Posts made by Yogi Rohani

AUDITING B2026 -> Diskusi

by Yogi Rohani -
Nama: Yogi Rohani
NPM: 2313031031

Menurut saya, pemeriksaan persediaan memiliki peran yang sangat penting karena persediaan merupakan salah satu aset yang paling rentan mengalami kesalahan pencatatan, kehilangan, maupun penyalahgunaan. Oleh karena itu, auditor perlu memastikan bahwa persediaan yang dilaporkan perusahaan benar-benar ada, dimiliki oleh perusahaan, serta telah dinilai dan dicatat dengan tepat. Dalam proses audit, auditor biasanya melakukan observasi fisik persediaan, menguji dokumen pendukung, dan mengevaluasi sistem pengendalian yang berkaitan dengan pengelolaan persediaan. Urgensi pemeriksaan persediaan semakin tinggi karena nilai persediaan berpengaruh langsung terhadap harga pokok penjualan, laba perusahaan, dan nilai aset yang disajikan dalam laporan keuangan. Menurut saya, jika terjadi kesalahan dalam penilaian atau pencatatan persediaan, maka laporan keuangan yang dihasilkan juga berpotensi menyesatkan pengguna informasi. Selain itu, pemeriksaan persediaan dapat membantu perusahaan mengidentifikasi barang yang rusak, usang, atau tidak lagi memiliki nilai ekonomis sehingga dapat segera diambil tindakan yang tepat. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Arens, Elder, dan Beasley, auditor harus memperoleh bukti yang cukup dan tepat terkait keberadaan, kelengkapan, serta penilaian persediaan sebelum memberikan opini atas laporan keuangan. Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa pemeriksaan persediaan bukan hanya bertujuan memverifikasi jumlah barang yang tersedia, tetapi juga untuk meningkatkan keandalan laporan keuangan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat oleh manajemen maupun pihak eksternal.

Referensi:
Arens, A. A., Elder, R. J., & Beasley, M. S. (2020). Auditing and Assurance Services: An Integrated Approach (17th ed.). Pearson.
Hayes, R., Wallage, P., & Gortemaker, H. (2017). Principles of Auditing: An Introduction to International Standards on Auditing (4th ed.). Pearson.

AUDITING B2026 -> Diskusi

by Yogi Rohani -

Nama: Yogi Rohani

NPM: 2313031031 

Menurut saya, pemeriksaan surat berharga dan investasi tidak hanya berfokus pada keberadaan aset tersebut, tetapi juga pada apakah investasi yang dimiliki perusahaan benar-benar memberikan manfaat ekonomi sesuai yang dilaporkan. Dalam proses audit, auditor perlu memahami terlebih dahulu jenis investasi yang dimiliki perusahaan, kemudian melakukan pengujian terhadap bukti kepemilikan, mutasi investasi selama periode berjalan, serta kesesuaian pencatatannya dengan standar akuntansi yang berlaku. Jika perusahaan memiliki banyak variasi investasi, auditor harus lebih teliti dalam menilai tingkat risiko masing-masing investasi. Misalnya, investasi dalam bentuk saham memiliki risiko perubahan nilai pasar yang berbeda dengan deposito atau obligasi. Auditor juga perlu memperhatikan apakah terdapat investasi yang mengalami penurunan nilai, sedang dijaminkan kepada pihak lain, atau memiliki pembatasan tertentu yang dapat memengaruhi penyajiannya dalam laporan keuangan. Tantangan terbesar dalam audit investasi adalah memastikan bahwa seluruh informasi yang berkaitan dengan investasi telah disajikan secara transparan. Kesalahan dalam penilaian atau pengungkapan investasi dapat menyebabkan pengguna laporan keuangan memperoleh informasi yang kurang tepat mengenai kondisi keuangan perusahaan. Oleh karena itu, auditor harus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar nilai investasi yang disajikan benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

AUDITING B2026 -> Diskusi

by Yogi Rohani -
Nama: Yogi Rohani
NPM: 2313031031

Menurut saya, pemeriksaan kas dan setara kas bertujuan untuk memastikan bahwa saldo kas yang tercantum dalam laporan keuangan benar-benar ada, dimiliki perusahaan, dan telah dicatat secara benar. Dalam pelaksanaannya, auditor biasanya melakukan pengecekan fisik kas, memeriksa rekening koran bank, melakukan konfirmasi kepada bank, serta menguji dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas. Auditor juga perlu menelaah rekonsiliasi bank untuk memastikan tidak terdapat perbedaan yang tidak dapat dijelaskan antara catatan perusahaan dan catatan bank. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam audit kas dan setara kas adalah tingkat risiko kecurangan, efektivitas pengendalian internal, kelengkapan pencatatan transaksi, serta ketepatan penyajian saldo kas dalam laporan keuangan. Kas merupakan aset yang paling mudah dipindahkan dan digunakan, sehingga memiliki risiko penyalahgunaan yang relatif tinggi dibandingkan aset lainnya. Oleh karena itu, auditor harus memperoleh bukti yang cukup untuk mendukung kewajaran saldo kas yang dilaporkan. Pemeriksaan kas dan setara kas juga memiliki hubungan yang erat dengan pemeriksaan piutang. Hal ini karena sebagian besar penerimaan kas perusahaan berasal dari pelunasan piutang pelanggan. Auditor biasanya akan mencocokkan data penerimaan kas dengan catatan piutang untuk memastikan bahwa pembayaran pelanggan telah dicatat dengan benar. Sebagai contoh, terdapat kasus ketika perusahaan mencatat piutang telah tertagih, tetapi dana yang diterima belum masuk ke rekening perusahaan karena adanya penyalahgunaan oleh pihak tertentu. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan saldo kas dan piutang menjadi tidak wajar, sehingga auditor perlu melakukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya.

AUDITING B2026 -> Brainstorming

by Yogi Rohani -
Nama: Yogi Rohani
NPM: 2313031031

Menurut saya, proses audit dan risiko audit memiliki hubungan yang sangat erat karena setiap tahapan audit pada dasarnya dirancang untuk mengurangi risiko auditor memberikan opini yang tidak tepat terhadap laporan keuangan. Dalam teori auditing, risiko audit adalah kemungkinan auditor gagal mendeteksi salah saji material sehingga laporan keuangan yang sebenarnya bermasalah justru memperoleh opini yang wajar. Oleh karena itu, auditor harus merencanakan dan melaksanakan prosedur audit secara cermat agar risiko tersebut dapat diminimalkan. Pemahaman terhadap risiko audit sangat memengaruhi proses audit. Ketika auditor menilai risiko suatu akun atau transaksi tinggi, auditor akan melakukan pengujian yang lebih mendalam dan mengumpulkan bukti audit yang lebih banyak. Sebaliknya, apabila risiko dinilai rendah, prosedur audit yang dilakukan dapat lebih terbatas. Dengan demikian, penilaian risiko menjadi dasar dalam menentukan strategi dan ruang lingkup pemeriksaan. Selain itu, berbagai hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas proses audit akan meningkat apabila auditor mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko audit secara tepat. Semakin baik penilaian risiko yang dilakukan auditor, semakin besar kemungkinan auditor menemukan kesalahan atau kecurangan yang material dalam laporan keuangan. Oleh karena itu, menurut saya hubungan antara proses audit dan risiko audit tidak dapat dipisahkan, karena keberhasilan suatu audit sangat bergantung pada kemampuan auditor dalam menilai dan merespons risiko yang ada.