Posts made by Diva Rihhadatul Zahria

E COMMERCE C26 -> Summary journal

by Diva Rihhadatul Zahria -
Nama: Diva Rihhadatul Zahria
NPM: 2313031076

Berdasarkan artikel ilmiah berjudul “Klasifikasi Jenis-Jenisl Bisnis E-Commerce di Indonesia” (Mahir Pradana, 2015), sektor perdagangan digital memiliki variasi model bisnis yang unik dengan karakteristik serta mekanisme transaksi tersendiri. Studi ini membagi bentuk e-commerce menjadi enam kelompok utama, yakni layanan iklan baris (listing), pasar daring (online marketplace), pusat perbelanjaan virtual (shopping mall), toko daring mandiri, pemanfaatan media sosial sebagai lapak niaga, serta model penggalangan massa (crowdsourcing/crowdfunding). Ragam platform tersebut turut melahirkan berbagai pola interaksi komersial, seperti B2B, B2C, C2C, C2B, B2G, hingga G2C.

Lebih lanjut, riset tersebut menggarisbawahi bahwa kesuksesan sebuah bisnis digital tidak semata-mata diukur dari volume transaksi. Keberhasilan ini juga sangat bergantung pada dimensi kualitas sistem, informasi, dan layanan, tingkat penggunaan, serta kepuasan dan manfaat yang dirasakan konsumen—mengacu pada kerangka konseptual DeLone dan McLean. Di samping itu, unsur budaya masyarakat memegang peranan penting dalam membentuk kebiasaan serta cara pandang pengguna saat bertransaksi secara digital.

Secara keseluruhan, literatur ini menyimpulkan bahwa evolusi industri e-commerce tidak hanya didorong oleh kemajuan infrastruktur teknologi semata. Faktor penentu lainnya meliputi ketepatan pemilihan model bisnis, prima tidaknya kualitas layanan, pemenuhan ekspektasi pengguna, serta penyesuaian terhadap karakteristik sosial dan kultural masyarakat lokal. Dengan demikian, pemahaman komprehensif terhadap berbagai elemen tersebut menjadi fondasi krusial guna mendorong pertumbuhan bisnis e-commerce yang berkelanjutan serta selaras dengan dinamika kebutuhan pasar di tanah air.

ASP B26 -> Diskusi

by Diva Rihhadatul Zahria -
Nama : Diva Rihhadatul Zahria
Npm : 2313031076

Menurut pendapat saya, Value for money audit penting di sektor publik karena memastikan uang masyarakat dipakai dengan cara yang tepat, tidak boros, dan memberi manfaat nyata. Audit ini menilai apakah suatu program berjalan efisien, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat, bukan hanya sekadar menghabiskan anggaran. Hasilnya membantu instansi pemerintah memperbaiki cara kerja, membuat program lebih berdampak, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap penggunaan dana negara.

ASP B26 -> Diskusi

by Diva Rihhadatul Zahria -
Nama: Diva Rihhadatul Zahria
NPM: 2313031076

Laporan keuangan sektor publik terdiri dari beberapa jenis utama yang berfungsi untuk menyajikan informasi keuangan secara transparan, akuntabel, dan lengkap. Jenis-jenis laporan keuangan sektor public, yaitu seperti:
1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA): Laporan ini membandingkan anggaran yang direncanakan dengan realisasi atau penggunaan anggaran selama periode tertentu.
2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (SAL): Laporan ini menunjukkan perubahan saldo anggaran lebih dari periode sebelumnya, memperlihatkan sisa anggaran yang belum terpakai dan dapat dialokasikan Kembali.
3. Neraca atau Laporan Posisi Keuangan: Neraca menyajikan posisi keuangan entitas publik pada tanggal tertentu, mencakup aset, kewajiban, dan ekuitas. Ini memberikan gambaran tentang kekuatan dan kelemahan posisi keuangan.
4. Laporan Operasional atau Laporan Kinerja Keuangan: Laporan ini menampilkan pendapatan dan biaya selama periode tertentu, menunjukkan surplus atau defisit dari aktivitas operasional.
5. Laporan Arus Kas: Laporan yang menggambarkan aliran kas masuk dan keluar selama periode, penting untuk mengelola likuiditas dan memahami sumber serta penggunaan kas.
6. Catatan atas Laporan Keuangan (CALK): Menyediakan penjelasan dan rincian tambahan yang memperjelas informasi dalam laporan keuangan utama, sehingga memberikan konteks lebih luas bagi pengguna laporan.

ASP B26 -> Summary

by Diva Rihhadatul Zahria -
NAMA : Diva Rihhadatul Zahria
NPM : 2313031076

Simpulan materi minggu ini tentang Pengukuran Kinerja Sektor Publik menekankan pentingnya alat ukur untuk menilai efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas lembaga pemerintah. Pengukuran kinerja tidak hanya berfokus pada aspek keuangan, tetapi juga pada hasil (outcome) yang dirasakan masyarakat. Indikator Kinerja Utama (KPI) seperti input, output, outcome, dan efisiensi digunakan untuk menilai kinerja secara menyeluruh. Sistem seperti Balanced Scorecard dan Penganggaran Berbasis Kinerja membantu menghubungkan hasil kinerja dengan penggunaan anggaran agar lebih tepat sasaran.

Selain itu, berbagai laporan keuangan seperti neraca, laporan realisasi anggaran, dan arus kas penting untuk menggambarkan kondisi keuangan instansi publik. Tantangan seperti keterbatasan data dan resistensi terhadap perubahan perlu diatasi agar sistem akuntansi berjalan optimal. Secara keseluruhan, pemahaman tentang akuntansi sektor publik dan pengukuran kinerja penting untuk meningkatkan pengelolaan keuangan pemerintah serta membangun kepercayaan masyarakat.

ASP B26 -> Diskusi

by Diva Rihhadatul Zahria -
Diva Rihhadatul Zahria (2313031076)

Menurut pendapat saya, pengukuran kinerja sektor publik adalah sistem yang bertujuan membantu manajer publik menilai pencapaian tujuan organisasi melalui indikator finansial dan non-finansial. Sistem ini tidak hanya mengukur output atau hasil langsung, tetapi juga memperhatikan efisiensi, dampak, serta kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan. Pengukuran kinerja sektor publik sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, akuntabilitas, dan efektivitas pelayanan publik, dengan menggunakan berbagai pendekatan seperti analisis anggaran, balanced scorecard, dan audit kinerja. Dengan demikian, pengukuran kinerja mendukung peningkatan efisiensi, transparansi, dan pertanggungjawaban dalam penyelenggaraan pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat.