Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043
Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043
Nama : Igha Mawardhani
NPM: 2313031043
Izin mengirimkan link gdrive ibu, https://drive.google.com/file/d/1PlNuiRNcuuQjxZqXlhSomH_34oedCxv8/view?usp=drive_link
Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043
Artikel ini membahas audit siklus persediaan dan pergudangan yang merupakan salah satu bagian penting dalam audit laporan keuangan perusahaan manufaktur. Persediaan memiliki nilai yang cukup besar dan berhubungan langsung dengan proses produksi serta penentuan laba perusahaan. Oleh karena itu, audit terhadap persediaan diperlukan untuk memastikan bahwa pencatatan, penyimpanan, dan pelaporannya telah dilakukan secara benar dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Salah satu kelebihan artikel ini adalah penggunaan berbagai teknik pengumpulan data, seperti observasi, wawancara, kuesioner, dan analisis dokumen. Dengan metode tersebut, penulis dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi perusahaan. Selain itu, artikel menjelaskan proses audit secara sistematis mulai dari pemahaman sistem pengendalian internal, identifikasi kelemahan, hingga evaluasi kewajaran penyajian persediaan dalam laporan keuangan.
Hasil audit menunjukkan bahwa nilai persediaan yang disajikan dalam laporan keuangan perusahaan telah didukung oleh dokumen yang memadai dan secara umum telah disajikan secara wajar. Perusahaan juga telah menerapkan prosedur pengendalian internal yang cukup baik serta melakukan stock opname secara berkala. Namun, masih ditemukan beberapa kelemahan, seperti belum adanya dokumen khusus untuk mencatat pemakaian dan pengeluaran bahan baku serta kurang optimalnya pengamanan gudang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kesalahan pencatatan maupun kehilangan persediaan.
Meskipun memberikan pembahasan yang cukup detail, penelitian ini hanya berfokus pada satu perusahaan sehingga hasilnya belum tentu dapat diterapkan pada perusahaan lain. Selain itu, artikel lebih menekankan pada analisis kondisi internal perusahaan dan belum banyak membahas perbandingan dengan praktik terbaik atau penelitian sejenis sehingga ruang lingkup pembahasannya masih terbatas.
Menurut saya, artikel ini cukup baik karena mampu menunjukkan pentingnya audit persediaan dan pergudangan dalam menjaga keandalan laporan keuangan. Artikel juga berhasil mengidentifikasi beberapa kelemahan pengendalian internal yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan. Rekomendasi yang diberikan, seperti penyusunan dokumen pemakaian bahan baku, peningkatan pengamanan gudang, dan perbaikan prosedur pengendalian internal, sangat relevan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan persediaan. Secara keseluruhan, artikel ini memberikan pemahaman yang baik mengenai penerapan audit persediaan dan pentingnya pengendalian internal dalam mendukung kewajaran laporan keuangan perusahaan.