Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 2313031048
Rendahnya efektivitas implementasi platform digital SehatMandiri dapat disebabkan oleh beberapa faktor utama. Pertama, kurangnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) di Puskesmas dan klinik dalam mengoperasikan sistem baru. Banyak tenaga kesehatan yang belum terbiasa dengan teknologi digital, sehingga penggunaan sistem tidak optimal. Kedua, koordinasi dan integrasi data yang lemah antar fasilitas kesehatan menyebabkan munculnya data yang tidak sinkron, seperti perbedaan catatan rekam medis pasien atau hasil pemeriksaan. Ketiga, kurangnya pemantauan dan evaluasi berkala, sehingga kendala teknis dan hambatan pengguna tidak segera diidentifikasi dan diperbaiki. Akibatnya, pelayanan menjadi lambat dan menimbulkan keluhan masyarakat.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pendekatan audit kinerja berbasis data agar evaluasi lebih objektif dan terukur. Tahapan audit dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Perencanaan audit, yaitu menentukan tujuan audit seperti menilai efektivitas sistem, tingkat pemanfaatan oleh fasilitas kesehatan, dan kepuasan masyarakat.
2. Pengumpulan data, meliputi data penggunaan sistem (login, jumlah transaksi, dan laporan pengguna), data keluhan masyarakat, serta hasil survei kepuasan pasien.
3. Analisis data, auditor dapat menggunakan metode statistik untuk menilai pola penggunaan sistem dan mengidentifikasi fasilitas yang belum aktif.
4. Evaluasi hasil audit, yaitu membandingkan hasil yang dicapai dengan target program digitalisasi.
5. Penyusunan rekomendasi, misalnya pelatihan ulang bagi tenaga kesehatan, peningkatan sistem integrasi data, dan penguatan monitoring berbasis real-time.
NPM: 2313031048
Rendahnya efektivitas implementasi platform digital SehatMandiri dapat disebabkan oleh beberapa faktor utama. Pertama, kurangnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) di Puskesmas dan klinik dalam mengoperasikan sistem baru. Banyak tenaga kesehatan yang belum terbiasa dengan teknologi digital, sehingga penggunaan sistem tidak optimal. Kedua, koordinasi dan integrasi data yang lemah antar fasilitas kesehatan menyebabkan munculnya data yang tidak sinkron, seperti perbedaan catatan rekam medis pasien atau hasil pemeriksaan. Ketiga, kurangnya pemantauan dan evaluasi berkala, sehingga kendala teknis dan hambatan pengguna tidak segera diidentifikasi dan diperbaiki. Akibatnya, pelayanan menjadi lambat dan menimbulkan keluhan masyarakat.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pendekatan audit kinerja berbasis data agar evaluasi lebih objektif dan terukur. Tahapan audit dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Perencanaan audit, yaitu menentukan tujuan audit seperti menilai efektivitas sistem, tingkat pemanfaatan oleh fasilitas kesehatan, dan kepuasan masyarakat.
2. Pengumpulan data, meliputi data penggunaan sistem (login, jumlah transaksi, dan laporan pengguna), data keluhan masyarakat, serta hasil survei kepuasan pasien.
3. Analisis data, auditor dapat menggunakan metode statistik untuk menilai pola penggunaan sistem dan mengidentifikasi fasilitas yang belum aktif.
4. Evaluasi hasil audit, yaitu membandingkan hasil yang dicapai dengan target program digitalisasi.
5. Penyusunan rekomendasi, misalnya pelatihan ulang bagi tenaga kesehatan, peningkatan sistem integrasi data, dan penguatan monitoring berbasis real-time.