Nama: Adella Putri Rizkia
NPM: 2313031044
Kelas: B
1. Landasan Teori yang Relevan
Untuk penelitian tentang pengaruh pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa pascapandemi, terdapat beberapa teori yang bisa dijadikan dasar:
Teori Belajar Konstruktivisme (Piaget & Vygotsky)
Menekankan bahwa belajar adalah proses membangun pengetahuan melalui pengalaman, termasuk pengalaman daring.
Teori Behaviorisme (Skinner)
Menekankan pengaruh stimulus-respons, misalnya bagaimana media daring memberikan umpan balik terhadap hasil belajar.
Teori Pembelajaran Humanistik (Rogers & Maslow)
Fokus pada motivasi, kebutuhan belajar, dan perkembangan diri mahasiswa, relevan dengan kondisi pascapandemi.
Teori Pembelajaran Daring / E-Learning (Moore, 1993 – Theory of Transactional Distance)
Menjelaskan pentingnya interaksi, struktur, dan dialog dalam pembelajaran online.
Teori Hasil Belajar (Bloom’s Taxonomy)
Menjadi dasar untuk mengukur ranah kognitif, afektif, dan psikomotor dari hasil belajar mahasiswa.
2. Kerangka Pikir
Kerangka pikir disusun dari hubungan antarvariabel:
Variabel Independen (X): Pembelajaran daring
→ mencakup kualitas platform, interaksi dosen-mahasiswa, ketersediaan materi, fleksibilitas waktu, dll.
Variabel Dependen (Y): Hasil belajar mahasiswa
→ diukur melalui nilai akademik, pemahaman konsep, keterampilan, atau
capaian pembelajaran.
Alur logika:
Pembelajaran daring (X) memberikan metode baru dalam proses belajar mengajar. Jika pembelajaran daring dirancang dengan baik (materi jelas, interaksi aktif, akses mudah), maka hasil belajar mahasiswa (Y) cenderung meningkat. Namun, jika pembelajaran daring kurang efektif (akses terbatas, interaksi minim), hasil belajar mahasiswa dapat menurun.
3. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka pikir di atas, hipotesis dapat dirumuskan:
Hipotesis Nol (H0): Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.
Hipotesis Alternatif (H1): Terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.