གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Yesi Novia Pitriani

Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Menurut Sugiyono, populasi adalah keseluruhan subjek atau elemen yang menjadi sasaran generalisasi penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang benar‑benar diteliti untuk kemudian hasilnya digeneralisasikan kembali ke populasi tersebut.

Populasi
Populasi adalah kelompok besar (orang, organisasi, dokumen, dsb.) yang menjadi fokus utama penelitian dan yang ingin diberi deskripsi atau kesimpulan melalui data penelitian.
Dalam penelitian kuantitatif, populasi harus didefinisikan jelas (siapa, di mana, kapan) dan, sejauh mungkin, ukuran serta kerangka populasinya (sampling frame) dijelaskan agar dapat dilakukan penarikan sampel secara sistematis.
Peneliti juga perlu mempertimbangkan akses terhadap populasi, misalnya apakah tersedia daftar nama atau unit yang dapat digunakan sebagai dasar penarikan sampel.

Sampel
Sampel adalah sebagian anggota populasi yang dipilih melalui prosedur tertentu (misalnya random, sistematis, atau klaster) untuk mewakili karakteristik populasi.
Dalam desain kuantitatif, pemilihan sampel yang bersifat probabilitas (acak) ditekankan agar setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih dan hasil penelitian dapat digeneralisasikan.
Penentuan ukuran sampel sebaiknya tidak hanya berdasarkan “persentase populasi”, tetapi terkait dengan rencana analisis, margin of error, tingkat kepercayaan, dan proporsi respon yang diharapkan, seperti dijelaskan Creswell dengan merujuk tabel ukuran sampel dari buku survei (misalnya Fowler).

Hubungan populasi dan sampel dalam desain penelitian
Pada desain survei, tujuan utamanya adalah menggambarkan kecenderungan, sikap, atau opini populasi berdasarkan data dari sampel, sehingga kualitas definisi populasi dan prosedur sampling menjadi kunci.
Pada desain eksperimen, peneliti juga mengambil sampel dari populasi, tetapi fokus utamanya adalah menguji pengaruh perlakuan terhadap kelompok sampel; meski demikian, sampel tetap dipilih sedemikian rupa agar hasilnya dapat digeneralisasikan ke populasi yang relevan.

MPPE A2025 -> CASE STUDY 2

Yesi Novia Pitriani གིས-
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Landasan teori
- Teori gaya kepemimpinan: transformasional, transaksional, situasional, demokratis, otokratis, dan laissez-faire menjelaskan perbedaan cara pemimpin memengaruhi bawahan dan terbukti berkaitan dengan kinerja karyawan.
- Teori kinerja karyawan: kinerja diukur dari kuantitas, kualitas, ketepatan waktu, dan tanggung jawab, dan banyak penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.

2. Kerangka pikir sederhana
- Perubahan gaya kepemimpinan di startup (misalnya dari lebih partisipatif ke lebih otoriter atau sebaliknya) memengaruhi cara atasan memberikan arahan, umpan balik, dan dukungan.
- Semakin tepat dan efektif gaya kepemimpinan (misalnya lebih visioner, komunikatif, dan mendukung), semakin baik kinerja karyawan dalam hal produktivitas, kualitas kerja, dan ketepatan waktu.
Secara skematis:
Gaya kepemimpinan (X) → Kinerja karyawan (Y).

3. Rumusan hipotesis
H0: Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan startup X.
H1: Terdapat pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan startup X.

MPPE A2025 -> CASE STUDY

Yesi Novia Pitriani གིས-
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

1. Teori-teori yang relevan
• Teori Pembelajaran Jarak Jauh (Moore): Menjelaskan interaksi dalam daring untuk hasil belajar.
• Community of Inquiry (Garrison et al.): Fokus pada kehadiran kognitif, sosial, dan pengajaran dalam daring.
• TPACK (Mishra & Koehler): Integrasi teknologi, pedagogi, dan konten untuk efektivitas pembelajaran.
• Self-Determination Theory (Deci & Ryan): Motivasi intrinsik/ekstrinsik dalam daring.

2. Kerangka pikir
Kerangka pikir logis dapat digambarkan sebagai berikut (dalam bentuk hierarki hubungan):
Konteks Pasca-Pandemi COVID-19: Pandemi telah meninggalkan dampak seperti normalisasi pembelajaran daring, namun juga tantangan seperti ketidaksetaraan akses internet, kelelahan mental, dan perubahan perilaku belajar. Ini mempengaruhi implementasi daring secara keseluruhan.

Variabel Independen: Pembelajaran Daring
Sub-variabel: Metode daring (e.g., sinkron vs. asinkron), kualitas konten, interaksi instruktur-mahasiswa, dan penggunaan teknologi (e.g., platform LMS seperti Moodle atau Zoom).
Hubungan: Pembelajaran daring yang efektif (berbasis teori TPACK dan Community of Inquiry) meningkatkan keterlibatan mahasiswa.

Variabel Mediator/Intervening: Motivasi mahasiswa (berdasarkan Self-Determination Theory) dan akses teknologi (seperti koneksi internet dan perangkat). Mediator ini memoderasi hubungan antara daring dan hasil belajar, karena motivasi rendah atau akses terbatas dapat mengurangi efektivitas.

Variabel Dependen: Hasil Belajar Mahasiswa
Indikator: Prestasi akademik (nilai ujian), keterampilan kognitif, dan kepuasan belajar.
Hubungan: Pembelajaran daring yang didukung oleh motivasi tinggi dan akses baik akan menghasilkan hasil belajar yang lebih baik, meskipun konteks pascapandemi mungkin memperkenalkan bias (e.g., mahasiswa yang terbiasa dengan daring vs. yang tidak).

Secara visual, kerangka ini dapat direpresentasikan sebagai alur: Konteks Pasca-Pandemi → Pembelajaran Daring → Mediator (Motivasi & Akses Teknologi) → Hasil Belajar. Ini menunjukkan hubungan kausal yang sistematis, di mana setiap elemen saling terkait berdasarkan teori-teori di atas.

3. Hipotesis Penelitian Berdasarkan Kerangka Pikir
Hipotesis Utama:
H0: Pembelajaran daring tidak berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.
H1: Pembelajaran daring berpengaruh positif terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.

Hipotesis Sub-1 (Mediasi Motivasi):
H0: Motivasi mahasiswa tidak memediasi hubungan antara pembelajaran daring dan hasil belajar.
H1: Motivasi mahasiswa memediasi hubungan antara pembelajaran daring dan hasil belajar.

Hipotesis Sub-2 (Moderasi Akses Teknologi):
H0: Akses teknologi tidak memoderasi hubungan antara pembelajaran daring dan hasil belajar.
H1: Akses teknologi memoderasi hubungan antara pembelajaran daring dan hasil belajar, di mana akses baik meningkatkan hasil.

Hipotesis Sub-3 (Pengaruh Adaptasi Pasca-Pandemi):
H0: Efektivitas pembelajaran daring tidak berbeda antara mahasiswa yang telah beradaptasi selama pandemi dan yang belum.
H1: Efektivitas pembelajaran daring lebih tinggi pada mahasiswa yang telah beradaptasi selama pandemi dibandingkan yang belum.

MPPE A2025 -> Menulis Summary e-journal

Yesi Novia Pitriani གིས-
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Artikel ini membahas perbedaan konsep teori, kerangka teori, dan kerangka konseptual dalam penelitian, khususnya untuk proposal dan tesis tingkat magister dan doktor. Fokus utamanya adalah membantu mahasiswa pascasarjana memahami makna, fungsi, dan cara menggunakan ketiga konsep tersebut secara tepat dalam metodologi riset.

Teori didefinisikan sebagai kumpulan konstrak, konsep, dan proposisi yang saling berhubungan untuk menjelaskan atau memprediksi fenomena, serta harus logis, berbasis data empiris, dapat diuji, dan berlaku dalam batas domain tertentu. Kerangka teori adalah struktur yang menyintesis teori-teori relevan dari pakar sebagai “gantungan” untuk menganalisis data, menafsirkan temuan, dan menyusun argumen ilmiah. Kerangka konseptual dibedakan sebagai model analitis yang mengorganisasi variabel atau konsep utama penelitian berdasarkan hasil kajian teori dan konteks riset peneliti.

Artikel juga menjelaskan fungsi kerangka teori untuk meningkatkan kredibilitas, validitas, reliabilitas, dan kedalaman analisis, serta memberi panduan langkah umum mengembangkan kerangka teori melalui telaah pustaka yang komprehensif dan penyusunan asumsi serta variabel yang dianalisis.

MPPE A2025 -> Diskusi

Yesi Novia Pitriani གིས-
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Teori adalah dasar konsep atau penjelasan ilmiah yang menjelaskan hubungan antarvariabel dalam suatu penelitian. Kerangka pikir merupakan alur logis yang menyambungkan teori dengan masalah penelitian, menjelaskan mengapa dan bagaimana variabel tertentu saling terkait. Hipotesis adalah dugaan sementara yang dirumuskan sebagai jawaban atas masalah penelitian, yang akan diuji secara empiris.

Ketiganya saling berhubungan, teori membentuk dasar kerangka pikir, dan dari kerangka pikir disusun hipotesis yang siap diuji dalam penelitian.