Posts made by Ranum Sri Rahayu

ASP C2025 -> Diskusi

by Ranum Sri Rahayu -
Nama : Ranum Sri Rahayu
NPM : 2313031074

Dalam memilih teknik akuntansi sektor publik, terdapat beberapa pertimbangan penting yang harus diperhatikan agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat mencerminkan kondisi keuangan lembaga secara akurat dan akuntabel. Menurut Mardiasmo (2018), tujuan utama akuntansi sektor publik adalah untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Oleh karena itu, teknik akuntansi yang dipilih harus mampu menyediakan informasi yang relevan bagi pengambilan keputusan publik.

Pertama, pemilihan teknik akuntansi perlu disesuaikan dengan tujuan pelaporan keuangan. Jika lembaga bertujuan menampilkan informasi secara menyeluruh mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas, maka teknik berbasis akrual lebih tepat digunakan karena menggambarkan posisi keuangan secara komprehensif. Kedua, kebutuhan pengguna informasi juga perlu diperhatikan, karena laporan keuangan sektor publik digunakan oleh berbagai pihak seperti pemerintah, DPR, dan masyarakat.

Selain itu, faktor kemampuan sumber daya manusia dan sistem akuntansi juga menjadi pertimbangan penting. Akuntansi berbasis akrual membutuhkan tenaga ahli dan sistem pencatatan yang lebih kompleks dibandingkan basis kas. Regulasi pemerintah, seperti yang tercantum dalam PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), juga menjadi dasar dalam menentukan teknik akuntansi yang digunakan oleh instansi publik.

Terakhir, pemilihan teknik akuntansi harus mendukung prinsip good governance dan akuntabilitas publik, yaitu memastikan bahwa setiap penggunaan dana publik dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan efisien. Dengan demikian, pemilihan teknik akuntansi sektor publik tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab moral dan profesional dalam mengelola keuangan negara.
Nama : Ranum Sri Rahayu
NPM : 2313031074

Dalam metodologi penelitian, populasi diartikan sebagai keseluruhan subjek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi perhatian peneliti untuk diteliti atau ditarik kesimpulannya. Menurut Creswell (2014), populasi adalah kelompok besar individu yang menjadi sasaran dari penelitian, sedangkan sampel merupakan sebagian dari populasi yang benar-benar diteliti. Sampel diambil agar peneliti dapat melakukan generalisasi hasil penelitian terhadap seluruh populasi.

Dalam penelitian kuantitatif, pemilihan sampel harus dilakukan secara objektif dan representatif agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan. Creswell menjelaskan bahwa teknik sampling dalam pendekatan kuantitatif biasanya menggunakan probability sampling, seperti simple random sampling, stratified sampling, atau cluster sampling. Tujuannya adalah agar setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel.

Sementara dalam penelitian kualitatif, sampel dipilih secara non-probabilitas (non-random) dengan menggunakan purposive sampling, snowball sampling, atau criterion sampling. Tujuannya bukan untuk generalisasi, melainkan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap fenomena. Creswell menekankan pentingnya pemilihan partisipan yang dapat memberikan informasi yang kaya dan relevan dengan fokus penelitian.

Dalam jurnal-jurnal penelitian pendidikan ekonomi, konsep populasi dan sampel juga dijelaskan dengan pendekatan yang sama. Misalnya, populasi dapat berupa seluruh mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi di suatu universitas, sedangkan sampelnya diambil sebagian dengan memperhatikan jumlah, strata, atau tingkat semester tertentu. Peneliti biasanya menggunakan rumus Slovin atau Krejcie & Morgan untuk menentukan jumlah sampel yang proporsional terhadap populasi.

Selain itu, dalam konteks pendidikan ekonomi, pengambilan sampel harus memperhatikan karakteristik homogenitas (misalnya kemampuan akademik, program studi, atau pengalaman belajar ekonomi) agar data yang diperoleh valid dan dapat mewakili populasi secara akurat.