Kiriman dibuat oleh Adella Putri Rizkia

AUDITING B2026 -> Brainstorming

oleh Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM : 2313031044

Tes transaksi itu penting dipahami oleh seorang auditor karena di situlah “akar” dari laporan keuangan. Laporan keuangan kan sebenarnya kumpulan dari ribuan transaksi yang terjadi setiap hari. Jika transaksi dasarnya salah, tidak lengkap, atau bahkan fiktif, otomatis laporan keuangannya juga jadi tidak bisa dipercaya. Dengan memahami tes transaksi, auditor bisa menilai apakah sistem pencatatan perusahaan berjalan dengan baik dan apakah pengendalian internalnya benar-benar diterapkan, bukan cuma tertulis di prosedur saja.
Dalam melakukan tes transaksi, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam pemeriksaan keuangan, yaitu:
1.Keberadaan (existence/occurrence)
Auditor harus memastikan bahwa transaksi yang dicatat benar-benar terjadi dan bukan transaksi fiktif.

2.Kelengkapan (completeness)
Semua transaksi yang seharusnya dicatat sudah masuk ke pembukuan, tidak ada yang sengaja atau tidak sengaja dihilangkan.

3.Ketepatan jumlah (accuracy)
Nilai transaksi sudah dihitung dan dicatat dengan benar, tidak ada salah hitung atau salah input.

4.Otorisasi (authorization)
Transaksi telah mendapat persetujuan dari pihak yang berwenang sesuai prosedur perusahaan.

5.Klasifikasi (classification)
Transaksi dicatat pada akun yang tepat sesuai standar akuntansi.
Periode pencatatan (cut-off)
Transaksi dicatat pada periode yang benar, tidak dimajukan atau dimundurkan untuk memanipulasi laporan.

6.Bukti pendukung (supporting documents)
Harus ada dokumen yang sah seperti faktur, kuitansi, kontrak, atau bukti transfer sebagai dasar pencatatan.

AUDITING B2026 -> Brainstorming

oleh Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM : 2313031044

1. Pengendalian intern adalah kumpulan proses, aturan, kebijakan, dan tindakan yang dibuat oleh manajemen untuk memastikan bahwa operasi perusahaan berjalan efektif dan efisien, data keuangan akurat, aset perusahaan aman, serta kepatuhan terhadap aturan dan peraturan yang berlaku. Dalam praktiknya, pengendalian intern bisa berupa pemisahan tugas (misalnya orang yang menerima uang tidak boleh bertugas mencatat transaksi), otorisasi dokumen, rekonsiliasi, serta sistem pelaporan yang jelas. Intinya, pengendalian intern berfungsi sebagai “benteng awal” agar kesalahan dan kecurangan bisa dicegah atau terdeteksi sedini mungkin.

2. Pengendalian internal sangat penting karena memastikan laporan keuangan akurat tanpa pengendalian yang baik, data yang dicatat bisa salah atau tidak lengkap,mencegah dan mendeteksi kecurangan sistem yang kuat membuat peluang orang melakukan penyalahgunaan wewenang jadi lebih kecil, melindungi aset perusahaan contohnya, uang atau barang tidak mudah hilang karena ada pengawasan yang baik, meningkatkan efisiensi operasional – Proses yang jelas membuat pekerjaan lebih teratur dan tidak membuang sumber daya, serta menjaga kepatuhan aturan perusahaan jadi lebih taat pada peraturan yang berlaku sehingga risiko sanksi bisa berkurang.

3. Pengendalian intern dan auditing punya hubungan yang erat karena auditor menguji efektivitas pengendalian intern saat melakukan audit. Oleh karena itu, auditor tidak hanya memeriksa angka di laporan keuangan, tetapi juga menilai seberapa efektif sistem pengendalian intern perusahaan bekerja. Jika sistem pengendalian intern kuat, auditor bisa mengandalkan sebagian bukti dari kontrol tersebut dan fokus pada area lain yang lebih berisiko. Sebaliknya, jika pengendalian intern lemah, auditor harus melakukan pemeriksaan lebih mendalam dan lebih banyak prosedur audit.

4. Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal
Audit Internal
•Dilakukan oleh tim internal perusahaan.
•Bertujuan membantu manajemen memperbaiki sistem dan proses kerja.
•Fokus pada evaluasi operasional dan efektivitas pengendalian internal.
•Laporan hasil audit ditujukan kepada manajemen perusahaan.
•Dapat dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan perusahaan.

Audit Eksternal
•Dilakukan oleh auditor independen dari luar perusahaan.
•Bertujuan memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan.
•Fokus pada penilaian apakah laporan keuangan sudah sesuai standar akuntansi.
•Laporan hasil audit ditujukan kepada pemegang saham, investor, dan regulator.
•Biasanya dilakukan secara tahunan atau sesuai ketentuan yang berlaku.

AUDITING B2026 -> Summary

oleh Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM : 2313031043

Menurut saya, Tes Transaksi adalah proses pemeriksaan yang dilakukan auditor untuk mengecek transaksi -transaksi yang di catata perusahaan benar- benar terjadi, dicatat dengan jumlah yang tepat, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Jadi, auditor tidak hanya melihat angka pada laporan keuangan, tetapi juga menelusuri bukti seperti faktur, kuitansi, atau dokumen pendukung lainnya untuk memastikan tidak ada kesalahan atau kecurangan. Melalui tes transaksi ini, auditor bisa menilai apakah sistem pengendalian internal perusahaan berjalan dengan baik atau masih ada kelemahan yang perlu diperbaiki.

AUDITING B2026 -> Telaah jurnal

oleh Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM : 2313031044

Menurut saya, isi jurnal tersebut menunjukkan bahwa pengendalian internal di perusahaan, khususnya di perbankan, memang tidak bisa dipisahkan dari peran audit internal. Dari penelitian yang dilakukan di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Sukabumi, terlihat bahwa audit intern berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal, dengan kontribusi sebesar 34,6%. Artinya, semakin baik pelaksanaan audit internal, maka semakin baik juga sistem pengendalian internal di perusahaan tersebut.

Audit internal itu bisa dibilang seperti “mata dan telinga” manajemen. Pimpinan perusahaan kan tidak mungkin mengawasi semua aktivitas secara langsung setiap hari. Karena itu, dibutuhkan pihak yang bertugas mengecek apakah prosedur sudah dijalankan dengan benar, apakah ada potensi kecurangan, dan apakah aset perusahaan benar-benar aman. Contoh kasus fraud yang dibahas dalam jurnal juga jadi bukti bahwa kalau pengendalian internal lemah, dampaknya bisa besar sekali bagi perusahaan, apalagi di sektor perbankan yang mengelola dana masyarakat.

Namun menurut saya, angka
34,6% juga menunjukkan bahwa audit internal bukan satu-satunya faktor yang menentukan efektivitas pengendalian internal. Masih ada faktor lain seperti kompetensi karyawan, budaya organisasi, manajemen risiko, dan komitmen pimpinan. Jadi, walaupun audit internal penting, perusahaan juga harus memperbaiki sistem secara menyeluruh agar pengendalian internal benar-benar efektif.

Secara keseluruhan, saya setuju dengan hasil penelitian dalam jurnal tersebut, karena secara teori maupun praktik, audit internal memang berperan besar dalam memastikan perusahaan berjalan dengan tertib, transparan, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

AUDITING B2026 -> Brainstorming

oleh Adella Putri Rizkia -
Nama : Adella Putri Rizkia
NPM : 2313031044

Bedasarkan vidio tersebut, menurut saya Audit Opinion adalah kesimpulan profesional yang diberikan oleh auditor setelah melakukan pemeriksaan (audit) terhadap laporan keuangan suatu entitas. Pendapat ini merupakan bagian paling penting dari laporan audit, karena pada bagian ini auditor menyatakan apakah laporan keuangan yang diperiksa dianggap wajar dan dapat dipercaya atau tidak, berdasarkan bukti-bukti audit yang telah dikumpulkan selama proses pemeriksaan.

Audit Opinion itu ibarat penilaian akhir dari auditor yang menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap laporan keuangan suatu perusahaan. Karena itu, opini ini sangat berguna bagi pihak-pihak yang menggunakan laporan keuangan (misalnya investor, kreditur, pemilik perusahaan, atau pihak regulasi) dalam mengambil keputusan ekonomi.

Dalam praktik auditing, auditor dapat memberikan beberapa jenis opini audit tergantung pada temuan yang dihasilkan selama pemeriksaan.
1. Unqualified Opinion (Opini Wajar Tanpa Pengecualian), ini adalah opini terbaik yang bisa diperoleh sebuah perusahaan. Artinya auditor menyimpulkan bahwa laporan keuangan telah disusun dengan benar, tidak ada kesalahan material, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
2. Qualified Opinion (Opini Wajar Dengan Pengecualian), opini ini diberikan ketika auditor menemukan sesuatu yang tidak sesuai atau kurang tepat dalam laporan, tetapi kesalahan itu tidak terlalu besar dan tidak memengaruhi keseluruhan laporan secara keseluruhan.
3. Adverse Opinion (Opini Tidak Wajar), Ini adalah opini negatif yang diberikan ketika auditor menyimpulkan bahwa laporan keuangan mengandung kesalahan material yang serius sehingga tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Opini jenis ini bisa menjadi sinyal kuat bahwa laporan keuangan.
4. Disclaimer of Opinion (Tidak Menyatakan Pendapat), opini ini muncul ketika auditor tidak cukup bukti untuk menyimpulkan sesuatu tentang laporan keuangan, misalnya karena data yang dibutuhkan tidak tersedia atau manajemen tidak memberikan informasi yang lengkap.

Opini ini mencerminkan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai standar akuntansi yang berlaku serta menunjukkan kualitas sistem pencatatan dan pengendalian dalam perusahaan. Oleh karena itu, audit opinion memiliki peran penting bagi para pemangku kepentingan seperti investor dan kreditur, karena menjadi dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan ekonomi, termasuk keputusan investasi, pemberian kredit, maupun penilaian risiko.