Nama: Andani Tanemu
NPM: 2313031078
Setelah menyimak video tersebut, menurut saya gambaran tentang SDM Indonesia sebenarnya tidak bisa disederhanakan hanya sebagai “rendah” atau “tinggi”. Video itu menekankan bahwa anggapan SDM Indonesia rendah sering kali merupakan persepsi yang tidak sepenuhnya tepat, karena Indonesia masih memiliki potensi besar, bahkan secara produktivitas berada di posisi menengah di kawasan Asia Tenggara. Namun di sisi lain, memang masih ada berbagai tantangan yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal kualitas pendidikan, pemerataan akses, serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman .
Menurut saya, kondisi SDM Indonesia saat ini berada pada tahap “sedang berkembang”. Artinya, kita punya jumlah penduduk yang besar (bonus demografi), tetapi kualitasnya belum sepenuhnya optimal. Banyak tenaga kerja yang masih belum memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga produktivitas belum maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa masalah utama bukan pada jumlah SDM, tetapi pada kualitas dan kesiapan menghadapi perubahan, terutama di era teknologi dan globalisasi.
NPM: 2313031078
Setelah menyimak video tersebut, menurut saya gambaran tentang SDM Indonesia sebenarnya tidak bisa disederhanakan hanya sebagai “rendah” atau “tinggi”. Video itu menekankan bahwa anggapan SDM Indonesia rendah sering kali merupakan persepsi yang tidak sepenuhnya tepat, karena Indonesia masih memiliki potensi besar, bahkan secara produktivitas berada di posisi menengah di kawasan Asia Tenggara. Namun di sisi lain, memang masih ada berbagai tantangan yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal kualitas pendidikan, pemerataan akses, serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman .
Menurut saya, kondisi SDM Indonesia saat ini berada pada tahap “sedang berkembang”. Artinya, kita punya jumlah penduduk yang besar (bonus demografi), tetapi kualitasnya belum sepenuhnya optimal. Banyak tenaga kerja yang masih belum memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga produktivitas belum maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa masalah utama bukan pada jumlah SDM, tetapi pada kualitas dan kesiapan menghadapi perubahan, terutama di era teknologi dan globalisasi.