གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ MUHAMMAD WILDAN GHANI

MPPE C2025 -> Diskusi

MUHAMMAD WILDAN GHANI གིས-
Nama : Muhammad Wildan Ghani
NPM : 2313031002

Populasi dalam penelitian merujuk pada keseluruhan kumpulan objek, subjek, atau elemen yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi target studi. Sampel adalah bagian kecil dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan populasi tersebut guna pengumpulan data yang efisien.​

Jenis Populasi
Populasi dapat diklasifikasikan berdasarkan jumlahnya menjadi populasi terbatas (jumlahnya diketahui dan terhingga) dan tak terbatas (jumlahnya tidak diketahui atau tak terhingga). Selain itu, berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi homogen (seragam karakternya) dan heterogen (beragam), serta berdasarkan aksesibilitas menjadi populasi target (ideal) dan populasi survei (aktual yang dapat dijangkau).​

Pengertian Sampel
Sampel merupakan subset dari populasi yang diambil secara representatif untuk menghasilkan data yang dapat digeneralisasikan ke populasi secara keseluruhan. Sampel yang baik harus memenuhi ciri representatif, terukur sesuai kebutuhan analisis, dan praktis dalam pengelolaan.​

Hal yang Diperhatikan Peneliti
Peneliti harus mempertimbangkan tingkat homogenitas populasi, presisi yang diinginkan, rancangan analisis data, serta ketersediaan dana, waktu, dan tenaga. Teknik sampling seperti probability (acak) atau nonprobability (nonacak) perlu dipilih agar sampel mewakili populasi dengan akurat, menghindari bias, dan memungkinkan generalisasi hasil

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

MUHAMMAD WILDAN GHANI གིས-
Nama : Muhammad Wildan Ghani
NPM : 2313031002

Bab 4 dari buku Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus membahas tiga elemen kunci dalam sebuah studi penelitian, yakni metode pengambilan sampel, rancangan penelitian, serta alat ukur penelitian lengkap dengan kriteria-kriterianya.

Pertama, metode pengambilan sampel digambarkan sebagai proses yang dilakukan peneliti untuk memilih sebagian elemen dari populasi guna menjadi wakil sampel studi. Metode ini terbagi menjadi dua kategori utama: probability sampling dan non-probability sampling. Pada probability sampling, setiap elemen populasi memiliki kesempatan setara untuk terpilih, misalnya melalui simple random sampling, stratified random sampling, atau cluster sampling. Sebaliknya, non-probability sampling tidak menjamin kesetaraan peluang tersebut dan biasa dipakai pada riset kualitatif, seperti purposive sampling, snowball sampling, serta quota sampling. Saat memilih metode, peneliti perlu memperhatikan sasaran studi, ukuran populasi, dan situasi di lapangan supaya sampel tetap mewakili secara akurat.

Kedua, rancangan penelitian dijelaskan sebagai blueprint yang mengatur seluruh tahapan studi, mulai dari pengumpulan data hingga pengolahan dan analisisnya. Rancangan ini berperan sebagai panduan utama yang menjaga agar proses tetap selaras dengan tujuan serta dugaan awal studi. Komponen pokoknya mencakup judul, latar belakang isu, sasaran beserta hipotesis, konsep dasar, dan cara pemilihan sampel. Rancangan harus dibuat secara terstruktur untuk memastikan pelaksanaan studi berjalan lancar, hemat waktu, dan sumber daya.

Ketiga, alat ukur penelitian didefinisikan sebagai perangkat yang dipakai peneliti guna memperoleh serta mengukur data mengenai variabel-variabel yang diteliti. Alat ini bisa berbentuk tes atau non-tes, disesuaikan dengan tipe data yang dibutuhkan. Alat ukur yang berkualitas harus memenuhi tiga persyaratan esensial:

Validitas, yang menjamin alat benar-benar menangkap apa yang dimaksudkan.

Reliabilitas, yang mencerminkan kestabilan hasil saat alat digunakan ulang.

Praktikabilitas, terkait dengan kesederhanaan penggunaan, penghematan waktu, dan kemudahan penerapannya di lapangan.

Bab ini menekankan bahwa ketiga unsur tersebut pengambilan sampel, rancangan penelitian, dan alat ukur merupakan pondasi metodologi riset. Kelemahan pada salah satu bagian bisa merusak keabsahan keseluruhan temuan. Karenanya, peneliti wajib menguasai setiap aspek secara menyeluruh untuk menghasilkan data yang tepat, tidak berpihak, dan layak diuji secara ilmiah.