གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Fani Dimas Prasetyo 2313031047

ASP B2025 -> Summary

Fani Dimas Prasetyo 2313031047 གིས-
Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047

Analisis investasi di sektor publik pada dasarnya adalah proses menilai seberapa layak dan bermanfaatnya sebuah proyek pemerintah untuk dijalankan, tetapi cara berpikirnya tidak sesederhana mengejar keuntungan seperti di sektor swasta. Pemerintah justru melihat sejauh mana investasi tersebut mampu memberikan dampak sosial, memperbaiki kualitas hidup masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dalam praktiknya, analisis semacam ini melibatkan penilaian terhadap manfaat yang tidak selalu bisa diukur dengan angka, seperti peningkatan akses pendidikan, berkurangnya waktu tempuh karena adanya infrastruktur baru, atau meningkatnya rasa aman masyarakat setelah fasilitas publik diperbaiki. Selain itu, pemerintah juga menimbang risiko, biaya pemeliharaan, serta keberlanjutan proyek agar tidak membebani anggaran di masa mendatang. Diskusi mengenai investasi publik biasanya juga memperhatikan pemerataan—apakah proyek tersebut hanya menguntungkan wilayah tertentu atau memberi dampak luas bagi masyarakat banyak. Di lapangan, analisis investasi sering kali menjadi bahan perdebatan karena setiap pihak punya prioritas berbeda, namun pada akhirnya keputusan yang diambil harus mempertimbangkan efisiensi penggunaan anggaran dan manfaat jangka panjang yang paling besar. Dengan begitu, investasi sektor publik tidak hanya menjadi aktivitas pembelanjaan, tetapi juga strategi pembangunan yang diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat saat ini dan peluang kemajuan di masa depan.

ASP B2025 -> Diskusi

Fani Dimas Prasetyo 2313031047 གིས-
Nama: fani dimas prasetyo
npm : 2313031047

Kalau kita ngobrol soal jenis anggaran sektor publik, biasanya yang muncul itu beberapa macam. Pertama, ada anggaran operasional, yang dipakai buat kebutuhan rutin kayak gaji pegawai dan biaya layanan sehari-hari. Lalu anggaran modal, yang fokus ke pembangunan besar seperti jalan, sekolah, dan fasilitas publik lain. Teman lain biasanya nyebut anggaran berbasis kinerja, yang melihat apakah uang yang dipakai benar-benar menghasilkan output dan outcome sesuai target. Terus ada anggaran surplus atau defisit, yang nunjukkin kondisi keuangan pemerintah—apakah pendapatan lebih besar dari pengeluaran atau sebaliknya. Ada juga anggaran partisipatif, yang disusun bareng masyarakat lewat musyawarah dan forum warga. Terakhir, anggaran tetap dan fleksibel, yang bedanya ada di apakah anggaran boleh berubah mengikuti kondisi atau harus tetap sesuai rencana awal.