Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009
Konsep Peneltian Ilmiah
Dalam BAB ini menjelaskan bahwa penelitian ilmiah lebih unggul dibandingkan non-ilmiah karena dapat diukur, empiris dan diandalkan untuk memecahkan masalah secara objektif bukan berdasarkan subjektivitas. Penelitian ilmiah itu proses sistematis untuk memecahkan masalah melalui observasi fenomena, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengumpulan data, uji hipotesis, dan penarikan kesimpulan yangberawal dari rasa ingin tahu manusia untuk memahami suatu fenomena.
Pertimbangan dalam Memilih masalah untuk Penelitian
- Workability (Sesuai dengan kemampuan peneliti berupa finansialnya, pengetahuannya serta waktu)
- Critical mass (Seberapa besar urgensi atau manfaatnya)
- Interest (Menarik dan sesuai bagi peneliti)
- Theoreticcal Value (Menambah ilmu baru)
- Practical Value (seberapa jauh dalam membantu praktek di lapangan)
Metode Penelitian Ilmiah
Terdapat dua jenis utama yakni, Penelitian Dasar (Basic) dan Penelitian Terapan (Applied). Penelitian Dasar : Untuk mengembangkan dan mengevaluasi konsep teori. Penelitian Terapan : Untuk memberikan solusi dari permasalahannya.
- Berdasarkan tujuan meliputi metode eksplorasi, deskriptif, dan verifikatif.
- Berdasarkan sifat meiputi metode studi kasus, studi sejarah, penelitian eksperimental (sebab-akibat), studi kelayakan dan studi banding.
Langkah Prosedur Penelitian
1. Kuantitatif (linier, deduktif): Identifikasi/rumusin masalah, susun
kerangka pikir teori, hipotesis, uji empiris menggunakan statistik, bahas,
kesimpulan.
2. Kualitatif (non-linier, induktif): Mulai identifikasi masalah fleksibel,
tinjau pustaka, tujuan ambil makna, mengumpulkan data (teks/gambar), observasi,
sampel purposive, wawancara, analisis tanpa validitas-reliabilitas kaku.
Manfaat Penelitian
Manfaat teoritis dalam penelitian berfungsi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan menguji, memperkuat, atau meruntuhkan teori yang sudah ada, sehingga menjadi dasar untuk penelitian dan pengembangan teori selanjutnya. Sementara manfaat praktis adalah dampak langsung yang dapat digunakan masyarakat untuk memecahkan masalah nyata di lapangan, seperti penerapan hasil penelitian untuk memperbaiki proses pembelajaran atau kebijakan.