enam tipe bukti audit (fisik, konfirmasi, dokumen, matematis, analitis, dan lisan), kelengkapan bukti pendukung seperti faktur pembelian/penjualan, kebenaran perhitungan matematis termasuk footing, cross footing, dan extension, otorisasi pejabat berwenang, kesalahan nomor perkiraan yang didebit/kredit, posting ke buku besar, pemilihan sampel dengan pendekatan random/judgement, block, atau statistical sampling, serta suffisiensi bukti yang cukup mempertimbangkan materialitas, tingkat risiko, dan pengetahuan auditor terhadap operasional yang diaudit.

AUDITING A2026 -> Brainstorming

by Yesi Novia Pitriani -
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

1) Apa yang Anda ketahui tentang pengendalian intern?
Pengendalian intern adalah proses yang dirancang oleh manajemen, dewan direksi, dan pihak lain dalam entitas untuk memberikan keyakinan memadai mengenai pencapaian tiga tujuan utama: keandalan pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasional, serta kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Pengendalian intern mencakup kebijakan, prosedur, aktivitas, dan mekanisme yang diterapkan untuk mencegah dan mendeteksi kecurangan (fraud), mengelola risiko bisnis, menjaga keamanan aset perusahaan, dan memastikan akurasi data keuangan. Sistem pengendalian intern yang baik membantu organisasi menjalankan kegiatan sehari-hari dengan lebih terstruktur dan terkendali.

2) Mengapa penting pengendalian intern bagi sebuah entitas?
Pengendalian intern sangat penting bagi sebuah entitas karena berfungsi sebagai pencegahan terhadap kecurangan, manipulasi data, dan penyimpangan aset yang dapat merugikan perusahaan. Sistem ini juga memastikan keandalan laporan keuangan sehingga dapat dipercaya oleh pemegang saham dan pihak eksternal lainnya. Selain itu, pengendalian intern membantu dalam manajemen risiko oleh mengidentifikasi dan mengelola risiko bisnis yang dapat menggagalkan perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan entitas memenuhi kewajiban hukum dan peraturan. Pengendalian intern juga memberikan kejelasan tanggung jawab dan wewenang dalam organisasi sehingga pembagian tugas menjadi lebih teratur.

3) Apa kaitannya pengendalian intern dengan auditing?
Pengendalian intern dan auditing memiliki hubungan yang sangat erat karena auditor mengevaluasi pengendalian intern untuk menentukan strategi dan cakupan audit yang akan dilakukan. Pengendalian intern yang kuat mengurangi risiko audit dan memungkinkan auditor menggunakan pendekatan sampling yang lebih efisien, sedangkan pengendalian intern yang lemah mengharuskan auditor melakukan pengujian substantif yang lebih luas. Auditor menggunakan hasil evaluasi pengendalian intern untuk menentukan apakah mereka dapat bergantung pada sistem entitas atau perlu melakukan pengujian tambahan. Temuan audit sering kali mencakup rekomendasi untuk memperbaiki pengendalian intern yang lemah, sehingga audit dapat menjadi sarana perbaikan sistem pengendalian perusahaan.

4) Bedakan Audit Internal dengan Audit Eksternal!
Audit Internal dan Audit Eksternal memiliki perbedaan mendasar dalam lokasi, konsumen laporan, fokus, dan tujuan. Audit Internal berada di dalam lingkup perusahaan dengan konsumen laporan berupa manajer dan komite audit, sementara Audit Eksternal berada di luar perusahaan dan bersifat independen dengan konsumen laporan berupa pemegang saham. Audit Internal fokus pada risiko bisnis yang mencakup kegiatan bisnis, manajemen, operasional, dan keuangan, sedangkan Audit Eksternal hanya fokus pada risiko laporan keuangan. Dalam hal pengendalian dan kecurangan, Audit Internal secara langsung dapat mengevaluasi semua divisi dalam perusahaan, sementara Audit Eksternal melakukannya tidak langsung hanya sesuai permintaan client. Audit Internal bersifat proaktif dan membantu manajemen secara continuous sejak sebelum, selama, dan setelah kegiatan, sedangkan Audit Eksternal bersifat evaluatif terhadap output akhir dan lebih fokus pada laporan keuangan untuk pemegang saham setelah tutup buku periode akuntansi.