གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Dia Ravikasari

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

Dia Ravikasari གིས-
Nama: Dia Ravikasari
NPM: 2313031067

Bab 5 membahas langkah penting dalam proses penelitian, yaitu menentukan teknik sampling, desain penelitian, serta instrumen penelitian yang tepat. Penelitian merupakan proses sistematis, terkontrol, dan empiris yang berlandaskan teori dan hipotesis. Tujuannya adalah menghasilkan temuan yang dapat dipertanggungjawabkan dan berguna dalam memecahkan masalah nyata maupun mengembangkan ilmu pengetahuan.

Peneliti perlu memahami konsep populasi dan sampel. Populasi mencakup keseluruhan subjek dengan karakteristik tertentu, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili keseluruhan. Teknik sampling dibedakan menjadi dua jenis utama: sampling acak (probability sampling) dan non-acak (non-probability sampling). Teknik acak meliputi simple random sampling, stratified random sampling, cluster sampling, dan systematic sampling. Sedangkan teknik non-acak mencakup purposive, snowball, accidental, quota, dan saturated sampling. Pemilihan teknik harus mempertimbangkan tujuan penelitian, karakteristik populasi, serta keterbatasan sumber daya.

Selanjutnya, bab ini menjelaskan tentang desain penelitian (research design) sebagai kerangka atau peta penelitian yang mengatur bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis. Desain penelitian mencakup unsur penting seperti judul penelitian, latar belakang masalah, tujuan dan hipotesis, kerangka dasar penelitian, serta metode penarikan sampel. Desain yang baik membantu peneliti menjawab hipotesis dengan efisien dan objektif.

Bagian terakhir membahas instrumen penelitian, yaitu alat bantu yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data, seperti kuesioner, tes, lembar observasi, atau pedoman wawancara. Instrumen yang baik harus memenuhi tiga syarat utama, yaitu validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas. Validitas mengukur sejauh mana instrumen dapat mengukur apa yang seharusnya diukur, reliabilitas memastikan konsistensi hasil pengukuran, sedangkan praktikabilitas menekankan kemudahan penggunaan dan efisiensi instrumen.

Dengan memahami teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen yang tepat, peneliti dapat menghasilkan penelitian yang valid, reliabel, serta relevan dengan tujuan ilmiah dan praktis. Bab ini menjadi fondasi penting bagi peneliti sebelum melangkah ke tahap analisis data dan pengujian hipotesis.

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

Dia Ravikasari གིས-

Nama: Dia Ravikasari

NPM: 2313031067


Bab ini membahas tiga komponen penting dalam penelitian, yaitu teknik sampling, desain penelitian, serta instrumen penelitian beserta persyaratannya.


Pertama, teknik sampling dijelaskan sebagai cara peneliti menentukan sebagian anggota populasi untuk dijadikan sampel penelitian. Teknik sampling dibedakan menjadi dua, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling memberi peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih, seperti simple random sampling, stratified random sampling, dan cluster sampling. Sementara non-probability sampling tidak memberikan peluang yang sama dan sering digunakan dalam penelitian kualitatif, contohnya purposive sampling, snowball sampling, dan quota sampling. Pemilihan teknik sampling harus mempertimbangkan tujuan penelitian, jumlah populasi, serta kondisi lapangan agar hasilnya representatif.


Kedua, desain penelitian diuraikan sebagai kerangka dasar yang mengatur langkah-langkah penelitian mulai dari pengumpulan data hingga analisis. Desain berfungsi sebagai peta atau pedoman yang menuntun arah penelitian agar tetap fokus pada tujuan dan hipotesis. Unsur utama dalam desain penelitian meliputi: judul, latar belakang masalah, tujuan dan hipotesis, kerangka dasar, serta teknik penarikan sampel. Desain penelitian harus disusun secara sistematis agar penelitian dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.


Ketiga, instrumen penelitian dijelaskan sebagai alat yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan dan mengukur data terkait variabel yang diteliti. Instrumen dapat berupa tes maupun non-tes, tergantung pada jenis data yang diinginkan. Instrumen yang baik harus memenuhi tiga syarat utama, yaitu:

1. Validitas, memastikan instrumen benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur.

2. Reliabilitas, menunjukkan konsistensi hasil ketika digunakan berulang kali.

3. Praktikabilitas, berkaitan dengan kemudahan, efisiensi waktu, serta keterpakaian instrumen di lapangan.


Bab ini menegaskan bahwa ketiga elemen (sampling, desain penelitian, dan instrumen) merupakan fondasi utama dalam metodologi penelitian. Kesalahan dalam salah satu tahap akan berpengaruh besar terhadap validitas hasil penelitian. Oleh karena itu, peneliti dituntut memahami setiap langkah secara mendalam agar mampu menghasilkan data yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

Dia Ravikasari གིས-
Nama: Dia Ravikasari
NPM: 2313031067

Bab 3 buku "Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus" menjelaskan tentang kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis dalam penelitian.

Kerangka teoritis merupakan konsep abstrak dan kerangka acuan yang berfungsi memperjelas ruang lingkup variabel penelitian, memprediksi fakta, serta menjadi dasar merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian. Kerangka pikir adalah sintesa yang menggambarkan hubungan antar variabel yang akan diteliti dan merupakan rancangan untuk memecahkan permasalahan penelitian berdasarkan teori dan hasil penelitian sebelumnya.

Hipotesis adalah dugaan sementara mengenai hubungan antar variabel yang harus diuji kebenarannya melalui penelitian. Fungsi hipotesis mencakup membatasi bagian penelitian, memberikan fakta yang membantu penelitian, dan memandu pengujian empiris dan penyusunan kesimpulan.

Bab ini juga menguraikan hubungan erat antara kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis. Hipotesis diturunkan dari teori dan literatur yang relevan untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Kerangka teoritis membantu membentuk hipotesis yang valid dan relevan untuk diuji secara empiris.