གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Aulya Syifa Zulkarnaen

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

Aulya Syifa Zulkarnaen གིས-

Nama    : Aulya Syifa Zulkarnaen

NPM      : 2313031009

Konsep Peneltian Ilmiah

Dalam BAB ini menjelaskan bahwa penelitian ilmiah lebih unggul dibandingkan non-ilmiah karena dapat diukur, empiris dan diandalkan untuk memecahkan masalah secara objektif bukan berdasarkan subjektivitas. Penelitian ilmiah itu proses sistematis untuk memecahkan masalah melalui observasi fenomena, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengumpulan data, uji hipotesis, dan penarikan kesimpulan yangberawal dari rasa ingin tahu manusia untuk memahami suatu fenomena.

Pertimbangan dalam Memilih masalah untuk Penelitian

  1. Workability (Sesuai dengan kemampuan peneliti berupa finansialnya, pengetahuannya serta waktu)
  2. Critical mass (Seberapa besar urgensi atau manfaatnya)
  3. Interest (Menarik dan sesuai bagi peneliti)
  4. Theoreticcal Value (Menambah ilmu baru)
  5. Practical Value (seberapa jauh dalam membantu praktek di lapangan)

Metode Penelitian Ilmiah

Terdapat dua jenis utama yakni, Penelitian Dasar (Basic) dan Penelitian Terapan (Applied). Penelitian Dasar :  Untuk mengembangkan dan mengevaluasi konsep teori. Penelitian Terapan : Untuk memberikan solusi dari permasalahannya. 

  • Berdasarkan tujuan meliputi metode eksplorasi, deskriptif, dan verifikatif.
  • Berdasarkan sifat meiputi metode studi kasus, studi sejarah, penelitian eksperimental (sebab-akibat), studi kelayakan dan studi banding.

Langkah Prosedur Penelitian

1. Kuantitatif (linier, deduktif): Identifikasi/rumusin masalah, susun kerangka pikir teori, hipotesis, uji empiris menggunakan statistik, bahas, kesimpulan.​
2. Kualitatif (non-linier, induktif): Mulai identifikasi masalah fleksibel, tinjau pustaka, tujuan ambil makna, mengumpulkan data (teks/gambar), observasi, sampel purposive, wawancara, analisis tanpa validitas-reliabilitas kaku.​​

Manfaat Penelitian

Manfaat teoritis dalam penelitian berfungsi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan menguji, memperkuat, atau meruntuhkan teori yang sudah ada, sehingga menjadi dasar untuk penelitian dan pengembangan teori selanjutnya. Sementara manfaat praktis adalah dampak langsung yang dapat digunakan masyarakat untuk memecahkan masalah nyata di lapangan, seperti penerapan hasil penelitian untuk memperbaiki proses pembelajaran atau kebijakan.

ASP A2025 -> Summary

Aulya Syifa Zulkarnaen གིས-
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

analisis investasi sektor publik adalah proses evaluasi yang mendalam terhadap alokasi dan penggunaan dana publik untuk proyek dan program pemerintah dengan tujuan menilai efektivitas dan efisiensi investasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Proses ini meliputi identifikasi kebutuhan investasi, analisis biaya-manfaat, serta evaluasi kelayakan dari berbagai aspek teknis, sosial, ekonomi, hingga distribusi manfaat. Faktor-faktor seperti tingkat diskonto, inflasi, risiko, dan ketersediaan dana menjadi pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan investasi. Selain itu, proses ini mengharuskan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif serta manajemen proyek yang baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil agar investasi memberikan dampak nyata, termasuk akses yang lebih baik terhadap layanan publik dan pengurangan kemiskinan. Pendekatan berbasis hasil dan transparansi dalam evaluasi meningkatkan akuntabilitas sehingga sumber daya publik digunakan secara optimal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Dengan demikian, analisis investasi publik yang komprehensif dan sistematis sangat penting untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

ASP A2025 -> Diskusi

Aulya Syifa Zulkarnaen གིས-
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

Dalam sektor publik, pengelolaan anggaran memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa sumber daya yang ada dimanfaatkan secara efisien dan tepat sasaran. Berbagai pendekatan pengelolaan anggaran dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan pemerintahan dan institusi publik yang beragam, dengan karakteristik dan fokus yang berbeda-beda. Setiap jenis anggaran dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana publik sesuai dengan konteks organisasi, kebijakan pemerintah, serta tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi. Pendekatan ini membantu pemerintah merencanakan, mengendalikan, dan memantau pengeluaran agar lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil yang mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Berikut beberapa jenis anggaran sektor publik beserta penjelasannya :
1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN,) mengatur keseluruhan penerimaan dan pengeluaran pemerintah pusat selama satu tahun, termasuk belanja rutin, pembangunan, serta transfer ke daerah dan dana desa. Sumber pendapatan utama berupa pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan hibah. APBN berperan penting dalam stabilitas ekonomi nasional dan pembangunan infrastruktur.
2. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah rencana keuangan pemerintah daerah yang mencakup pendapatan asli daerah, dana perimbangan (seperti Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus), dan belanja daerah untuk pelayanan publik lokal seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur daerah sesuai kewenangannya.
3. Anggaran Defisit, terjadi ketika pengeluaran pemerintah melebihi pendapatan. Biasanya defisit ini dibiayai lewat penerbitan utang. Anggaran defisit dapat digunakan sebagai strategi fiskal untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dalam keadaan tertentu.
4. Anggaran Surplus adalah kondisi ketika pendapatan lebih besar daripada pengeluaran, yang memungkinkan pemerintah mengalokasikan kelebihan dana untuk investasi atau pengurangan utang.
5. Anggaran Berimbang, memastikan pendapatan dan pengeluaran sama, bertujuan menjaga stabilitas fiskal dan menghindari peningkatan utang negara.
6. Anggaran Kinerja, menekankan pada pencapaian hasil (output dan outcome) dengan menghubungkan pendanaan pada indikator kinerja. Jenis ini meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas penggunaan sumber daya publik.
7. Anggaran Kas, hanya mencatat kas yang masuk dan keluar selama periode tertentu, berguna untuk pengelolaan likuiditas dan memonitor aliran kas jangka pendek tanpa memperhitungkan piutang atau hutang.