Brainstorming

Brainstorming

Number of replies: 18

Mari kita simak video berikut.

Link Youtube:











Setelah menyimak video tersebut, Silakan berikan pendapat Anda disini tentang:

1) Apa yang anda ketahui tentang pengendalian intern?

2) Mengapa penting pengendalian intern bagi sebuah entitas? 

3) Apa kaitannya pengendalian intern dengan auditing?

4) Bedakan Audit Internal dengan Audit Eksternal!

In reply to First post

Re: Brainstorming

by Sela Ayu Irawati -
Nama: Sela Ayu Irawati
Npm;2313031015
1.Pengendalian internal merupakan proses yang dilakukan atas amanat dari dewan direksi atau manajemen dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk melindungi aset perusahaan, serta memastikan kepatuhan pada hukum dan peraturan yang berlaku. Seperangkat kebijakan dan prosedur untuk melindungi aset atau kekayaan perusahaan dari segala bentuk tindakan penyalahgunaan, menjamin tersedianya informasi akuntansi perusahaan yang akurat, serta memastikan bahwa semua ketentuan (peraturan) hukum/ undang-undang serta kebijakan manajemen telah dipatuhi atau dijalankan.

2.Pentingnya pengendalian internal untuk sebuah entitas karena tujuan pengendalian intern adalah menjamin manajemen perusahaan/organisasi/entitas agar:
1. Tujuan perusahaan yang ditetapkan akan dapat dicapai.
2. Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan dapat dipercaya.
3. Kegiatan perusahaan sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
4. Pengendalian intern juga bertujuan untuk pencegahan kecurangan pada perbankan.

3.Kaitannya pengendalian internal dengan auditing memiliki hubungan yang sangat erat satu sama lain karena dengan adanya pemeriksaan internal suatu perusahaan akan dapat menigkatkan efektifitas dalam pengendalian internal, hal ini khususnya adalah kinerja perusahaan. Pemeriksaan intern harus mempunyai kedudukan khusus dalam struktur organisasi perusahaan agar pemeriksaan internal terbebas dan objektif dalam me- review dan menilai berbagai kerja sistem, prosedur dan catatan perusahaan. Tujuan pemeriksaan intern yaitu membantu organisasi dalam mencapai tujuannya dengan melalui pendekatan yang sistematis, disiplin untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan atas keefektivan manajemen risiko, pengendalian dan proses yang jujur, bersih dan baik.

4.Audit internal dan audit eksternal merupakan dua bentuk pengawasan yang penting dalam organisasi, namun memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda. Audit internal dilakukan oleh auditor yang berasal dari dalam organisasi dengan tujuan membantu manajemen meningkatkan efektivitas pengendalian internal, manajemen risiko, dan kinerja operasional. Audit ini bersifat evaluatif dan konsultatif, sehingga hasilnya berupa rekomendasi perbaikan bagi manajemen.
Sebaliknya, audit eksternal dilakukan oleh auditor independen dari luar organisasi, biasanya melalui Kantor Akuntan Publik seperti Deloitte atau PwC. Tujuan utama audit eksternal adalah memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan agar dapat dipercaya oleh investor, kreditur, dan pihak eksternal lainnya.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Khoirun Nisa -
Nama : Khoirun Nisa
Npm : 2313031005

1) Apa yang anda ketahui tentang pengendalian intern?
Menurut saya, pengendalian intern merupakan suatu sistem yang diterapkan dalam organisasi untuk membantu memastikan bahwa kegiatan operasional berjalan dengan baik, laporan keuangan dapat dipercaya, serta perusahaan mematuhi peraturan yang berlaku. Pengendalian intern biasanya mencakup berbagai kebijakan dan prosedur yang dibuat oleh manajemen untuk mengurangi risiko kesalahan maupun kecurangan. Selain itu, pengendalian intern juga berkaitan dengan bagaimana perusahaan mengelola risiko melalui lingkungan pengendalian, aktivitas pengawasan, serta proses pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan.

2) Mengapa penting pengendalian intern bagi sebuah entitas?
Pengendalian intern sangat penting bagi sebuah entitas karena dapat membantu melindungi aset perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan bahwa informasi keuangan yang dihasilkan akurat dan dapat dipercaya. Dengan adanya pengendalian intern yang baik, perusahaan juga dapat lebih mudah mendeteksi kesalahan atau penyimpangan yang mungkin terjadi. Selain itu, pengendalian intern juga membantu meningkatkan kepercayaan pihak luar seperti investor, kreditur, maupun pemerintah terhadap perusahaan.

3) Apa kaitannya pengendalian intern dengan auditing?
Pengendalian intern memiliki hubungan yang sangat erat dengan auditing karena auditor biasanya akan menilai terlebih dahulu bagaimana sistem pengendalian intern yang dimiliki oleh perusahaan. Jika sistem pengendalian intern berjalan dengan baik, maka risiko kesalahan dalam laporan keuangan akan lebih kecil. Sebaliknya, jika pengendalian intern lemah, auditor perlu melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam. Oleh karena itu, audit berperan untuk mengevaluasi apakah sistem pengendalian intern yang diterapkan sudah berjalan secara efektif atau masih perlu diperbaiki.

4) Bedakan Audit Internal dengan Audit Eksternal!
Audit internal dilakukan oleh auditor yang berasal dari dalam organisasi dan bertujuan untuk membantu manajemen dalam mengevaluasi pengendalian intern, manajemen risiko, serta meningkatkan efektivitas operasional perusahaan. Sedangkan audit eksternal dilakukan oleh auditor independen dari luar perusahaan, biasanya dari Kantor Akuntan Publik, dengan tujuan memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan. Selain itu, hasil audit internal biasanya dilaporkan kepada manajemen, sedangkan audit eksternal ditujukan kepada pihak eksternal seperti pemegang saham atau pihak yang berkepentingan.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Ni Wayan Vara Wulandari -
Nama: Ni Wayan Vara Wulandari
NPM: 2313031017

1) Apa yang Anda ketahui tentang pengendalian intern?
Jawaban: Pengendalian intern adalah sistem atau cara yang dibuat oleh manajemen untuk mengatur dan mengawasi kegiatan dalam suatu organisasi agar berjalan dengan tertib dan sesuai aturan. Pengendalian ini mencakup pembagian tugas, prosedur kerja, serta pengawasan yang bertujuan menjaga aset perusahaan dan memastikan laporan keuangan disusun dengan benar serta dapat dipercaya.
2) Mengapa penting pengendalian internal bagi suatu entitas?
Jawaban: Pengendalian internal penting karena dapat mencegah terjadinya kesalahan dan kecurangan yang dapat merugikan organisasi. Dengan adanya sistem yang baik, perusahaan dapat melindungi asetnya, menghasilkan laporan keuangan yang akurat, serta meningkatkan kepercayaan pihak luar seperti investor, bank, dan pemerintah.
3) Apa kaitannya pengendalian intern dengan auditing?
Jawaban: Pengendalian intern sangat berkaitan dengan auditing karena auditor akan menilai terlebih dahulu apakah sistem pengendalian intern dalam perusahaan sudah berjalan dengan baik atau belum. Jika pengendalian intern kuat, maka risiko kesalahan lebih kecil dan pekerjaan auditor menjadi lebih terarah. Sebaliknya, jika pengendalian lemah, auditor perlu melakukan pemeriksaan lebih mendalam.
4) Bedakan Audit Internal dengan Audit Eksternal!
Jawaban: Audit internal dilakukan oleh pihak dari dalam organisasi dan bertujuan membantu manajemen memperbaiki serta meningkatkan kinerja perusahaan. Sedangkan audit eksternal dilakukan oleh auditor independen dari luar organisasi dengan tujuan memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan agar dapat dipercaya oleh pihak luar.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

1. Pengendalian intern merupakan sebuah sistem yang terdiri atas seperangkat kebijakan serta prosedur terstruktur yang dirancang secara khusus oleh manajemen untuk menjaga keamanan aset atau kekayaan entitas dari berbagai potensi penyalahgunaan. Sistem ini berfungsi untuk memastikan bahwa seluruh informasi akuntansi yang dihasilkan akurat dan dapat diandalkan, serta menjamin bahwa operasional perusahaan tetap berjalan sesuai dengan koridor hukum, undang-undang, dan kebijakan internal yang telah ditetapkan. Di dalam strukturnya, terdapat lima komponen utama yang saling terintegrasi, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, sistem informasi dan komunikasi, serta mekanisme pemantauan secara berkala.

2. Eksistensi pengendalian intern sangat krusial bagi sebuah entitas karena berfungsi sebagai instrumen strategis untuk mengarahkan kegiatan operasional agar lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi. Tanpa sistem kontrol yang kuat, perusahaan menjadi sangat rentan terhadap praktik kecurangan (fraud), korupsi, atau pencucian uang yang dapat menimbulkan kerugian finansial yang masif dan merusak reputasi. Selain itu, pengendalian intern berperan vital dalam menjaga kontinuitas usaha dengan meminimalisir risiko kesalahan manusia serta memastikan bahwa setiap pengambilan keputusan investasi didasarkan pada data laporan keuangan yang valid.

3. Hubungan antara pengendalian intern dan auditing bersifat simbiotis dan saling memperkuat, di mana pemeriksaan internal (audit intern) berperan sebagai alat evaluasi untuk menguji kecukupan dan efektivitas sistem pengendalian yang ada. Audit internal memberikan kepastian (assurance) kepada jajaran direksi melalui pendekatan sistematis untuk memperbaiki kinerja perusahaan dan memberikan rekomendasi tindakan perbaikan atas kelemahan yang ditemukan. Secara empiris, semakin baik kualitas pemeriksaan internal yang dilakukan oleh auditor, maka akan semakin meningkat pula tingkat efektivitas pengendalian internal suatu entitas dalam mencegah terjadinya penyimpangan.

4. Audit internal biasanya ada dalam lingkup perusahaan memberikan informasi kepada manajer secara aktif fokus pada risiko bisnis pengendalian dan kecurangan langsung kebebasan objektivitas dan audit eksternal diluar perusahaan bersifat independen dan tidak dikuasai pihak manapun menentukan kewajaran laporan posisi keuangan dan hasil usaha untuk periode tersebut menyajikan kepada stockholder fokus pada risiko laporan keuangan pengendalian dan kecurangan tidak langsung kebebasan berdasarkan status.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Catur Febriyan -
Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018


1. Pengendalian intern adalah sistem yang terdiri dari berbagai kebijakan dan prosedur yang dibuat oleh manajemen untuk mengawasi dan mengarahkan kegiatan organisasi agar berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pengendalian intern juga bertujuan untuk melindungi aset perusahaan, memastikan laporan keuangan akurat, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan bahwa seluruh kegiatan telah sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang berlaku.

2. Pengendalian intern penting bagi sebuah entitas karena berfungsi sebagai alat pengawasan dalam menjalankan kegiatan organisasi. Dengan adanya pengendalian intern yang baik, perusahaan dapat meminimalkan terjadinya kesalahan, kecurangan, maupun penyalahgunaan aset. Selain itu, pengendalian intern juga membantu perusahaan menghasilkan informasi keuangan yang dapat dipercaya serta membantu manajemen dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

3. Pengendalian intern memiliki hubungan yang erat dengan auditing karena dalam proses audit, auditor akan mengevaluasi sistem pengendalian intern yang diterapkan oleh perusahaan. Penilaian tersebut digunakan untuk mengetahui apakah sistem pengendalian sudah berjalan dengan baik atau masih memiliki kelemahan. Jika pengendalian intern kuat, maka risiko kesalahan atau kecurangan menjadi lebih kecil sehingga proses audit dapat dilakukan dengan lebih efektif.

4. Audit internal adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor yang berasal dari dalam organisasi dengan tujuan membantu manajemen dalam meningkatkan efektivitas pengendalian, manajemen risiko, serta kegiatan operasional perusahaan. Sedangkan audit eksternal adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor independen dari luar perusahaan dengan tujuan memberikan opini atau pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan. Perbedaan utama keduanya terletak pada pihak yang melakukan audit, tujuan pemeriksaan, serta pihak yang menerima laporan hasil audit tersebut.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Annisa Luthfiyyah -

Nama : Annisa Luthfiyyah

NPM   : 2313031010

  1. Pengendalian intern merupakan seperangkat kebijakan dan prosedur yang diterapkan oleh perusahaan untuk melindungi aset, memastikan keakuratan informasi akuntansi, serta menjamin bahwa kegiatan operasional perusahaan berjalan sesuai dengan peraturan dan kebijakan manajemen. Pengendalian intern dilakukan di dalam perusahaan melalui fungsi audit internal yang bertugas mengevaluasi kegiatan operasional, sistem, dan prosedur yang ada. Dengan adanya pengendalian intern, perusahaan dapat meminimalkan kesalahan, kecurangan, serta penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan organisasi.
  2. Pengendalian intern sangat penting bagi sebuah entitas karena membantu manajemen dalam mengarahkan kegiatan operasional agar berjalan secara efektif dan efisien. Selain itu, pengendalian intern berfungsi untuk mencegah penyalahgunaan sistem, melindungi aset perusahaan, serta memastikan bahwa seluruh kegiatan perusahaan telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam organisasi yang besar, pimpinan tidak dapat mengawasi seluruh kegiatan secara langsung, sehingga sistem pengendalian intern diperlukan untuk memastikan bahwa setiap aktivitas perusahaan tetap berada dalam jalur yang benar.
  3. Pengendalian intern memiliki hubungan yang sangat erat dengan auditing karena sistem pengendalian intern menjadi salah satu dasar bagi auditor dalam melakukan pemeriksaan. Auditor perlu memahami dan mengevaluasi pengendalian intern untuk menentukan ruang lingkup dan prosedur audit yang akan dilakukan. Jika pengendalian intern suatu perusahaan lemah, maka kemungkinan terjadinya kesalahan atau kecurangan menjadi lebih besar sehingga auditor harus melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam. Sebaliknya, jika pengendalian intern kuat, maka risiko kesalahan dalam laporan keuangan dapat diminimalkan.
  4. Audit internal dan audit eksternal memiliki perbedaan dari beberapa aspek. Audit internal dilakukan oleh bagian internal perusahaan dengan tujuan memberikan informasi dan evaluasi kepada manajemen agar dapat menjalankan tanggung jawabnya secara efektif. Sementara itu, audit eksternal dilakukan oleh auditor independen dari luar perusahaan untuk menilai kewajaran penyajian laporan keuangan. Dari aspek pengguna informasi, audit internal ditujukan kepada manajer, sedangkan audit eksternal ditujukan kepada pihak luar seperti pemegang saham. Dari aspek fokus, audit internal lebih menekankan pada risiko bisnis dan efektivitas operasional, sedangkan audit eksternal berfokus pada risiko laporan keuangan. Selain itu, audit internal bersifat lebih berkelanjutan selama proses operasional berjalan, sedangkan audit eksternal biasanya dilakukan pada periode akuntansi tertentu.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Desmala Az-Zahra -
Nama : Desmala Az Zahra
NPM : 2313031002

1) Apa yang Anda ketahui tentang pengendalian intern?
Pengendalian intern adalah suatu sistem yang terdiri dari kebijakan, prosedur, dan langkah-langkah yang dirancang oleh manajemen dalam sebuah organisasi untuk mengatur dan mengawasi kegiatan operasional perusahaan. Pengendalian intern bertujuan untuk memastikan bahwa aktivitas perusahaan berjalan secara efektif dan efisien, laporan keuangan yang dihasilkan dapat dipercaya, aset perusahaan terlindungi dari penyalahgunaan, serta seluruh kegiatan perusahaan dilakukan sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang berlaku.
2) Mengapa penting pengendalian intern bagi sebuah entitas?
Pengendalian intern sangat penting bagi sebuah entitas karena dapat membantu mencegah terjadinya kesalahan maupun kecurangan dalam kegiatan perusahaan. Dengan adanya pengendalian intern, aset perusahaan dapat terlindungi dengan baik, proses kerja menjadi lebih teratur, dan informasi yang dihasilkan terutama laporan keuangan menjadi lebih akurat dan dapat dipercaya. Selain itu, pengendalian intern juga membantu perusahaan memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan telah sesuai dengan peraturan, kebijakan, dan tujuan organisasi.
3) Apa kaitannya pengendalian intern dengan auditing?
Pengendalian intern memiliki hubungan yang erat dengan auditing karena auditor perlu menilai dan mengevaluasi sistem pengendalian intern yang diterapkan oleh perusahaan. Hasil penilaian tersebut akan membantu auditor menentukan sejauh mana tingkat risiko kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan. Jika sistem pengendalian intern suatu perusahaan baik dan efektif, maka auditor dapat mengurangi tingkat pemeriksaan yang dilakukan. Sebaliknya, jika pengendalian intern lemah, auditor perlu melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam.
4) Bedakan Audit Internal dengan Audit Eksternal!
Audit internal adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor yang bekerja di dalam perusahaan dan bertujuan membantu manajemen dalam meningkatkan efektivitas pengendalian intern, manajemen risiko, serta efisiensi operasional perusahaan. Sementara itu, audit eksternal adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor independen dari luar perusahaan yang bertujuan untuk memberikan pendapat atau opini mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan. Audit internal lebih berfokus pada perbaikan dan pengawasan internal organisasi, sedangkan audit eksternal lebih berfokus pada penilaian laporan keuangan untuk kepentingan pihak luar seperti investor, kreditur, dan pemerintah.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM : 2313031026

1) Apa yang Anda ketahui tentang pengendalian intern?
Pengendalian intern adalah sistem atau serangkaian prosedur yang dibuat oleh perusahaan untuk mengatur dan mengawasi kegiatan agar berjalan dengan baik. Sistem ini melibatkan semua pihak dalam organisasi, mulai dari manajemen sampai karyawan, dengan tujuan memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai aturan, data yang dihasilkan akurat, serta aset perusahaan tetap aman. Pengendalian intern juga membantu mencegah dan mendeteksi kesalahan maupun kecurangan sejak awal.
2) Mengapa penting pengendalian intern bagi sebuah entitas?
Pengendalian intern penting karena dapat membantu perusahaan menjaga keandalan laporan keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Selain itu, dengan adanya pengendalian intern, risiko kesalahan dan kecurangan bisa diminimalkan karena ada sistem pengawasan yang jelas. Jadi, perusahaan bisa berjalan lebih terkontrol dan tujuan organisasi lebih mudah tercapai.
3) Apa kaitannya pengendalian intern dengan auditing?
Pengendalian intern sangat berkaitan dengan auditing karena auditor akan menilai apakah sistem pengendalian intern dalam perusahaan sudah berjalan dengan baik atau belum. Hasil penilaian ini akan mempengaruhi cara auditor melakukan pemeriksaan, seperti menentukan jumlah sampel atau prosedur audit yang digunakan. Jika pengendalian intern kuat, auditor bisa lebih percaya terhadap data, sedangkan jika lemah, auditor perlu melakukan pengujian lebih mendalam.
4) Bedakan Audit Internal dengan Audit Eksternal!
Audit internal adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak dalam perusahaan itu sendiri dengan tujuan membantu manajemen dalam mengawasi dan meningkatkan kinerja serta pengendalian. Sedangkan audit eksternal dilakukan oleh pihak independen dari luar perusahaan, biasanya untuk memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan agar bisa dipercaya oleh pihak luar.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Selvidar Armalia -
Nama : Selvidar Armalia
NPM : 2313031014

1. Pengendalian intern adalah serangkaian kebijakan, prosedur, dan mekanisme yang dirancang oleh manajemen untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi. Tujuan tersebut meliputi keandalan laporan keuangan, efisiensi dan efektivitas operasional, serta kepatuhan terhadap peraturan. Pengendalian intern juga berfungsi melindungi aset perusahaan dari penyalahgunaan serta meminimalkan risiko kecurangan.

2. Pengendalian internal penting karena:
_Mencegah kecurangan (fraud)
_Menjaga aset perusahaan
_Membuat laporan keuangan lebih akurat
_Membantu pekerjaan lebih efisien
_Memastikan perusahaan taat aturan

3. Auditing digunakan untuk menilai apakah pengendalian intern sudah berjalan dengan baik. Jadi, auditor akan mengecek dan mengevaluasi sistem pengendalian untuk memastikan tidak ada kesalahan atau kecurangan.

4. Audit Internal:
Dilakukan oleh karyawan perusahaan sendiri, bertujuan membantu manajemen memperbaiki sistem dan kinerja.
Audit Eksternal:
Dilakukan oleh pihak luar (akuntan publik), bertujuan memberikan pendapat tentang laporan keuangan.
In reply to Selvidar Armalia

Re: Brainstorming

by Saqila Rahma Andini -
Nama : Saqila Rahma Andini
NPM : 2331031020

1. Apa Yang Anda Ketahui Tentang Pengendalian Intern?
Saya mengetahui bahwa dalam berbagai aktivitas kehidupan kita sangat bergantung pada keandalan akuntansi.Misalnya, ketika kita melakukan pengambilan uang tunai di ATM (anjungan tunai mandiri) maka sebenarnya kita memerintahkan bank melakukan pencatatan akuntansi. Pengambilan uang tunai tersebut menyebabkan uang tunai di bank berkurang, dan saldo rekening kita di bank juga berkurang sebesar nilai rupiah yang kita sebutkan., apa yang terjadi jika bank mengurangi saldo rekening kita lebih banyak dibanding dengan jumlah rupiah yang kita terima? Kita tentu akan menanyakan permasalahan tersebut ke bank, dan segera menutup rekening kita karena hal tersebut mencerminkan bahwa akuntansi bank tersebut tidak dapat diandalkan. Maka dari itu diperlukan perlindungan bagi Sistem Informasi Akuntansi yang disebut dengan sistem pengendalian internal.

2. Mengapa Penting Pengendalian Intern Bagi Sebuah Entitas?
Pentingnya pengendalian intern bagi sebuah entitas
1. Membantu manajemen dalam mengendalikan dan memastikan keberhasilan kegiatan organisasi.
2. Menciptakan pengawasan melekat, menutupi kelemahan dan keterbatasan personil, serta mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dan kecurangan.
3. Membantu auditor dalam menentukan ukuran sampel dan pendekatan audit yang akan diterapkan

3. Apa Kaitannya Pengendalian Intern Dengan Auditing?
pengendalian intern ini adalah sistem yang dibikin perusahaan buat menjaga agar semua proses berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan aturan. Misalnya, ada prosedur-prosedur yang harus diikuti biar enggak terjadi penyelewengan atau kesalahan.
Dari situ, auditing atau audit itu adalah proses pengecekan atau penilaian yang dilakukan untuk memastikan bahwa pengendalian intern berjalan dengan baik. Jadi, auditor bakal ngecek apakah sistem pengendalian intern yang udah dibikin itu efektif dan efisien atau enggak. Kalo ada yang kurang, auditor bisa kasih rekomendasi alhasil perusahaan bisa perbaiki dan lebih baik ke depannya.
Jadi, singkatnya, pengendalian intern menyediakan kerangka kerja untuk manajemen, sedangkan auditing memastikan bahwa kerangka ini berfungsi dengan baik. Keduanya penting buat menjaga integritas dan kepercayaan dalam laporan keuangan perusahaan.

4. Bedakan Audit Internal dengan Audit Eksternal
Ada beberapa perbedaan Audit Internal dengan Audit Eksternal sebagai berikut:

a. Auditor Internal pemerintah ada BPKP mendampingi Presiden dan Itjen/Inspektorat mendampingi Menteri/Kepala Lembaga. Selain itu, di setiap unit satuan kerja juga dibentuk Unit Kepatuhan Internal (UKI). Tujuan dibentuknya auditor internal di setiap jenjang pemerintahan tersebut adalah untuk membantu manajemen pemerintahan guna meningkatkan kinerja instansi pemerintah. Sedangkan, Auditor Eksternal pemerintah adalah BPK sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, pasal 30 dan 31 menyatakan bahwa Presiden menyampaikan rancangan undang-undang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selambat-lambatnya enam bulan setelah tahun anggaran berakhir.

b. Sasaran audit dari auditor internal lebih bersifat pembenahan dari dalam organisasi, dilakukan selama proses kegiatan berlangsung, sebelum terjadi penyimpangan. Sedangkan audit eksternal memberikan penilaian akhir atas hasil-hasil yang telah dicapai oleh auditi. Audit eksternal menilai output terhadap hasil kegiatan auditi, sedangkan internal membantu manajemen, baik sebelum, selama, maupun setelah kegiatan dilakukan.

c. Audit eksternal menilai hasil akhir (output) dari kegiatan atau program yang diaudit, sedangkan audit internal membantu manajemen sejak sebelum, selama, dan setelah kegiatan dilakukan. Audit internal memberikan nilai tambah bagi manajemen dalam bentuk audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan lainnya.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by IRFAN A SUKI -
Nama : Irfan A Suki
Npm : 2313031013

1) Pengendalian intern adalah mekanisme, kebijakan, dan prosedur yang diterapkan dalam suatu entitas untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi, menjaga keandalan laporan keuangan, serta mencegah terjadinya kecurangan dan kesalahan. Pengendalian intern berfungsi sebagai alat pengawasan untuk mengidentifikasi risiko dan mengendalikan potensi masalah dalam operasional bisnis.

2) Pentingnya pengendalian intern bagi sebuah entitas adalah untuk meminimalisir risiko kegagalan operasional, kecurangan, dan kesalahan dalam laporan keuangan. Dengan pengendalian intern yang efektif, entitas dapat menjamin keandalan data, melindungi aset perusahaan, serta membantu manajemen dalam pengambilan keputusan yang tepat dan tepat waktu. Hal ini juga meningkatkan tingkat kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap kinerja perusahaan.

3) Kaitan pengendalian intern dengan auditing sangat erat, karena pengendalian intern menjadi salah satu fokus utama dalam proses audit, khususnya audit internal. Auditor internal menilai kecukupan dan efektivitas pengendalian intern untuk memastikan bahwa risiko-risiko yang ada dapat dikendalikan dengan baik. Sedangkan auditor eksternal menggunakan hasil penilaian pengendalian intern sebagai dasar dalam menentukan sifat, waktu, dan luasnya prosedur audit yang akan dilakukan untuk memastikan kewajaran laporan keuangan.

4) Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal terletak pada lingkup, tujuan, dan penerima laporan audit:
- Audit Internal dilakukan oleh auditor yang berada dalam perusahaan, fokusnya pada evaluasi risiko bisnis dan efektivitas pengendalian intern secara langsung. Laporan audit internal diserahkan kepada manajemen dan komite audit untuk membantu pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan.
- Audit Eksternal dilakukan oleh auditor independen di luar perusahaan, fokusnya pada penilaian kewajaran laporan keuangan untuk memberikan opini kepada para pemegang saham dan pihak eksternal lainnya. Audit eksternal bersifat periodik dan mengikuti periode akuntansi tertentu, serta berperan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas perusahaan kepada publik.

Secara keseluruhan, pengendalian intern dan audit internal berperan sebagai alat pengawasan dan pencegahan risiko dalam operasional perusahaan, sementara audit eksternal berfungsi sebagai verifikator independen untuk memberikan keyakinan kepada pemangku kepentingan luar tentang integritas laporan keuangan perusahaan.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -

Nama : Mar'atus Shalihah
NPM   : 2313031025

  1. Pengendalian intern adalah sistem kebijakan dan prosedur yang dibuat manajemen supaya semua kegiatan organisasi bisa berjalan sesuai tujuan. Komponennya mencakup lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Yang perlu digaris bawahi, pengendalian intern bukan cuma aturan di atas kertas, tapi harus benar-benar dijalankan dalam keseharian organisasi.
  2. Menurut saya, pengendalian intern itu penting karena fungsinya sangat mendasar bagi kelangsungan sebuah entitas. Mulai dari melindungi aset perusahaan, menjaga agar laporan keuangan yang disajikan akurat dan bisa dipercaya, mendorong efisiensi operasional, hingga memastikan perusahaan patuh terhadap regulasi yang berlaku. Yang paling krusial, pengendalian intern menjadi garis pertahanan utama dalam mencegah dan mendeteksi fraud di dalam organisasi.
  3. Pengendalian intern dan auditing itu ibarat dua sisi mata uang. Ketika melakukan audit, auditor tidak mungkin memeriksa seluruh transaksi satu per satu, jadi langkah awalnya adalah mengevaluasi seberapa kuat sistem pengendalian intern entitas tersebut. Kalau pengendaliannya solid, auditor bisa lebih efisien dalam bekerja. Sebaliknya, kalau lemah, prosedur pengujiannya otomatis diperluas. Jadi kualitas pengendalian intern sangat mempengaruhi strategi dan luasnya proses audit.
  4. Audit internal dikerjakan oleh orang dalam organisasi sendiri, tujuannya membantu manajemen memperbaiki efisiensi dan mengevaluasi pengendalian yang ada, serta berlangsung terus-menerus sepanjang tahun. Sedangkan audit eksternal dilakukan oleh pihak independen dari luar seperti Kantor Akuntan Publik, fokusnya memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan, dan hasilnya diperuntukkan bagi investor, publik, maupun regulator. Sederhananya, audit internal lebih ke "bagaimana kita bisa lebih baik ke depan," sementara audit eksternal lebih ke "apakah yang sudah dilaporkan itu sudah benar dan wajar."
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Muhammad rizqi Alfiah -
Nama: Muhammad Rizqi Alfiah
Npm:231303008

1) Pengendalian intern
Pengendalian intern adalah sistem yang dirancang perusahaan untuk mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan agar berjalan sesuai prosedur. Tujuannya memastikan operasional efektif, laporan keuangan akurat, aset aman, serta mencegah kesalahan dan kecurangan.

2) Pentingnya pengendalian intern
Pengendalian intern sangat penting karena membantu perusahaan mengurangi risiko fraud, menjaga kekayaan perusahaan, dan memastikan data yang dihasilkan dapat dipercaya. Selain itu, sistem ini juga meningkatkan efisiensi kerja dan membantu manajemen dalam mengambil keputusan yang tepat.

3) Kaitannya dengan auditing
Pengendalian intern menjadi dasar dalam proses audit. Auditor akan menilai apakah sistem pengendalian intern perusahaan sudah efektif atau belum. Jika pengendalian intern kuat, risiko kesalahan kecil sehingga audit lebih sederhana. Sebaliknya, jika lemah, auditor harus melakukan pemeriksaan lebih mendalam.

4) Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal
Audit internal dilakukan oleh pihak dalam perusahaan dan bertujuan membantu manajemen dalam mengawasi operasional serta meningkatkan kinerja. Audit ini dilakukan secara terus-menerus.
Sedangkan audit eksternal dilakukan oleh pihak independen dari luar perusahaan dengan tujuan menilai kewajaran laporan keuangan. Audit eksternal biasanya dilakukan secara periodik dan hasilnya ditujukan untuk pihak luar seperti investor atau pemegang saham.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Najwa Ayudia Aura Rachim -
Nama: Najwa Ayudia Aura Rachim
NPM: 2313031027
Kelas: A

1) Apa yang anda ketahui tentang pengendalian intern ?
Menurut saya, pengendalian intern adalah sistem yang terdiri dari kebijakan, prosedur, dan mekanisme yang dibuat oleh perusahaan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan berjalan dengan baik, efisien, dan sesuai aturan. Pengendalian intern bertujuan untuk melindungi aset perusahaan, mencegah kecurangan, serta memastikan informasi yang dihasilkan akurat dan dapat dipercaya. Pengendalian intern mencakup aspek operasional, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan sehingga pengendalian intern menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan suatu organisasi.

2) Mengapa penting pengendalian intern bagi sebuah entitas ?
Pengendalian intern sangat penting karena membantu perusahaan dalam mencegah kecurangan (fraud) dan penyalahgunaan asset, menjaga keakuratan laporan keuangan dan meningkatkan efisiensi efektivitas operasional serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan kebijakan tanpa pengendalian intern yang baik, perusahaan akan lebih rentan terhadap kesalahan dan kecurangan yang dapat merugikan secara finansial maupun reputasi. Jadi, pengendalian intern berperan sebagai sistem pengaman dalam organisasi.

3) Apa kaitannya pengendalian intern dengan auditing ?
Menurut saya, pengendalian intern dan auditing memiliki hubungan yang sangat erat. Audit baik internal maupun eksternal menggunakan pengendalian intern sebagai dasar untuk melakukan pemeriksaan. Audit internal berperan mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengendalian intern dan audit eksternal menilai apakah pengendalian intern cukup memadai untuk mendukung kewajaran laporan keuangan. Jadi semakin baik sistem pengendalian intern, maka proses audit akan lebih mudah dan risiko kesalahan akan lebih kecil. Sebaliknya, jika pengendalian intern lemah, auditor akan menemukan lebih banyak masalah.

4) Bedakan Audit Internal dengan Audit Eksternal !
Menurut saya perbedaan audit internal dan eksternal yaitu
Audit internal berasal dari dalam perusahaan (karyawan/konsultan) dengan fokus pada risiko bisnis, operasional, dan pengendalian yang dilakukan secara fleksibel. Untuk tujuan audit internal adalah membantu manajemen meningkatkan kinerja dan pengendalian. Audit internal ditujukan untuk manajemen

sedangkan audit eksternal berasal dari luar perusahaan dan bersifat independent fokus pada kewajaran laporan keuangan biasanya dilakukan secara periodik (akhir tahun) bertujuan untuk memberikan opini atas laporan keuangan. Audit eksternal ditujukan untuk pihak luar seperti investor dan stakeholder.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

1. Apa yang Anda ketahui tentang pengendalian intern?
Pengendalian intern adalah sistem yang dibuat oleh manajemen untuk memastikan kegiatan dalam organisasi berjalan dengan baik, efektif, dan sesuai aturan. Sistem ini mencakup berbagai kebijakan dan prosedur yang bertujuan untuk menjaga aset, mencegah dan mendeteksi kecurangan, serta memastikan data keuangan akurat dan dapat dipercaya. Selain itu, pengendalian intern juga membantu manajemen dalam mengambil keputusan yang lebih tepat, karena informasi yang dihasilkan lebih terkontrol dan jelas.

2. Mengapa penting pengendalian intern bagi sebuah entitas?
Pengendalian intern penting karena berperan dalam menjaga kelangsungan operasional suatu entitas. Dengan sistem yang baik, risiko kesalahan dan kecurangan bisa ditekan, sehingga kegiatan bisnis menjadi lebih tertata. Selain itu, pengendalian intern juga membantu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, memperkuat tanggung jawab manajemen, dan mendukung terciptanya tata kelola yang baik (good governance). Bagi perusahaan yang diawasi oleh regulator, hal ini juga menjadi bukti bahwa organisasi dijalankan secara transparan dan sesuai aturan.

3. Apa kaitannya pengendalian intern dengan auditing?
Pengendalian intern dan auditing itu saling berkaitan erat. Dalam proses audit, auditor akan menilai apakah sistem pengendalian intern di suatu entitas sudah berjalan dengan efektif atau belum. Pada audit eksternal, penilaian ini penting untuk menentukan seberapa jauh auditor bisa mempercayai sistem yang ada saat mengumpulkan bukti. Sedangkan dalam audit internal, pengendalian intern justru menjadi fokus utama yang dievaluasi. Jika ditemukan kelemahan, auditor akan memberikan saran perbaikan. Jadi, keduanya saling melengkapi dalam menjaga keamanan dan akuntabilitas organisasi.

4. Bedakan Audit Internal dengan Audit Eksternal!
Audit internal dilakukan oleh pihak dari dalam organisasi yang bertugas mengevaluasi dan meningkatkan sistem pengendalian, manajemen risiko, serta tata kelola perusahaan. Audit ini sifatnya berkelanjutan dan lebih fokus ke perbaikan internal. Sementara itu, audit eksternal dilakukan oleh auditor independen dari luar perusahaan dengan tujuan memberikan opini tentang kewajaran laporan keuangan. Audit eksternal biasanya dilakukan secara berkala, misalnya setahun sekali, dan hasilnya ditujukan untuk pihak luar seperti investor atau kreditur. Jadi, perbedaannya terletak pada siapa yang melakukan, tujuan, serta siapa yang menggunakan hasil audit tersebut.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by TAZKI ALFIKRI -

Nama: Tazki Alfikri

NPM: 2313031028

1. ) Pengendalian intern adalah sistem yang dibuat oleh perusahaan untuk mengatur, mengawasi, dan memastikan semua kegiatan berjalan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. Sistem ini bertujuan untuk melindungi aset perusahaan, menjaga ketepatan laporan keuangan, serta mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan atau kecurangan dalam operasional.

2. ) Pengendalian intern sangat penting karena dapat membantu perusahaan bekerja lebih teratur dan efisien. Dengan adanya pengendalian yang baik, risiko penyimpangan bisa ditekan, dan informasi keuangan yang dihasilkan menjadi lebih dapat dipercaya. Hal ini juga memudahkan manajemen dalam mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data yang akurat.

3. ) Pengendalian intern memiliki hubungan erat dengan audit karena auditor akan menilai apakah sistem pengendalian yang dimiliki perusahaan sudah efektif atau belum. Penilaian ini akan memengaruhi cara auditor melakukan pemeriksaan. Jika pengendalian intern dinilai baik, maka pemeriksaan bisa lebih sederhana, tetapi jika lemah, auditor akan melakukan pengujian yang lebih mendalam.

4. ) Audit internal dan audit eksternal berbeda dari segi pelaksana dan tujuannya. Audit internal dilakukan oleh pihak dari dalam perusahaan dengan tujuan membantu manajemen dalam memperbaiki dan meningkatkan sistem yang ada. Sementara itu, audit eksternal dilakukan oleh pihak independen dari luar perusahaan untuk memberikan penilaian terhadap kewajaran laporan keuangan, sehingga hasilnya lebih ditujukan untuk pihak luar seperti investor atau pemilik perusahaan.


In reply to First post

Re: Brainstorming

by Suci Tri Wahyuni 2313031012 -
Nama : Suci Tri Wahyuni
Npm : 2313031012

1) Apa yang anda ketahui tentang pengendalian intern?
Menurut saya, pengendalian intern adalah suatu sistem atau proses yang dibuat oleh manajemen dalam sebuah organisasi untuk mengatur dan mengawasi kegiatan operasional agar berjalan sesuai tujuan. Pengendalian ini mencakup kebijakan dan prosedur yang bertujuan untuk menjaga aset, memastikan data akurat, serta memastikan kegiatan sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, pengendalian intern juga memberikan keyakinan bahwa perusahaan dapat mencapai tujuan secara efektif, efisien, dan sesuai hukum.

2) Mengapa penting pengendalian intern bagi sebuah entitas?
Pengendalian intern sangat penting karena:
• Dapat melindungi aset perusahaan dari kecurangan atau penyalahgunaan
• Membantu menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan dapat dipercaya
• Meningkatkan efisiensi operasional perusahaan
• Memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan peraturan
• Mengurangi risiko kesalahan maupun fraud
Dengan adanya pengendalian intern yang baik, perusahaan bisa berjalan lebih terarah dan terhindar dari kerugian.

3) Apa kaitannya pengendalian intern dengan auditing?
Menurut saya, pengendalian intern sangat berkaitan erat dengan auditing karena:
• Auditor akan menilai apakah sistem pengendalian intern dalam perusahaan sudah berjalan dengan baik atau belum
• Jika pengendalian intern kuat, maka proses audit bisa lebih mudah dan efisien
• Sebaliknya, jika pengendalian intern lemah, auditor harus melakukan pemeriksaan lebih mendalam
Jadi, pengendalian intern menjadi dasar bagi auditor dalam menentukan prosedur audit dan tingkat risiko yang ada.

4) Bedakan Audit Internal dengan Audit Eksternal!
Perbedaan audit internal dan eksternal menurut pemahaman saya adalah:
Audit Internal
• Dilakukan oleh pihak dalam perusahaan
• Tujuannya untuk membantu manajemen memperbaiki sistem dan kinerja
• Bersifat berkelanjutan (tidak hanya sekali)
• Fokus pada evaluasi internal dan peningkatan operasional

Audit Eksternal
• Dilakukan oleh pihak luar (akuntan publik independen)
• Tujuannya memberikan opini atas laporan keuangan
• Dilakukan secara periodik (biasanya tahunan)
• Lebih fokus pada kewajaran laporan keuangan

Kesimpulan
Menurut saya, pengendalian intern itu seperti “sistem pengaman” dalam perusahaan. Tanpa itu, perusahaan akan lebih mudah mengalami kesalahan, kecurangan, dan ketidakteraturan. Sedangkan auditing berperan sebagai pihak yang mengecek apakah sistem pengamanan tersebut sudah berjalan dengan baik atau belum.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Dwi Apriyana -
Nama: Dwi Apriyana
Npm: 2313031022

1) Apa yang anda ketahui tentang pengendalian intern?
pengendalian intern adalah sistem yang dibuat perusahaan untuk membantu mengatur dan mengawasi kegiatan agar berjalan sesuai prosedur yang di tentukan. Pengendalian intern tidak hanya berkaitan dengan pengawasan keuangan , tetapi juga meiputi pembagian tugas, pemeriksaan, dan pengamanan aset perusahaan. Dengan adanya pengendalian intern ini, perusahaan bisa mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan maupun kecurangan dalam kegiatan operasional. Selain itu, pengendalian intern juga membantu perusahaan supaya pekerjaan lebih teratur dan data yang dihasilkan lebih dapat dipercaya.

2) Mengapa penting pengendalian intern bagi sebuah entitas?
Pengendalian intern penting karena bisa membantu perusahaan menjaga aset yang dimiliki dan memastikan kegiatan berjalan dengan baik. Kalau pengendalian internnya lemah, risiko terjadinya kesalahan pencatatan, kehilangan aset, atau penyalahgunaan wewenang akan lebih besar. Selain itu, pengendalian intern juga penting untuk menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat dan dapat dipercaya. Dengan begitu, pihak luar seperti investor, kreditur, maupun pemerintah bisa lebih yakin terhadap informasi yang diberikan perusahaan. Jadi, pengendalian intern bukan hanya penting untuk perusahaan saja, tetapi juga penting bagi pihak yang berkaitan dengan perusahaan tersebut.

3) Apa kaitannya pengendalian intern dengan auditing?
Pengendalian intern dan auditing memiliki keterkaitan satu sama lainnya, sebelum auditor melakukan pemeriksaan, biasanya auditor akan melihat dahulu bagaimana sistem pengendalian intern yang ada di perusahaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah sistem yang diterapkan sudah berjalan dengan baik atau belum. Jika pengendalian intern dalam perusahaan sudah baik, auditor akan lebih percaya terhadap data yang ada sehingga pemeriksaannya tidak terlalu luas, jadi, pengendalian intern membantu auditor dalam menentukan langkah pemeriksaan yang akan dilakukan.

4) Bedakan Audit Internal dengan Audit Eksternal!
Audit internal dilakukan oleh bagian internal perusahaan sendiri dan memiliki tujuan untk membantu manajemen dalam mengawasi kegiatan perusahaan. Audit internal lebih fokus pada perbaikan sistem, pengawasan, dan pencegahan masalah yang mungkin terjadi di dalam perusahaan.
Sedangkan audit eksternal dilakukan oleh auditor independen dari luar perusahaan, misalnya dari Kantor akuntan publik, tujuannya adalah memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan. Auditor eksternal harus bersikap independen agar hasil auditnya lebih objektif dan dapat dipercaya oleh pihak luar.