Nama: Adella Putri Rizkia
NPM: 2313031044
1. Populasi dan Sampel
Populasi:
Populasi dalam kasus ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA negeri di Provinsi Jawa Barat.
Alasannya, karena peneliti ingin mengetahui efektivitas metode pembelajaran hybrid terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI di seluruh SMA negeri, maka seluruh siswa pada jenjang dan wilayah tersebut termasuk dalam cakupan penelitian.
Sampel:
Sampel adalah sebagian sekolah atau siswa kelas XI dari beberapa SMA negeri di Jawa Barat yang dipilih untuk mewakili keseluruhan populasi.
Sampel ini harus mencerminkan keberagaman daerah (kota dan kabupaten), kondisi sosial-ekonomi, serta penerapan pembelajaran hybrid agar hasil penelitian bisa digeneralisasikan ke seluruh populasi.
2. Teknik Sampling yang Tepat
Teknik sampling yang paling tepat adalah Stratified Random Sampling (Sampling Acak Berstrata).Karna Jawa Barat memiliki 27 kota/kabupaten dengan kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur digital yang berbeda-beda. Dengan stratifikasi, peneliti dapat membagi populasi berdasarkan wilayah (kota/kabupaten) atau tingkat akses teknologi/penerapan hybrid. Dari setiap strata, peneliti kemudian mengambil sampel secara acak agar representatif. Cara ini memastikan bahwa tiap daerah atau kelompok kondisi sekolah terwakili secara proporsional.
NPM: 2313031044
1. Populasi dan Sampel
Populasi:
Populasi dalam kasus ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA negeri di Provinsi Jawa Barat.
Alasannya, karena peneliti ingin mengetahui efektivitas metode pembelajaran hybrid terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI di seluruh SMA negeri, maka seluruh siswa pada jenjang dan wilayah tersebut termasuk dalam cakupan penelitian.
Sampel:
Sampel adalah sebagian sekolah atau siswa kelas XI dari beberapa SMA negeri di Jawa Barat yang dipilih untuk mewakili keseluruhan populasi.
Sampel ini harus mencerminkan keberagaman daerah (kota dan kabupaten), kondisi sosial-ekonomi, serta penerapan pembelajaran hybrid agar hasil penelitian bisa digeneralisasikan ke seluruh populasi.
2. Teknik Sampling yang Tepat
Teknik sampling yang paling tepat adalah Stratified Random Sampling (Sampling Acak Berstrata).Karna Jawa Barat memiliki 27 kota/kabupaten dengan kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur digital yang berbeda-beda. Dengan stratifikasi, peneliti dapat membagi populasi berdasarkan wilayah (kota/kabupaten) atau tingkat akses teknologi/penerapan hybrid. Dari setiap strata, peneliti kemudian mengambil sampel secara acak agar representatif. Cara ini memastikan bahwa tiap daerah atau kelompok kondisi sekolah terwakili secara proporsional.
Cara menerapkannya:
1. Kelompokkan sekolah berdasarkan 27 kota/kabupaten (atau kategori lain, misalnya tinggi-rendahnya akses internet).
2. Tentukan jumlah sekolah yang akan diambil dari tiap kelompok secara proporsional terhadap jumlah SMA negeri di daerah tersebut.
3. Pilih sekolah-sekolah secara acak dalam setiap kelompok (misalnya menggunakan undian atau random number generator).
4. Ambil beberapa kelas XI di tiap sekolah sebagai unit analisis.
3. Potensi Kelemahan Jika Sampel Hanya dari Kota Besar
Jika peneliti hanya mengambil sampel dari kota besar seperti Bandung dan Bekasi, maka hasil penelitian akan kurang valid secara eksternal (tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh Jawa Barat). Karna sekolah di kota besar biasanya memiliki infrastruktur digital, fasilitas, dan kualitas guru yang lebih baik dibanding daerah rural atau terpencil. Siswa di kota besar juga mungkin lebih terbiasa dengan teknologi, sehingga efektivitas pembelajaran hybrid bisa tampak lebih tinggi dari kenyataannya di daerah lain. Sehingga, hasil penelitian akan bias (berat sebelah) karena tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di seluruh provinsi.
Kesimpulan :
Mengambil sampel hanya dari kota besar membuat penelitian menjadi tidak representatif, mengurangi validitas eksternal, dan menghambat penerapan hasil penelitian secara menyeluruh di Jawa Barat.
1. Kelompokkan sekolah berdasarkan 27 kota/kabupaten (atau kategori lain, misalnya tinggi-rendahnya akses internet).
2. Tentukan jumlah sekolah yang akan diambil dari tiap kelompok secara proporsional terhadap jumlah SMA negeri di daerah tersebut.
3. Pilih sekolah-sekolah secara acak dalam setiap kelompok (misalnya menggunakan undian atau random number generator).
4. Ambil beberapa kelas XI di tiap sekolah sebagai unit analisis.
3. Potensi Kelemahan Jika Sampel Hanya dari Kota Besar
Jika peneliti hanya mengambil sampel dari kota besar seperti Bandung dan Bekasi, maka hasil penelitian akan kurang valid secara eksternal (tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh Jawa Barat). Karna sekolah di kota besar biasanya memiliki infrastruktur digital, fasilitas, dan kualitas guru yang lebih baik dibanding daerah rural atau terpencil. Siswa di kota besar juga mungkin lebih terbiasa dengan teknologi, sehingga efektivitas pembelajaran hybrid bisa tampak lebih tinggi dari kenyataannya di daerah lain. Sehingga, hasil penelitian akan bias (berat sebelah) karena tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di seluruh provinsi.
Kesimpulan :
Mengambil sampel hanya dari kota besar membuat penelitian menjadi tidak representatif, mengurangi validitas eksternal, dan menghambat penerapan hasil penelitian secara menyeluruh di Jawa Barat.