གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Fajriyatur Rohmah 2313031048

ASP B2025 -> Diskusi

Fajriyatur Rohmah 2313031048 གིས-
Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 2313031048

1. Paradigma Anggaran Tradisional dan Anggaran Berbasis NPM
Paradigma anggaran tradisional berfokus pada pengendalian input dan kepatuhan terhadap aturan. Sistem ini menekankan seberapa banyak dana yang digunakan, bukan seberapa besar hasil atau manfaat yang dicapai. Dalam model ini, keberhasilan organisasi publik sering diukur dari kesesuaian antara realisasi dan rencana anggaran, bukan dari kinerja yang dihasilkan. Akibatnya, pendekatan ini cenderung birokratis dan kurang fleksibel dalam menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat (Mardiasmo, 2018).

Sebaliknya, paradigma anggaran berbasis New Public Management (NPM) menekankan hasil (output dan outcome) daripada sekadar input. Pendekatan ini berorientasi pada efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas publik. Pemerintah dipandang seperti organisasi yang memberikan layanan kepada “pelanggan”, sehingga kinerja dan hasil pelayanan menjadi ukuran utama keberhasilan. Dalam sistem ini, manajer publik diberi keleluasaan lebih besar untuk mengelola anggaran, namun tetap harus mempertanggungjawabkan hasilnya (Hood, 1991; Bastian, 2019).

2. Implementasi ZBB dalam Mengatasi Kesenjangan
Untuk menjembatani kesenjangan antara dua paradigma tersebut, dapat diterapkan Zero-Based Budgeting (ZBB) atau anggaran berbasis nol. Dalam ZBB, setiap kegiatan harus dievaluasi dari awal (dari nol), bukan hanya melanjutkan anggaran tahun sebelumnya. Hal ini membuat setiap program harus benar-benar dibuktikan manfaat dan efisiensinya sebelum didanai.

Dengan menerapkan ZBB, pemerintah dapat menekan pemborosan anggaran yang sering terjadi dalam sistem tradisional, sekaligus mendorong pendekatan berbasis kinerja seperti dalam NPM. ZBB membantu memastikan bahwa dana dialokasikan hanya pada program yang relevan, produktif, dan mendukung tujuan strategis organisasi publik.

Dengan demikian, ZBB berperan sebagai jembatan antara paradigma lama yang fokus pada kepatuhan dengan paradigma baru yang berorientasi pada hasil, sehingga tercipta sistem anggaran yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.