Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047
Kelas : 23B
1. Paradigma Anggaran Tradisional dan Anggaran Berbasis NPM
Dalam melihat perbedaan antara anggaran tradisional dan anggaran berbasis NPM, saya memahami bahwa keduanya membawa cara pandang yang berbeda tentang bagaimana pemerintah harus mengelola keuangannya. Anggaran tradisional lebih berfokus pada input dan kepatuhan prosedural. Banyak sumber menyebut bahwa model ini cenderung birokratis dan orientasinya adalah memastikan belanja sesuai aturan, bukan memastikan program mencapai hasil tertentu.
Sebaliknya, anggaran berbasis NPM mengikuti prinsip-prinsip manajemen modern. Teori NPM mengarahkan pemerintah agar lebih menekankan efisiensi, kinerja, dan orientasi hasil. Anggaran tidak hanya melihat berapa dana yang dipakai, tetapi juga apa dampak dari penggunaan dana tersebut terhadap masyarakat.
Dengan demikian, paradigma tradisional berpijak pada logika kepatuhan, sementara NPM berpijak pada pencapaian hasil dan nilai publik.
2. Implementasi ZBB dalam Mengatasi Kesenjangan Dua Pendekatan
Zero Based Budgeting (ZBB) dapat menjadi solusi untuk mengatasi celah antara anggaran tradisional dan anggaran berbasis NPM. ZBB mengharuskan seluruh program dievaluasi dari nol, sehingga setiap aktivitas harus membuktikan kembali urgensi dan manfaatnya. Pendekatan ini menghindarkan pemerintah dari pola anggaran yang hanya mengulang belanja tahun sebelumnya.
ZBB membantu mengatasi kekurangan anggaran tradisional yang terlalu statis, dan sekaligus memperkuat prinsip anggaran berbasis NPM yang menekankan kinerja serta efisiensi. Dengan cara ini, ZBB membuat perencanaan anggaran lebih obyektif, adaptif, dan berorientasi hasil.