Nama: Adella Putri Rizkia
NPM : 2313031044
Dalam memilih teknik akuntansi sektor publik, ada beberapa pertimbangan penting yang harus diperhatikan agar pelaporan keuangan bisa akurat, transparan, dan sesuai dengan tujuan organisasi publik. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
1.Tujuan dan Kebutuhan Organisasi
Teknik akuntansi yang dipilih harus sesuai dengan tujuan lembaga publik. Misalnya, pemerintah daerah yang fokus pada pelayanan masyarakat sebaiknya menggunakan teknik akuntansi yang menekankan pada pertanggungjawaban dan transparansi anggaran, bukan pada pencarian laba seperti di sektor swasta.
2.Peraturan dan Standar Akuntansi yang Berlaku
Pemilihan teknik akuntansi juga harus mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. SAP menjadi pedoman agar laporan keuangan antar instansi pemerintah bisa dibandingkan dan konsisten.
3.Kapasitas dan Sumber Daya Manusia (SDM)
Teknik akuntansi yang rumit membutuhkan tenaga akuntan yang memahami sistem dengan baik. Jika SDM belum siap, sebaiknya digunakan teknik yang lebih sederhana namun tetap akuntabel. Dengan kata lain, kemampuan aparatur juga menjadi penentu efektivitas penerapan teknik akuntansi.
4.Sistem dan Teknologi Informasi yang Digunakan
Penggunaan sistem informasi akuntansi modern, seperti SIMDA Keuangan, memudahkan pencatatan dan pelaporan keuangan. Karena itu, pemilihan teknik akuntansi harus disesuaikan dengan sistem teknologi yang tersedia agar efisien dan meminimalkan kesalahan.
5.Transparansi dan Akuntabilitas Publik
Laporan keuangan sektor publik tidak hanya untuk internal lembaga, tetapi juga untuk masyarakat dan lembaga pengawas. Maka, teknik yang dipilih harus mampu menghasilkan laporan yang mudah dipahami, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan
Referensi
Mardiasmo. (2018). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Pemerintah Republik Indonesia. (2010). Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Jakarta: Sekretariat Negara.