གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Dia Ravikasari

MPPE C2025 -> Diskusi

Dia Ravikasari གིས-
Nama: Dia Ravikasari
NPM: 2313031067
Kelas: C

Langkah-langkah prosedur penelitian adalah sebagai berikut:
1. Identifikasi Masalah
Tentukan masalah yang akan diteliti secara jelas dan spesifik untuk menjadi fokus penelitian.
2. Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Rumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan penelitian dan tetapkan tujuan yang ingin dicapai.
3. Kajian Pustaka
Lakukan kajian literatur untuk memahami teori, konsep, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik.
4. Penentuan Metode Penelitian
Pilih jenis dan metode penelitian yang sesuai, misalnya kuantitatif, kualitatif, atau campuran, termasuk teknik pengumpulan data dan analisis.
5. Populasi dan Sampel
Tentukan populasi dan cara pengambilan sampel yang representatif agar data valid.
6. Pengumpulan Data
Laksanakan pengumpulan data sesuai metode yang telah ditentukan, misal observasi, kuesioner, wawancara, atau eksperimen.
7. Analisis Data
Analisis data dengan teknik yang sesuai, baik statistik deskriptif/inferensial untuk kuantitatif atau analisis tematik/kualitatif.
8. Interpretasi dan Kesimpulan
Tafsirkan hasil analisis untuk menjawab pertanyaan penelitian, serta buat kesimpulan dan saran.

ASP C2025 -> Diskusi

Dia Ravikasari གིས-
Nama: Dia Ravikasari
NPM: 2313031067

1. Paradigma Anggaran Tradisional dan Anggaran Berbasis NPM
- Anggaran Tradisional
Paradigma anggaran tradisional bersifat incremental (bertahap), line-item, dan sentralistis (Majid, 2019). Sering kali anggaran tahun depan didasarkan pada realisasi tahun sebelumnya dengan penyesuaian tertentu (misal inflasi) tanpa mengevaluasi kebutuhan secara mendasar (Majid, 2019; Haryanto dkk., 2007). Sistem ini kurang transparan, cenderung tidak responsif, dan kurang mengakomodasi efektivitas dan efisiensi secara optimal (Majid, 2019).
- Anggaran Berbasis NPM (New Public Management)
Paradigma NPM berorientasi pada hasil, kinerja, dan akuntabilitas. Anggaran NPM menggunakan pendekatan yang lebih sistematis dan rasional dengan menekankan value for money, pencapaian tujuan, dan penggunaan metode seperti Performance Budgeting, Planning Programming and Budgeting System (PPBS), dan Zero Based Budgeting (ZBB) (Majid, 2019). Fokusnya adalah efektivitas penggunaan dana, transparansi, dan pengawasan yang ketat (Majid, 2019).

2. Implementasi Zero Based Budgeting (ZBB) untuk Mengatasi Kesenjangan
Proses Implementasi ZBB
1) Identifikasi unit keputusan (responsibility center) sebagai pengelola anggaran.
2) Penyusunan paket keputusan yang merinci kegiatan, biaya, dan manfaat.
3) Evaluasi dan pemeringkatan paket berdasarkan nilai tambah dan prioritas.
4) Alokasi sumber daya berdasarkan paket terbaik untuk mencapai tujuan organisasi (Majid, 2019).

Mengatasi Kesenjangan
ZBB bertindak sebagai jembatan antara anggaran tradisional dan NPM dengan menyediakan metode yang lebih analitis dan berbasis kinerja untuk penganggaran. Hal ini meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, dan relevansi pengeluaran publik, yang sesuai dengan prinsip NPM (Majid, 2019).