Nama: Adella Putri Rizkia
NPM : 2313031044
Tes transaksi itu penting dipahami oleh seorang auditor karena di situlah “akar” dari laporan keuangan. Laporan keuangan kan sebenarnya kumpulan dari ribuan transaksi yang terjadi setiap hari. Jika transaksi dasarnya salah, tidak lengkap, atau bahkan fiktif, otomatis laporan keuangannya juga jadi tidak bisa dipercaya. Dengan memahami tes transaksi, auditor bisa menilai apakah sistem pencatatan perusahaan berjalan dengan baik dan apakah pengendalian internalnya benar-benar diterapkan, bukan cuma tertulis di prosedur saja.
Dalam melakukan tes transaksi, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam pemeriksaan keuangan, yaitu:
1.Keberadaan (existence/occurrence)
Auditor harus memastikan bahwa transaksi yang dicatat benar-benar terjadi dan bukan transaksi fiktif.
2.Kelengkapan (completeness)
Semua transaksi yang seharusnya dicatat sudah masuk ke pembukuan, tidak ada yang sengaja atau tidak sengaja dihilangkan.
3.Ketepatan jumlah (accuracy)
Nilai transaksi sudah dihitung dan dicatat dengan benar, tidak ada salah hitung atau salah input.
NPM : 2313031044
Tes transaksi itu penting dipahami oleh seorang auditor karena di situlah “akar” dari laporan keuangan. Laporan keuangan kan sebenarnya kumpulan dari ribuan transaksi yang terjadi setiap hari. Jika transaksi dasarnya salah, tidak lengkap, atau bahkan fiktif, otomatis laporan keuangannya juga jadi tidak bisa dipercaya. Dengan memahami tes transaksi, auditor bisa menilai apakah sistem pencatatan perusahaan berjalan dengan baik dan apakah pengendalian internalnya benar-benar diterapkan, bukan cuma tertulis di prosedur saja.
Dalam melakukan tes transaksi, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam pemeriksaan keuangan, yaitu:
1.Keberadaan (existence/occurrence)
Auditor harus memastikan bahwa transaksi yang dicatat benar-benar terjadi dan bukan transaksi fiktif.
2.Kelengkapan (completeness)
Semua transaksi yang seharusnya dicatat sudah masuk ke pembukuan, tidak ada yang sengaja atau tidak sengaja dihilangkan.
3.Ketepatan jumlah (accuracy)
Nilai transaksi sudah dihitung dan dicatat dengan benar, tidak ada salah hitung atau salah input.
4.Otorisasi (authorization)
Transaksi telah mendapat persetujuan dari pihak yang berwenang sesuai prosedur perusahaan.
5.Klasifikasi (classification)
Transaksi dicatat pada akun yang tepat sesuai standar akuntansi.
Periode pencatatan (cut-off)
Transaksi dicatat pada periode yang benar, tidak dimajukan atau dimundurkan untuk memanipulasi laporan.
6.Bukti pendukung (supporting documents)
Harus ada dokumen yang sah seperti faktur, kuitansi, kontrak, atau bukti transfer sebagai dasar pencatatan.