Kiriman dibuat oleh Fani Dimas Prasetyo 2313031047

MPPE B2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Fani Dimas Prasetyo 2313031047 -
Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047

Bab 2 membahas bagaimana peneliti merumuskan masalah, menentukan tujuan, dan menyusun manfaat penelitian secara sistematis. Pada dasarnya, rumusan masalah menjadi fondasi utama dalam penelitian karena menentukan arah dan fokus kajian. Peneliti perlu mendefinisikan fenomena yang dianggap sebagai masalah dan merumuskannya dalam bentuk pertanyaan penelitian. Latar belakang masalah disusun berdasarkan fenomena empiris maupun teori, dengan memperhatikan urgensi, relevansi, serta dukungan data dan teori. Sumber masalah dapat berasal dari kepustakaan, hasil penelitian terdahulu, observasi lapangan, maupun pengalaman pribadi.

Rumusan masalah harus memenuhi kriteria tertentu: feasible (dapat diteliti), jelas, signifikan, dan etis. Jenis rumusan masalah dibagi menjadi tiga, yaitu deskriptif (menggambarkan kondisi variabel tertentu), komparatif (membandingkan dua atau lebih kondisi), dan asosiatif (menjelaskan hubungan antarvariabel baik yang bersifat simetris, kausal, maupun timbal balik).

Selanjutnya, tujuan penelitian merupakan jawaban atas rumusan masalah yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan. Tujuan bisa bersifat eksploratif, verifikatif, atau pengembangan metode. Tujuan membantu peneliti menjaga arah penelitian agar tetap fokus pada permasalahan yang dikaji.

Sementara itu, manfaat penelitian menjelaskan kontribusi penelitian baik secara teoritis (pengembangan ilmu pengetahuan dan pengujian teori) maupun praktis (pemecahan masalah nyata di lapangan). Penulisan manfaat penelitian harus rasional, sistematis, dan berdasarkan hasil penelitian, bukan asumsi pribadi. Fungsi manfaat penelitian antara lain menjadi dasar penelitian lanjutan, inspirasi kebijakan, dan penerapan praktis di dunia nyata.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

oleh Fani Dimas Prasetyo 2313031047 -
Nama : Fani Dimas Prasetyo
Npm : 2313031047

1. Pendekatan Penelitian yang Paling Sesuai
Pendekatan yang paling sesuai adalah pendekatan kuantitatif, khususnya penelitian eksperimen atau quasi-eksperimen, atau penelitian korelasional.

Alasan:
Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa. Kata pengaruh menunjukkan hubungan sebab–akibat yang paling tepat dianalisis secara kuantitatif.

Motivasi belajar dapat diukur secara objektif menggunakan skala atau angket (misalnya skala Likert).

Pendekatan kuantitatif memungkinkan:

Pengukuran tingkat motivasi sebelum dan sesudah penggunaan media digital interaktif.

Analisis data secara statistik untuk menguji hipotesis.

Catatan: Jika mahasiswa ingin memperdalam pemahaman pengalaman siswa, pendekatan mixed methods (kuantitatif + kualitatif) juga dapat digunakan sebagai penguatan, tetapi pendekatan utama tetap kuantitatif.

2. Langkah-Langkah / Prosedur Penelitian Secara Sistematis
1. Identifikasi Masalah
Menemukan adanya:

Rendahnya motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring.

Penggunaan media digital yang belum optimal atau belum diketahui efektivitasnya.

2. Perumusan Masalah
Contoh:

“Apakah penggunaan media digital interaktif berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran daring?”

3. Tujuan Penelitian
Mengetahui pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa.

4. Kajian Teori dan Perumusan Hipotesis
Mengkaji teori motivasi belajar (misalnya teori motivasi intrinsik–ekstrinsik).

Mengkaji konsep media digital interaktif.

Contoh hipotesis:

H₁: Terdapat pengaruh positif penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa.

H₀: Tidak terdapat pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa.

5. Penentuan Variabel Penelitian
Variabel bebas (X): Media digital interaktif

Variabel terikat (Y): Motivasi belajar siswa

6. Penentuan Desain Penelitian
Desain quasi-eksperimen (misalnya pretest–posttest).

Atau desain korelasional jika tidak memungkinkan eksperimen.

7. Penentuan Populasi dan Sampel
Populasi: Seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran daring.

Sampel: Diambil menggunakan teknik tertentu (random sampling atau purposive sampling).

8. Penyusunan Instrumen Penelitian
Angket motivasi belajar berbentuk skala Likert.

Lembar observasi atau dokumentasi sebagai data pendukung.

9. Pengumpulan Data
Dilakukan secara daring (Google Form, LMS, dll).

Pretest dan posttest jika menggunakan desain eksperimen.

10. Analisis Data
Uji prasyarat (normalitas, homogenitas).

Uji statistik (uji t, regresi, atau korelasi).

11. Penarikan Kesimpulan dan Penyusunan Laporan
Menafsirkan hasil analisis.

Menyusun laporan penelitian sesuai sistematika ilmiah.

MPPE B2025 -> Summary

oleh Fani Dimas Prasetyo 2313031047 -
Nama : Fani Dimas Prasetyo
Npm : 2313031047

Bab ini menekankan bahwa perumusan masalah bukan hanya sekadar mengidentifikasi masalah, tetapi juga menyusunnya sedemikian rupa agar dapat membimbing jalannya penelitian. Proses ini melibatkan penyusunan pertanyaan penelitian yang menggali sebab-sebab terjadinya kesenjangan tersebut, yang bisa berasal dari pengalaman pribadi, penelitian terdahulu, atau kekosongan dalam literatur. Penulis juga mencatat bahwa mengidentifikasi masalah penelitian dengan benar dianggap sebagai langkah yang sudah menyelesaikan separuh dari proses penelitian itu sendiri.

- Relevansi dengan Penelitian Mandiri :
Bab ini mengaitkan konsep perumusan masalah dengan penelitian mandiri, terutama bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan proposal tesis. Ditekankan bahwa mahasiswa harus menguasai keterampilan untuk mengidentifikasi inti permasalahan penelitian, menentukan ciri-ciri masalah yang baik, serta menjelaskan tujuan penelitian dengan tepat. Ini merupakan dasar penting dalam menyiapkan penelitian yang berdampak.

- Tujuan dan Pentingnya Penelitian :
Tujuan instruksional dari modul ini adalah untuk membantu mahasiswa memahami bagaimana merumuskan masalah penelitian dengan baik. Tujuan penelitian adalah apa yang ingin dicapai melalui penelitian, dan ini harus berhubungan erat dengan rumusan masalah. Rumusan masalah biasanya dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, sedangkan tujuan penelitian diungkapkan dalam kalimat pernyataan yang deklaratif.

- Pertanyaan Penelitian :
Masalah penelitian atau pertanyaan penelitian menjadi fokus utama dari penelitian. Pertanyaan ini mengajukan hal-hal penting terkait fenomena atau kesenjangan yang dihadapi, seperti mengapa suatu kesenjangan terjadi. Perumusan masalah penelitian ini berkaitan erat dengan desain penelitian, pengembangan kerangka teori, dan metode pengumpulan data. Peneliti harus mampu memformulasikan masalah sedemikian rupa agar penelitian menjadi terarah dan menghasilkan jawaban yang valid.

- Jenis Masalah Penelitian :
Bab ini menjelaskan tiga jenis masalah penelitian utama:
1. Masalah Deskriptif, yaitu untuk menggambarkan status variabel atau fenomena.
2. Masalah Komparatif , yang membandingkan dua atau lebih variabel atau fenomena.
3. Masalah Asosiatif/Korelatif , yang mencari hubungan antara dua variabel atau lebih.

Ketiga jenis masalah ini memberikan kerangka bagi peneliti untuk menentukan pendekatan penelitian yang sesuai, apakah hanya untuk mendeskripsikan, membandingkan, atau mencari hubungan.
Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047

Langkah-Langkah Penelitian

1. Identifikasi dan Pemilihan Masalah
Menemukan masalah yang penting, layak, dan menarik untuk diteliti.

2. Perumusan Masalah
Masalah yang ditemukan dijabarkan dalam bentuk pertanyaan penelitian yang jelas dan terarah.

3. Tinjauan Pustaka
Mengkaji teori, konsep, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan untuk memperkuat penelitian.

4. Menentukan Tujuan dan Manfaat Penelitian
Menjelaskan apa yang ingin dicapai dan siapa yang mendapat manfaat dari hasil penelitian.

5. Penyusunan Kerangka Teori dan Kerangka Pikir
Menyusun dasar teoretis dan alur logis yang menjadi acuan penelitian.

6. Perumusan Hipotesis (jika diperlukan)
Menyusun dugaan sementara yang akan diuji kebenarannya (umumnya pada penelitian kuantitatif).

7. Penentuan Metode Penelitian
Memilih pendekatan (kualitatif/kuantitatif), jenis penelitian, serta teknik analisis yang akan digunakan.

8. Menentukan Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
Menetapkan subjek penelitian dan cara mengambil sampel.

9. Menyusun Instrumen Penelitian
Menentukan alat pengumpul data seperti angket, pedoman wawancara, lembar observasi, dan sebagainya.

10. Pengumpulan Data
Melakukan pengamatan, wawancara, tes, dokumentasi, atau angket sesuai metode yang dipilih.

11. Analisis Data
Mengolah data menggunakan teknik statistik (kuantitatif) atau analisis tematik (kualitatif).

12. Pembahasan Hasil Penelitian
Menginterpretasi hasil analisis, menghubungkannya dengan teori dan penelitian sebelumnya.

13. Penarikan Kesimpulan
Menjawab rumusan masalah dan menjelaskan temuan utama penelitian.

14. Penyusunan Laporan Penelitian/Skripsi
Menyusun seluruh proses dan hasil penelitian dalam bentuk laporan ilmiah.