NAMA : NELA AMELIA
NPM : 2313031050
1. Pendekatan Penelitian yang Tepat
Pendekatan kuantitatif sangat cocok digunakan dalam penelitian ini karena tujuan utamanya adalah menguji pengaruh media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa, yaitu hubungan sebab-akibat yang dapat diukur dengan data numerik. Penelitian kuantitatif memungkinkan penggunaan instrumen terstruktur seperti kuesioner atau skala motivasi yang menghasilkan data angka dan dianalisis secara statistik. Pendekatan kualitatif dapat dipakai jika ingin menggali pengalaman atau makna subjektif penggunaan media, namun untuk menguji pengaruh secara sistematis, pendekatan kuantitatif adalah pilihan yang lebih tepat.
2. Langkah-langkah Sistematis Prosedur Penelitian
• Merumuskan masalah secara jelas, misalnya: "Apakah penggunaan media digital interaktif mempengaruhi motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring?"
• Melakukan tinjauan pustaka untuk menelaah teori dan penelitian terdahulu terkait media digital dan motivasi belajar.
• Menyusun hipotesis, misalnya: "Penggunaan media digital interaktif berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa."
• Menentukan desain penelitian kuantitatif yang sesuai seperti survei korelasional atau eksperimen, dan menetapkan populasi serta sampel yang representatif.
• Mengembangkan instrumen penelitian berupa kuesioner atau skala yang valid dan reliabel untuk mengukur variabel yang diteliti.
• Melaksanakan pengumpulan data sesuai prosedur yang sudah dirancang.
• Menganalisis data dengan teknik statistik yang relevan, seperti regresi, korelasi, atau uji-t, untuk menguji hipotesis.
• Menafsirkan hasil analisis guna menarik kesimpulan tentang pengaruh media digital terhadap motivasi belajar.
• Menyusun laporan penelitian yang sistematis meliputi latar belakang, metode, hasil, diskusi, dan kesimpulan.
3. Potensi Kendala dan Solusi
• Pengumpulan data yang sulit diatasi dengan penyebaran instrumen secara online dan memberikan penjelasan yang jelas untuk mendorong partisipasi, serta menjaga kerahasiaan data.
• Ketidakvalidan instrumen dapat diatasi dengan melakukan validasi isi melalui tinjauan ahli dan uji coba awal (pilot test).
• Responden yang memberi jawaban tidak jujur atau bias sosial dapat diminimalkan dengan penggunaan pertanyaan netral dan menjamin anonimitas.
• Sampel yang tidak representatif diatasi dengan memilih teknik sampling yang tepat dan ukuran sampel memadai.
4. Penyusunan dan Pengujian Instrumen
• Instrumen disusun dalam bentuk kuesioner dengan pertanyaan tertutup misalnya menggunakan skala Likert yang mengukur frekuensi penggunaan media digital maupun tingkat motivasi belajar.
• Validasi isi dilakukan dengan meminta masukan dari ahli di bidang pendidikan dan media pembelajaran.
• Melakukan uji coba instrumen pada kelompok kecil (pilot test), kemudian mengukur reliabilitas menggunakan Cronbach’s alpha untuk memastikan konsistensi internal instrumen.
• Instrumen direvisi bila ditemukan item yang kurang valid atau reliabel sebelum digunakan untuk pengumpulan data utama.
NPM : 2313031050
1. Pendekatan Penelitian yang Tepat
Pendekatan kuantitatif sangat cocok digunakan dalam penelitian ini karena tujuan utamanya adalah menguji pengaruh media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa, yaitu hubungan sebab-akibat yang dapat diukur dengan data numerik. Penelitian kuantitatif memungkinkan penggunaan instrumen terstruktur seperti kuesioner atau skala motivasi yang menghasilkan data angka dan dianalisis secara statistik. Pendekatan kualitatif dapat dipakai jika ingin menggali pengalaman atau makna subjektif penggunaan media, namun untuk menguji pengaruh secara sistematis, pendekatan kuantitatif adalah pilihan yang lebih tepat.
2. Langkah-langkah Sistematis Prosedur Penelitian
• Merumuskan masalah secara jelas, misalnya: "Apakah penggunaan media digital interaktif mempengaruhi motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring?"
• Melakukan tinjauan pustaka untuk menelaah teori dan penelitian terdahulu terkait media digital dan motivasi belajar.
• Menyusun hipotesis, misalnya: "Penggunaan media digital interaktif berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa."
• Menentukan desain penelitian kuantitatif yang sesuai seperti survei korelasional atau eksperimen, dan menetapkan populasi serta sampel yang representatif.
• Mengembangkan instrumen penelitian berupa kuesioner atau skala yang valid dan reliabel untuk mengukur variabel yang diteliti.
• Melaksanakan pengumpulan data sesuai prosedur yang sudah dirancang.
• Menganalisis data dengan teknik statistik yang relevan, seperti regresi, korelasi, atau uji-t, untuk menguji hipotesis.
• Menafsirkan hasil analisis guna menarik kesimpulan tentang pengaruh media digital terhadap motivasi belajar.
• Menyusun laporan penelitian yang sistematis meliputi latar belakang, metode, hasil, diskusi, dan kesimpulan.
3. Potensi Kendala dan Solusi
• Pengumpulan data yang sulit diatasi dengan penyebaran instrumen secara online dan memberikan penjelasan yang jelas untuk mendorong partisipasi, serta menjaga kerahasiaan data.
• Ketidakvalidan instrumen dapat diatasi dengan melakukan validasi isi melalui tinjauan ahli dan uji coba awal (pilot test).
• Responden yang memberi jawaban tidak jujur atau bias sosial dapat diminimalkan dengan penggunaan pertanyaan netral dan menjamin anonimitas.
• Sampel yang tidak representatif diatasi dengan memilih teknik sampling yang tepat dan ukuran sampel memadai.
4. Penyusunan dan Pengujian Instrumen
• Instrumen disusun dalam bentuk kuesioner dengan pertanyaan tertutup misalnya menggunakan skala Likert yang mengukur frekuensi penggunaan media digital maupun tingkat motivasi belajar.
• Validasi isi dilakukan dengan meminta masukan dari ahli di bidang pendidikan dan media pembelajaran.
• Melakukan uji coba instrumen pada kelompok kecil (pilot test), kemudian mengukur reliabilitas menggunakan Cronbach’s alpha untuk memastikan konsistensi internal instrumen.
• Instrumen direvisi bila ditemukan item yang kurang valid atau reliabel sebelum digunakan untuk pengumpulan data utama.