Posts made by Yogi Rohani

AUDITING B2026 -> Brainstorming

by Yogi Rohani -
Nama: Yogi Rohani
NPM: 2313031031

Menurut saya, kertas kerja pemeriksaan memiliki peran yang sangat penting dalam proses audit karena menjadi bukti bahwa auditor telah melaksanakan prosedur pemeriksaan secara sistematis dan sesuai standar yang berlaku. Kertas kerja digunakan untuk mencatat berbagai informasi, bukti audit, hasil pengujian, serta kesimpulan yang diperoleh selama proses pemeriksaan. Dengan adanya dokumentasi tersebut, auditor dapat mempertanggungjawabkan opini yang diberikan atas laporan keuangan yang diaudit. Selain itu, kertas kerja pemeriksaan juga membantu auditor dalam mengorganisasi pekerjaan agar lebih terarah dan memudahkan proses peninjauan kembali apabila diperlukan. Menurut saya, tanpa kertas kerja yang memadai, auditor akan kesulitan menunjukkan dasar dari temuan dan kesimpulan audit yang dihasilkan. Oleh karena itu, kertas kerja pemeriksaan dapat dikatakan sebagai salah satu elemen penting yang mendukung kualitas, keandalan, dan kredibilitas hasil audit.

AUDITING B2026 -> Summary

by Yogi Rohani -
Nama: Yogi Rohani
NPM: 2313031031

Tes transaksi dalam auditing adalah prosedur yang dilakukan auditor untuk memeriksa apakah transaksi yang terjadi dalam perusahaan telah dicatat dan diproses sesuai dengan kebijakan serta standar yang berlaku. Dengan tes transaksi, auditor dapat menilai apakah setiap transaksi memiliki bukti yang memadai, telah mendapat otorisasi yang tepat, dan dicatat secara akurat dalam laporan keuangan. Prosedur ini penting karena dapat membantu auditor menemukan kesalahan atau penyimpangan yang berpotensi memengaruhi kewajaran laporan keuangan. Dengan demikian, tes transaksi menjadi salah satu langkah penting dalam memberikan keyakinan bahwa informasi keuangan yang disajikan perusahaan dapat dipercaya.

AUDITING B2026 -> Brainstorming

by Yogi Rohani -
Nama: Yogi Rohani
NPM: 2313031031

Menurut saya, tes transaksi penting dipahami oleh seorang auditor karena tes transaksi digunakan untuk menilai apakah transaksi yang terjadi dalam perusahaan telah dicatat dengan benar, lengkap, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dengan memahami tes transaksi, auditor dapat menemukan kesalahan maupun indikasi kecurangan sejak awal sehingga laporan keuangan yang dihasilkan lebih dapat dipercaya. Selain itu, hasil tes transaksi juga membantu auditor dalam menentukan tingkat risiko audit dan merencanakan prosedur pemeriksaan selanjutnya.

Dalam pemeriksaan keuangan, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan terkait tes transaksi.
• keberadaan atau keterjadian (occurrence), yaitu memastikan bahwa transaksi yang dicatat benar-benar terjadi.
• kelengkapan (completeness), yaitu memastikan seluruh transaksi telah dicatat.
• keakuratan (accuracy), yaitu memeriksa apakah nilai transaksi telah dihitung dan dicatat dengan tepat.
• otorisasi (authorization), yaitu memastikan transaksi telah mendapat persetujuan dari pihak yang berwenang.
• klasifikasi (classification), yaitu memastikan transaksi dicatat pada akun yang sesuai.
• ketepatan waktu pencatatan (timing/cut-off), yaitu memastikan transaksi dicatat pada periode akuntansi yang benar.
Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, auditor dapat memperoleh keyakinan yang memadai bahwa transaksi perusahaan telah dicatat secara benar dan laporan keuangan yang disajikan memiliki tingkat keandalan yang tinggi.

AUDITING B2026 -> Brainstorming

by Yogi Rohani -
Nama: Yogi Rohani
NPM: 2313031031

1. Menurut saya, pengendalian intern adalah sistem yang dibuat oleh perusahaan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pengendalian ini tidak hanya berkaitan dengan keuangan, tetapi juga mencakup pengawasan terhadap aset, operasional, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku agar risiko kesalahan maupun kecurangan dapat diminimalkan.

2. Pengendalian intern penting karena membantu perusahaan menjaga aset yang dimiliki serta memastikan informasi yang dihasilkan akurat dan dapat dipercaya. Selain itu, dengan adanya pengendalian intern yang baik, perusahaan dapat mengurangi risiko penyimpangan, meningkatkan efisiensi kerja, dan lebih mudah mencapai tujuan yang telah direncanakan.

3. Menurut saya, pengendalian intern dan auditing memiliki hubungan yang sangat erat. Auditor perlu memahami dan menilai pengendalian intern untuk mengetahui apakah sistem yang diterapkan perusahaan sudah berjalan dengan baik. Hasil penilaian tersebut akan membantu auditor menentukan tingkat risiko dan prosedur audit yang perlu dilakukan.

4. Audit internal dilakukan oleh auditor yang berasal dari dalam perusahaan dengan tujuan membantu manajemen memperbaiki kinerja, mengawasi operasional, dan meningkatkan efektivitas pengendalian intern. Sedangkan audit eksternal dilakukan oleh auditor independen dari luar perusahaan yang bertugas memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan. Jadi, audit internal lebih berorientasi pada perbaikan internal perusahaan, sedangkan audit eksternal berfokus pada kepentingan pihak luar yang menggunakan laporan keuangan.

AUDITING B2026 -> Telaah jurnal

by Yogi Rohani -
Nama: Yogi Rohani
NPM: 2313031031

Berdasarkan artikel jurnal tersebut, pengendalian internal merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan, terutama untuk mencegah terjadinya kesalahan maupun kecurangan dalam kegiatan operasional. Menurut saya, audit internal memiliki peran yang besar dalam mendukung efektivitas pengendalian internal karena melalui audit internal perusahaan dapat mengetahui kelemahan yang ada dan segera melakukan perbaikan. Saya setuju dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa audit internal berpengaruh positif terhadap efektivitas pengendalian internal. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pelaksanaan audit internal, maka pengawasan dalam perusahaan juga akan semakin baik. Dengan adanya pengawasan yang efektif, perusahaan dapat lebih mudah mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta meminimalkan risiko kerugian akibat kesalahan atau penyimpangan. Namun, keberhasilan pengendalian internal tidak hanya bergantung pada audit internal saja. Diperlukan juga dukungan dari manajemen, kedisiplinan karyawan, serta penerapan manajemen risiko yang baik. Oleh karena itu, seluruh pihak dalam perusahaan harus bekerja sama agar sistem pengendalian internal dapat berjalan secara optimal.