NPM: 2313031031
Menurut saya, pemeriksaan persediaan memiliki peran yang sangat penting karena persediaan merupakan salah satu aset yang paling rentan mengalami kesalahan pencatatan, kehilangan, maupun penyalahgunaan. Oleh karena itu, auditor perlu memastikan bahwa persediaan yang dilaporkan perusahaan benar-benar ada, dimiliki oleh perusahaan, serta telah dinilai dan dicatat dengan tepat. Dalam proses audit, auditor biasanya melakukan observasi fisik persediaan, menguji dokumen pendukung, dan mengevaluasi sistem pengendalian yang berkaitan dengan pengelolaan persediaan. Urgensi pemeriksaan persediaan semakin tinggi karena nilai persediaan berpengaruh langsung terhadap harga pokok penjualan, laba perusahaan, dan nilai aset yang disajikan dalam laporan keuangan. Menurut saya, jika terjadi kesalahan dalam penilaian atau pencatatan persediaan, maka laporan keuangan yang dihasilkan juga berpotensi menyesatkan pengguna informasi. Selain itu, pemeriksaan persediaan dapat membantu perusahaan mengidentifikasi barang yang rusak, usang, atau tidak lagi memiliki nilai ekonomis sehingga dapat segera diambil tindakan yang tepat. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Arens, Elder, dan Beasley, auditor harus memperoleh bukti yang cukup dan tepat terkait keberadaan, kelengkapan, serta penilaian persediaan sebelum memberikan opini atas laporan keuangan. Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa pemeriksaan persediaan bukan hanya bertujuan memverifikasi jumlah barang yang tersedia, tetapi juga untuk meningkatkan keandalan laporan keuangan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat oleh manajemen maupun pihak eksternal.
Referensi:
Arens, A. A., Elder, R. J., & Beasley, M. S. (2020). Auditing and Assurance Services: An Integrated Approach (17th ed.). Pearson.
Hayes, R., Wallage, P., & Gortemaker, H. (2017). Principles of Auditing: An Introduction to International Standards on Auditing (4th ed.). Pearson.