Kiriman dibuat oleh Rieke Nindita Sari -

MPPE A2025 -> Membuat summary e journal

oleh Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Jurnal ini membahas secara mendalam tentang konsep paradigma penelitian, yang seringkali membingungkan mahasiswa pascasarjana dan peneliti pemula dalam menyusun proposal penelitian. Paradigma penelitian dijelaskan sebagai cara pandang filosofis atau “worldview” yang memengaruhi bagaimana peneliti memahami realitas, memperoleh pengetahuan, dan menafsirkan data penelitian. Menurut Kivunja dan Kuyini, paradigma merupakan seperangkat keyakinan dasar (beliefs) yang membimbing seluruh proses penelitian, mulai dari pemilihan metode hingga analisis data.
Mengacu pada pemikiran Guba dan Lincoln (1985), penulis menekankan bahwa paradigma terdiri dari empat unsur utama, yaitu epistemologi, ontologi, metodologi, dan aksiologi. Epistemologi membahas bagaimana pengetahuan diperoleh dan divalidasi, ontologi membahas hakikat realitas yang diteliti, metodologi menguraikan pendekatan dan prosedur penelitian, sedangkan aksiologi berkaitan dengan nilai dan etika yang harus dijunjung dalam proses penelitian. Keempat elemen ini saling berhubungan dan menentukan arah penelitian secara keseluruhan.
Jurnal ini juga menjelaskan empat paradigma utama dalam penelitian pendidikan, yaitu positivisme, interpretivisme (konstruktivisme), kritis, dan pragmatis. Paradigma positivisme berfokus pada pengukuran objektif dan data kuantitatif, sedangkan interpretivisme menekankan pemahaman makna dan pengalaman subjektif. Paradigma kritis bertujuan menciptakan perubahan sosial dan memberdayakan pihak yang terpinggirkan, sementara pragmatisme memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sesuai kebutuhan penelitian.
Penulis menegaskan bahwa pemilihan paradigma bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga mencerminkan keyakinan filosofis peneliti terhadap realitas dan pengetahuan. Dengan memahami paradigma secara komprehensif, mahasiswa dan peneliti dapat merancang penelitian yang lebih terarah, etis, dan relevan dengan tujuan ilmiah maupun sosial.

MPPE A2025 -> CASE STUDY

oleh Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

1. Identifikasi masalah penelitian yang relevan dari kasus di atas
Masalah utama dalam kasus ini adalah penurunan jumlah mahasiswa baru selama tiga tahun terakhir meskipun universitas telah melakukan promosi besar-besaran melalui berbagai media. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara upaya promosi yang dilakukan dengan hasil yang diharapkan. Dengan demikian, masalah penelitian yang relevan adalah untuk menyelidiki penyebab penurunan jumlah mahasiswa baru dan mengevaluasi efektivitas strategi promosi yang telah dijalankan universitas.

2. Dua variabel yang dapat dikaji dalam penelitian ini
Dua variabel yang dapat dikaji yaitu efektivitas promosi universitas dan minat calon mahasiswa untuk mendaftar. Efektivitas promosi universitas menjadi variabel independen (X) karena dianggap memengaruhi keputusan calon mahasiswa, sedangkan minat calon mahasiswa menjadi variabel dependen (Y) karena merupakan hasil dari pengaruh promosi yang dilakukan. Selain itu, peneliti juga dapat menambahkan variabel mediasi seperti citra universitas atau kepercayaan terhadap kualitas pendidikan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif.

3. Paradigma penelitian yang paling tepat dan alasannya
Paradigma penelitian yang paling sesuai untuk mengkaji kasus ini adalah paradigma interpretif. Paradigma ini digunakan karena penelitian bertujuan memahami secara mendalam persepsi, pengalaman, dan pandangan calon mahasiswa terhadap promosi universitas, bukan sekadar mengukur hubungan numerik. Melalui pendekatan interpretif, peneliti dapat menggali makna di balik perilaku calon mahasiswa dalam mengambil keputusan, serta menemukan faktor-faktor kualitatif seperti citra universitas, relevansi program studi, dan kredibilitas informasi promosi.

4. Rumusan masalah dan pertanyaan penelitian
Rumusan masalah penelitian ini adalah: “Bagaimana persepsi calon mahasiswa terhadap efektivitas promosi universitas dalam memengaruhi keputusan mereka untuk mendaftar?”
Sedangkan pertanyaan penelitiannya yaitu: “Faktor-faktor apa yang menyebabkan penurunan jumlah mahasiswa baru meskipun universitas telah melakukan promosi secara intensif melalui berbagai media?”

MPPE A2025 -> Diskusi

oleh Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Seorang peneliti perlu memahami masalah, variabel, dan paradigma penelitian karena masalah menjadi fokus utama yang harus dirumuskan secara jelas agar penelitian terarah, variabel adalah aspek yang diukur dan mempengaruhi hasil penelitian sehingga harus didefinisikan dengan tepat, sementara paradigma penelitian merupakan kerangka berpikir yang membimbing peneliti dalam menentukan metode, pendekatan, dan cara memahami serta menjawab masalah penelitian; ketiganya saling terkait dan menjadi dasar keberhasilan suatu penelitian dalam menghasilkan temuan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

MPPE A2025 -> CASE STUDY

oleh Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019
1. Analisis Pendekatan Penelitian yang Paling Sesuai
Menurut saya pendekatan kuantitatif paling sesuai untuk meneliti pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa, karena tujuannya untuk mengukur pengaruh (hubungan sebab-akibat) antara dua variabel penggunaan media digital interaktif (X) dan motivasi belajar siswa (Y). Data yang dikumpulkan berbentuk angka, biasanya melalui angket (skala Likert). Analisis data menggunakan statistik, seperti uji regresi atau korelasi untuk melihat pengaruh signifikan.

2. Langkah-langkah / Prosedur Penelitian Secara Sistematis
Berikut beberapa tahapan penelitian kuantitatif yang bisa diikuti mahasiswa tersebut:
1. Identifikasi Masalah
Mengamati fenomena rendahnya motivasi belajar selama pembelajaran daring. Menganalisis kemungkinan faktor penyebab, salah satunya penggunaan media digital interaktif. Menyusun rumusan masalah, misalnya: “Apakah penggunaan media digital interaktif berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran daring?”
2. Kajian Teori dan Penelitian Terdahulu
Mengumpulkan teori tentang media digital interaktif, motivasi belajar, serta hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Teori ini menjadi dasar penyusunan kerangka berpikir dan hipotesis penelitian.
3. Merumuskan Hipotesis
Jika bersifat kuantitatif, hipotesis yang bisa diajukan misalnya:
- H₀ (nol): Tidak ada pengaruh signifikan antara penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa.
- H₁ (alternatif): Ada pengaruh signifikan antara penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa.
4. Menentukan Variabel dan Definisi Operasional
- Variabel X: Penggunaan media digital interaktif. Indikator: interaktivitas, kemudahan penggunaan, daya tarik visual, umpan balik real-time.
- Variabel Y: Motivasi belajar. Indikator: ketekunan, perhatian, minat, semangat mencapai prestasi, partisipasi aktif.
5. Menentukan Populasi dan Sampel
Contohnya populasi adalah seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran daring di sekolah/kelas tertentu. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi menggunakan teknik sampling (acak sederhana, purposive, dll.) sesuai kebutuhan.
6. Menyusun dan Menguji Instrumen
Menggunakan angket tertutup dengan skala Likert (1–5) untuk mengukur kedua variabel. Sebelum digunakan, lakukan uji validitas (korelasi item–total) dan uji reliabilitas (Cronbach Alpha).
7. Pengumpulan Data
Menyebarkan angket secara online (misalnya melalui Google Form) kepada responden yang telah ditentukan. Pastikan responden memahami isi pertanyaan dan menjawab dengan jujur.
8. Analisis Data
Gunakan analisis deskriptif (rata-rata, persentase) untuk menggambarkan kondisi masing-masing variabel. Gunakan analisis inferensial, misalnya Uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antar variabel atau Uji regresi linier sederhana untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel X terhadap Y.
9. Penarikan Kesimpulan dan Saran
Menarik kesimpulan berdasarkan hasil uji statistik. Memberikan saran terkait efektivitas media digital dalam meningkatkan motivasi belajar.
10. Penyusunan Laporan Penelitian
Disusun sistematis:
Bab I Pendahuluan
Bab II Kajian Pustaka
Bab III Metode Penelitian
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab V Kesimpulan dan Saran

3. Potensi Masalah dalam Pelaksanaan Penelitian dan Solusinya
a. Responden sulit dihubungi karena pembelajaran daring, solusinya gunakan media komunikasi yang aktif (grup WA, Google Form, email sekolah)
b. Siswa tidak memahami isi angket, solusinya gunakan bahasa yang sederhana dan uji coba instrumen terlebih dahulu
c. Bias jawaban (jawaban asal atau tidak jujur), solusinya anonimkan angket dan tekankan bahwa jawaban bersifat rahasia
d. Keterbatasan waktu dan akses internet, solusinya atur waktu pengisian dan beri pengingat melalui guru atau wali kelas

4. Penyusunan dan Uji Validitas Instrumen Penelitian
Langkah Penyusunan Instrumen
1. Menentukan indikator setiap variabel berdasarkan teori.
2. Menyusun butir pernyataan sesuai indikator (positif dan negatif).
3. Gunakan skala Likert (1–5):

Uji Validitas dan Reliabilitas
• Uji Validitas:
Menggunakan korelasi product moment antara skor butir dengan skor total. Butir dinyatakan valid jika r hitung > r tabel.
• Uji Reliabilitas:
Menggunakan rumus Cronbach Alpha. Instrumen reliabel jika nilai α > 0,7.

MPPE A2025 -> Summary

oleh Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN
Masalah adalah kesenjangan (discrepancy) antara apa yang seharusnya (harapan) dengan apa yang ada dalam kenyataan sekarang. Kesenjangan tersebut dapat mengacu kepada ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, politik, sosial budaya, pendidikan dan lainnya. Perumusan masalah atau research questions atau disebut juga sebagai research problem, diartikan sebagai suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena atau kesenjangan baik dalam kedudukannya sebagai fenomena mandiri, maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait dengan yang lainnya, mungkin sebagai penyebab maupun sebagai akibat.

IDENTIFIKASI MASALAH DAN TUJUAN PENELITIAN
Adanya suatu kondisi problematik tertentu, yang menandakan suatu penelitian dapat dikembangkan, yaitu:
1. Adanya kesenjangan dari yang seharusnya (teori maupun fakta empirik temuan penelitian terdahulu) dengan kenyataan sekarang yang dihadapi.
2. Dari kesenjangan tersebut dapat dikembangkan pertanyaan, mengapa kesenjangan itu terjadi.
3. Pertanyaan tersebut memungkinkan untuk dijawab, dan jawabannya lebih dari satu kemungkinan.

SUMBER-SUMBER MASALAH PENELITIAN
1. Pengalaman Pribadi
2. Lanjutan atau Perluasan Penelitian
3. Sumber Kepustakaan: buku Teks, Jurnal, Laporan Penelitian
4. Forum Pertemuan Ilmiah dan Diskusi
5. Observasi atau pengalaman langsung dalam praktek
6. Perubahan Paradigma dalam pendidikan
7. Fenomena Pendidikan dalam kelas, luar kelas dan di Masyarakat
8. Deduksi dari teori

CIRI-CIRI MASALAH YANG BAIK
Masalah dapat dikatakan baik jika memiliki:
1. Kontribusi
2. Orisinalitas
3. Pernyataan Permasalahan
4. Aspek Kelayakan (Feasibility)
Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan mengenai apa yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan. Rumusan masalah penelitian menggunakan kalimat ‘pertanyaan’ sedangkan Tujuan penelitian menggunakan kalimat ‘pernyataan’. Tujuan penelitian yang diharapkan, sesuai dengan Sifat dan Karakteristik penelitian, yaitu:
a. Tujuan harus ada hubungannya dengan rumusan masalah atau secara eksplisit diarahkan untuk menjawab perumusan masalah.
b. Tujuan penelitian dinyatakan dengan kalimat deklaratif.
c. Tujuan penelitian dikemukakan sebagai sesuatu yang ingin dicapai melalui proses penelitian.
d. Tujuan penelitian harus jelas dan tegas

JUDUL PENELITIAN
Judul penelitian merupakan bagian yang dicantumkan pada bagian paling awal penelitian. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris. Hipotesis menyatakan hubungan apa yang kita cari atau ingin kita pelajari. Hipotesis adalah keterangan sementara dari hubungan fenomena-fenomena yang kompleks.
Hipotesis ada dua jenis yaitu:
a. Ho adalah hipotesis ditolak
b. H1 adalah hipotesis diterima (biasa dikatakan sebagai hipótesis penelitian)
Namun, tidak setiap penelitian menggunakan hipotesis.
Hipotesis Penelitian:
a. Merupakan suatu pernyataan sementara atau dugaan jawaban yang paling memungkinkan walaupun harus dibuktikan dengan penelitian.
b. Hipotesis merupakan anggapan sementara tentang suatu fenomena tertentu yang akan diselidiki.
c. Kegunaannya untuk membantu peneliti agar proses penelitiannya lebih terarah dan mencapai hasil penelitiannya.
d. Tidak semua penelitian menggunakan hipotesis, khususnya yang menggunakan desain deskriptif, desain eksploratori dan penelitian kualitatif.
e. Dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan.
f. Sudah mengarah (bagaimana bentuk perbedaan atau hubungan yang dipermasalahkan).
g. Banyaknya sesuai dengan kerangka berpikir dan rumusan masalah, tanpa kata ‘diduga’.

Hipotesis Penelitian merupakan bagian penting dalam penelitian, karena dapat menghubungkan antara teori dan observasi dan sebaliknya. Hipotesis ini harus disusun sebelum pengumpulan data, karena dua alasan yaitu:
1. Suatu hipotesis yang baik menunjukkan bahwa penelitian mempunyai pengetahuan yang cukup luas tentang apa yang akan ditelitinya.
2. Hipotesis memberikan petunjuk tentang cara pengumpulan data yang diperlukan dan interprestasinya. Dengan demikian tidak akan terjadi pemborosan waktu yang sia-sia dalam pelaksanaan penelitian.