Posts made by Yesi Novia Pitriani

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Yesi Novia Pitriani -
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Perumusan Masalah Penelitian
Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang akan dicari jawabannya melalui proses penelitian, dan harus disusun singkat, jelas, serta dapat diteliti. Sumber masalah bisa berasal dari penyimpangan antara rencana dan kenyataan, pengaduan, kompetisi, maupun pengamatan, bacaan, pengalaman, diskusi ilmiah, dan intuisi peneliti.
Masalah yang baik harus feasible (dapat dijawab dengan dana, waktu, dan sumber data yang tersedia), jelas (tidak menimbulkan tafsir ganda), signifikan (berkontribusi pada ilmu dan pemecahan masalah), serta etis (tidak bertentangan dengan moral dan keyakinan). Bentuk rumusan masalah dapat bersifat deskriptif (menggambarkan satu variabel), komparatif (membandingkan dua atau lebih kelompok), atau asosiatif (menghubungkan dua atau lebih variabel: simetris, kausal, atau timbal balik).

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian disusun sejalan dengan rumusan masalah, tetapi dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan, biasanya diawali dengan frasa seperti “untuk mengetahui”, “untuk menganalisis”, atau “untuk mendeskripsikan”. Pada masalah yang sederhana, tujuan tampak sebagai “versi pernyataan” dari rumusan masalah, tetapi pada masalah kompleks, tujuan membantu memperjelas arah, fokus, dan batasan penelitian.
Tujuan dapat bersifat eksploratif (menjelajah fenomena baru), deskriptif (menggambarkan keadaan), verifikatif (menguji hipotesis/teori), atau pengembangan (menghasilkan model, produk, atau metode baru), tergantung desain dan kebutuhan penelitian.

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian menjelaskan kegunaan hasil penelitian bagi ilmu pengetahuan maupun praktik, baik bagi peneliti sendiri, lembaga, maupun pembaca dan masyarakat. Manfaat teoritis berkaitan dengan kontribusi terhadap pengembangan teori dan kajian ilmiah, sedangkan manfaat praktis terkait dengan pemecahan masalah nyata, perbaikan kebijakan, atau peningkatan praktik di lapangan.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Yesi Novia Pitriani -
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Konsep Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah didefinisikan sebagai penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis untuk menemukan jawaban atas masalah melalui metode ilmiah. Penelitian ilmiah lahir dari rasa ingin tahu yang mendalam, bertujuan memecahkan masalah dan menghasilkan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Peneliti perlu berpikir ilmiah (sistematis, dapat diuji, fleksibel, mampu memprediksi) sehingga masalah dalam kehidupan nyata dapat diselesaikan secara logis dan objektif, bukan hanya berdasarkan perasaan.

Pertimbangan memilih masalah penelitian
Beberapa pertimbangan pokok:
- Workability: sesuai kemampuan peneliti (ilmu, dana, waktu, kondisi lapangan).
- Critical mass: masalah cukup penting/urgens untuk diteliti dan hasilnya jelas bermanfaat.
- Interest: menarik dan sesuai bidang keilmuan peneliti.
- Theoretical value: berpotensi memberi kontribusi pada pengembangan teori/ilmu.
- Practical value: hasilnya bermanfaat untuk memperbaiki praktik (misalnya praktik pendidikan).

Metode dan jenis penelitian ilmiah
1. Berdasarkan sifat dasar:
- Penelitian dasar (basic research): menguji atau mengembangkan teori dan konsep secara abstrak, bisa deduktif (menguji teori) atau induktif (mengembangkan teori dari fakta).
- Penelitian terapan (applied research): memecahkan masalah nyata di masyarakat, misalnya riset evaluasi program, penelitian pengembangan (R&D), dan penelitian tindakan.
2. Berdasarkan tujuan:
- Metode eksploratif: menemukan hal-hal atau gejala yang belum jelas.
- Metode deskriptif: menggambarkan keadaan/karakteristik suatu fenomena secara sistematis.
- Metode verifikatif: menguji hipotesis yang dirumuskan dari teori.
3. Berdasarkan sifat penelitian:
- Studi kasus: kajian mendalam terhadap satu kasus/objek tertentu.
- Studi sejarah: mengkaji peristiwa masa lalu untuk memahami dan memprediksi peristiwa sekarang/masa depan.
- Penelitian eksperimental: menguji hubungan sebab-akibat.
- Studi kelayakan (feasibility study): menilai kelayakan teknis/ekonomis suatu rencana.
- Studi banding/komparatif: membandingkan fenomena untuk mencari hubungan atau perbedaan penting.

Langkah dan prosedur penelitian
Untuk penelitian kuantitatif:
- Mengidentifikasi, memilih, dan merumuskan masalah (dari observasi, bacaan, diskusi, pengalaman).
- Menyusun kerangka pemikiran (berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu).
- Merumuskan hipotesis (dugaan sementara yang dapat diuji).
- Mengumpulkan data, menguji hipotesis secara empiris dengan statistik, membahas hasil, dan menarik kesimpulan.
Untuk penelitian kualitatif:
- Identifikasi masalah yang bersifat fleksibel dan berkembang.
- Tinjauan pustaka untuk memahami gagasan dan temuan terdahulu.
- Merumuskan tujuan (menggali makna, bukan menguji hubungan sebab-akibat).
- Pengumpulan data (teks, gambar, artefak), observasi, pemilihan sampel secara purposive, wawancara, dan analisis data secara induktif.

Manfaat penelitian
Manfaat penelitian dibagi menjadi dua:
- Manfaat teoritis: memperkuat, memodifikasi, atau meruntuhkan teori yang ada, sehingga memperkaya khazanah keilmuan.
- Manfaat praktis: memberikan solusi atau rekomendasi yang dapat langsung dimanfaatkan untuk memecahkan masalah nyata, misalnya dalam praktik pendidikan.

ASP A2025 -> CASE STUDY 2

by Yesi Novia Pitriani -
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Audit kinerja berbasis risiko untuk IzinCerdas disusun dengan memetakan dulu proses perizinan (dari pengajuan sampai izin terbit), lalu mengidentifikasi titik risiko tertinggi: keterlambatan dibanding SLA, status izin yang tidak terbarui, dan celah intervensi manual/penyalahgunaan wewenang. Pada titik-titik risiko tersebut auditor menetapkan indikator dan prosedur uji, misalnya mengukur rata‑rata lama proses per tahap, persentase izin tanpa update status dalam jangka waktu tertentu, serta jumlah perubahan/override keputusan oleh pejabat tertentu.
Teknologi digital digunakan dengan menarik dan menganalisis log sistem: siapa mengakses apa, kapan, dari mana, dan perubahan apa yang dilakukan; kemudian menjalankan analisis pola dan deteksi anomali (izin yang tiba‑tiba dipercepat, izin yang jauh melampaui SLA, akun yang sangat sering mengubah status). Data dianalisis dengan dashboard dan teknik data analytics sederhana (filtering, trend, outlier) untuk mengidentifikasi unit atau akun berisiko tinggi. Dari temuan ini auditor merumuskan rekomendasi penguatan kontrol aplikasi (otorisasi berlapis, jejak audit wajib, kewajiban update status otomatis), perbaikan SOP, dan mekanisme monitoring berkala agar kinerja dan integritas sistem IzinCerdas meningkat