Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019
Jurnal ini membahas secara mendalam tentang konsep paradigma penelitian, yang seringkali membingungkan mahasiswa pascasarjana dan peneliti pemula dalam menyusun proposal penelitian. Paradigma penelitian dijelaskan sebagai cara pandang filosofis atau “worldview” yang memengaruhi bagaimana peneliti memahami realitas, memperoleh pengetahuan, dan menafsirkan data penelitian. Menurut Kivunja dan Kuyini, paradigma merupakan seperangkat keyakinan dasar (beliefs) yang membimbing seluruh proses penelitian, mulai dari pemilihan metode hingga analisis data.
Mengacu pada pemikiran Guba dan Lincoln (1985), penulis menekankan bahwa paradigma terdiri dari empat unsur utama, yaitu epistemologi, ontologi, metodologi, dan aksiologi. Epistemologi membahas bagaimana pengetahuan diperoleh dan divalidasi, ontologi membahas hakikat realitas yang diteliti, metodologi menguraikan pendekatan dan prosedur penelitian, sedangkan aksiologi berkaitan dengan nilai dan etika yang harus dijunjung dalam proses penelitian. Keempat elemen ini saling berhubungan dan menentukan arah penelitian secara keseluruhan.
Jurnal ini juga menjelaskan empat paradigma utama dalam penelitian pendidikan, yaitu positivisme, interpretivisme (konstruktivisme), kritis, dan pragmatis. Paradigma positivisme berfokus pada pengukuran objektif dan data kuantitatif, sedangkan interpretivisme menekankan pemahaman makna dan pengalaman subjektif. Paradigma kritis bertujuan menciptakan perubahan sosial dan memberdayakan pihak yang terpinggirkan, sementara pragmatisme memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sesuai kebutuhan penelitian.
Penulis menegaskan bahwa pemilihan paradigma bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga mencerminkan keyakinan filosofis peneliti terhadap realitas dan pengetahuan. Dengan memahami paradigma secara komprehensif, mahasiswa dan peneliti dapat merancang penelitian yang lebih terarah, etis, dan relevan dengan tujuan ilmiah maupun sosial.
NPM : 2313031019
Jurnal ini membahas secara mendalam tentang konsep paradigma penelitian, yang seringkali membingungkan mahasiswa pascasarjana dan peneliti pemula dalam menyusun proposal penelitian. Paradigma penelitian dijelaskan sebagai cara pandang filosofis atau “worldview” yang memengaruhi bagaimana peneliti memahami realitas, memperoleh pengetahuan, dan menafsirkan data penelitian. Menurut Kivunja dan Kuyini, paradigma merupakan seperangkat keyakinan dasar (beliefs) yang membimbing seluruh proses penelitian, mulai dari pemilihan metode hingga analisis data.
Mengacu pada pemikiran Guba dan Lincoln (1985), penulis menekankan bahwa paradigma terdiri dari empat unsur utama, yaitu epistemologi, ontologi, metodologi, dan aksiologi. Epistemologi membahas bagaimana pengetahuan diperoleh dan divalidasi, ontologi membahas hakikat realitas yang diteliti, metodologi menguraikan pendekatan dan prosedur penelitian, sedangkan aksiologi berkaitan dengan nilai dan etika yang harus dijunjung dalam proses penelitian. Keempat elemen ini saling berhubungan dan menentukan arah penelitian secara keseluruhan.
Jurnal ini juga menjelaskan empat paradigma utama dalam penelitian pendidikan, yaitu positivisme, interpretivisme (konstruktivisme), kritis, dan pragmatis. Paradigma positivisme berfokus pada pengukuran objektif dan data kuantitatif, sedangkan interpretivisme menekankan pemahaman makna dan pengalaman subjektif. Paradigma kritis bertujuan menciptakan perubahan sosial dan memberdayakan pihak yang terpinggirkan, sementara pragmatisme memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sesuai kebutuhan penelitian.
Penulis menegaskan bahwa pemilihan paradigma bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga mencerminkan keyakinan filosofis peneliti terhadap realitas dan pengetahuan. Dengan memahami paradigma secara komprehensif, mahasiswa dan peneliti dapat merancang penelitian yang lebih terarah, etis, dan relevan dengan tujuan ilmiah maupun sosial.