Kiriman dibuat oleh Adella Putri Rizkia

MPPE B2025 -> CASE STUDY

oleh Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM: 2313031044

1.Identifikasi Masalah Penelitian
Masalah penelitian relevan dari kasus ini adalah: "Apa penyebab penurunan jumlah mahasiswa baru di universitas dalam tiga tahun terakhir meskipun sudah melakukan promosi besar-besaran?"

2.Dua Variabel yang Dapat Dikaji
Variabel Independen (bebas): Strategi Promosi (misalnya jenis dan intensitas promosi melalui media sosial, pameran pendidikan, kerja sama dengan sekolah)
Variabel Dependen (terikat): Jumlah Mahasiswa Baru yang diterima setiap tahun
Variabel strategi promosi adalah variabel bebas yang memengaruhi variabel jumlah mahasiswa baru (variabel terikat) sebagai hasil penelitian .

3.Paradigma Penelitian yang Tepat
Paradigma yang paling tepat adalah positivisme, karena fokus penelitian ini adalah menguji hubungan sebab-akibat antara variabel promosi (independen) dan jumlah mahasiswa baru (dependen) secara objektif dan kuantitatif. Paradigma positivisme cocok untuk penelitian yang bertujuan mencari hubungan empiris dan data yang dapat diukur di dunia nyata, sedangkan paradigm interpretif atau kritis lebih menekankan pemahaman makna subjektif dan perubahan sosial yang dalam konteks ini kurang relevan .

4.Rumusan Masalah
"Apa faktor utama yang menyebabkan penurunan jumlah mahasiswa baru di universitas meskipun telah dilakukan berbagai strategi promosi dalam tiga tahun terakhir?"
Pertanyaan Penelitian
"Bagaimana pengaruh strategi promosi melalui media sosial, pameran pendidikan, dan kerja sama dengan sekolah terhadap jumlah mahasiswa baru di universitas dalam tiga tahun terakhir?"

MPPE B2025 -> Diskusi

oleh Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM:2313031044

Seorang peneliti perlu memahami masalah, variabel, dan paradigma penelitian karena hal-hal tersebut merupakan fondasi penting untuk menjalankan penelitian yang terarah, sahih, dan bermakna.

Pentingnya Memahami Masalah Penelitian
Masalah penelitian adalah penyimpangan dari kondisi saat ini yang perlu diselesaikan atau diuji secara sistematis. Memahami masalah penelitian membantu peneliti menentukan fokus kajian secara jelas sehingga dapat mengidentifikasi pertanyaan penelitian dan hipotesis yang tepat. Permasalahan yang dipilih harus penting dan berguna agar penelitian tidak sia-sia, mengingat riset membutuhkan waktu, biaya, dan keahlian .

Pentingnya Memahami Variabel Penelitian
Variabel adalah aspek atau faktor yang dapat diukur dan bervariasi dalam penelitian. Memahami variabel penting agar peneliti dapat menyusun kerangka berpikir yang jelas, merumuskan hipotesis dengan tepat, dan memilih metode pengumpulan data yang sesuai. Selain itu, variabel membantu peneliti menentukan hubungan sebab-akibat dan menghasilkan kesimpulan yang valid. Variabel juga penting untuk mempersiapkan alat dan metode analisis data yang efektif .

Pentingnya Memahami Paradigma Penelitian
Paradigma penelitian adalah kerangka teori dan filsafat yang memandu peneliti dalam memandang realitas dan metode penelitian yang digunakan. Memahami paradigma penting agar peneliti dapat memilih pendekatan yang sesuai (kuantitatif, kualitatif, atau campuran) dan menjaga konsistensi dalam proses analisis dan interpretasi data. Paradigma juga membentuk cara penelitian dirancang sehingga hasilnya dapat dipercaya dan relevan dalam konteks ilmiah

ASP B2025 -> Diskusi

oleh Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM: 2313031044
No.Absen:14

Berdasarkan penjelasan yang sudah disampaikan bahwa jenis-jenis anggaran sektor publik meliputi beberapa kategori dengan lingkup yang berbeda-beda, antara lain:

1.Anggaran Operasional (Operational Budget)
Digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan pemerintahah, mencakup belanja rutin yang manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran dan tidak menambah aset pemerintah, seperti belanja administrasi umum dan operasi pemeliharaan.

2.Anggaran Modal/Investasi (Capital/Investment Budget)
Rencana jangka panjang untuk pembelanjaan aktiva tetap seperti gedung, peralatan, kendaraan, dan perabot dan pengeluaran modal ini biasanya dilakukan sekali dengan manfaat yang melebihi satu tahun anggaran.

Dilihat dari segi fungsi dan pendekatan, anggaran sektor publik juga dibedakan menjadi:

1.Anggaran Tradisional (Line-Item Budgeting)
Berfokus pada pengelompokan pendapatan dan belanja berdasarkan pos-pos tertentu dan mudah disusun dan diawasi, tapi kurang mengaitkan anggaran dengan tujuan dan hasil (output/outcome).

2.Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Budgeting)
Menekankan hubungan antara dana yang dialokasikan dengan hasil yang diharapkan. Dilihat dari efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran dalam mencapai tujuan.

3.Anggaran Berbasis Program (Program Budgeting)
Mengelompokkan anggaran berdasarkan program dengan tujuan spesifik dan mempermudah evaluasi kinerja program dan penggunaan dana sesuai sasaran.

4.Anggaran Berbasis Zero (Zero-Based Budgeting)
Setiap program dibenarkan dari awal setiap tahun anggaran tanpa mengacu pada anggaran tahun sebelumnya. Bertujuan untuk menghilangkan inefisiensi dan memastikan alokasi dana benar-benar diperlukan.

5.Anggaran Berbasis Aktivitas (Activity-Based Budgeting)
Berfokus pada biaya tiap aktivitas untuk mengontrol biaya yang tidak memberikan nilai tambah.

6.Anggaran Berbasis Outcome (Outcome-Based Budgeting)
Menekankan hasil akhir (outcome) yang ingin dicapai, misalnya peningkatan kualitas pendidikan, penurunan kemiskinan.

7.Anggaran Partisipatif (Participatory Budgeting)
Melibatkan masyarakat dalam penyusunan anggaran untuk memastikan kebutuhan dan prioritas tercermin.

8.Anggaran Berbasis Gender (Gender Budgeting)
Memperhatikan aspek kesetaraan gender dalam alokasi anggaran.

Secara umum, anggaran sektor publik berfungsi sebagai alat perencanaan, pengendalian, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara atau daerah dengan berbagai jenis sesuai fungsi dan pendekatannya