Posts made by Qonita Nurul Izzah 2313031042

AUDITING B2026 -> Telaah jurnal

by Qonita Nurul Izzah 2313031042 -
Nama: Qonita Nurul Izzah
NPM: 2313031042

1. Relevansi Topik dengan Kondisi Nyata
Penelitian ini mengangkat topik yang sangat relevan dengan dunia bisnis dan perbankan saat ini. Kasus kecurangan di BRI Cabang Jakarta Selatan yang disebutkan dalam latar belakang merupakan bukti nyata bahwa lemahnya pengendalian internal dapat berdampak fatal pada reputasi dan keuangan perusahaan. Menurut saya, pemilihan topik ini tepat karena sektor perbankan sangat bergantung pada kepercayaan publik, sehingga efektivitas pengendalian internal menjadi faktor krusial yang harus dijaga.

2. Kesesuaian Landasan Teori
Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini sudah cukup kuat dan relevan. Penulis mengutip pendapat para ahli seperti Agoes (2013), Hery (2013), dan IBK. Bayangkara (2010) yang merupakan referensi terpercaya di bidang auditing dan pengendalian internal. Menurut saya, kombinasi teori dari berbagai sumber ini memberikan fondasi yang kokoh bagi penelitian, meskipun masih terbuka peluang untuk memperkaya dengan perspektif dari standar profesional seperti Standar Profesional Audit Internal yang dikeluarkan oleh The Institute of Internal Auditors (IIA).

3. Metodologi Penelitian
Dari sisi metodologi, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat uji statistik yang memadai, seperti uji validitas, reliabilitas, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Penggunaan SPSS 23 sebagai alat analisis juga menunjukkan upaya penulis untuk menghasilkan temuan yang terukur dan objektif.

Namun, menurut saya, terdapat beberapa catatan:

-Sampel Penelitian: Penelitian hanya dilakukan di satu kantor cabang (Sukabumi), sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh cabang BRI di Indonesia. Sebaiknya penelitian serupa dilakukan dengan cakupan yang lebih luas untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

-Variabel Penelitian: Koefisien determinasi hanya 34,6%, yang berarti masih banyak faktor lain (65,4%) yang mempengaruhi efektivitas pengendalian internal. Menurut saya, penulis sebaiknya memperluas model penelitian dengan memasukkan variabel lain seperti komitmen manajemen puncak, budaya organisasi, kompetensi auditor internal, atau penerapan teknologi informasi, karena faktor-faktor tersebut juga sangat menentukan efektivitas pengendalian internal.

4. Hasil Penelitian dan Interpretasi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal dengan t hitung (4,050) > t tabel (1,695) dan signifikansi 0,000. Temuan ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang disebutkan, seperti penelitian Miraceti (2011) dan Handryanto (2015).

Menurut saya, temuan ini memberikan pesan penting bahwa audit intern bukan sekadar formalitas, melainkan fungsi strategis yang berkontribusi nyata dalam menjaga efektivitas pengendalian internal. Namun, kontribusi sebesar 34,6% juga mengindikasikan bahwa efektivitas pengendalian internal tidak hanya bergantung pada audit intern, tetapi juga pada faktor-faktor lain yang tidak kalah pentingnya.

5. Implikasi Praktis
Penelitian ini memiliki implikasi praktis yang berharga bagi manajemen perusahaan, terutama di sektor perbankan:

-Penguatan Fungsi Audit Intern: Manajemen perlu memberikan posisi yang independen dan sumber daya yang memadai bagi fungsi audit intern agar dapat menjalankan perannya secara optimal.

-Kolaborasi dengan Manajemen Risiko: Audit intern dan manajemen risiko sebaiknya bekerja sama secara sinergis untuk menciptakan sistem pengendalian yang lebih kuat.

-Pengembangan Kompetensi Auditor: Auditor internal perlu terus meningkatkan kompetensi, terutama dalam hal pemahaman risiko bisnis, teknologi informasi, dan ketentuan regulasi yang terus berkembang.
Nama: Qonita Nurul Izzah
NPM: 2313031042

Langkah langkah penelitian yaitu :
1.Mengidentifikasi, memilih dan merumuskan masalah
Setiap penelitian harus dimulai dengan adanya masalah. Dengan adanya masalah-masalah yang banyak dihadapi seseorang tentunya sebelum meneliti harusnya diidentiikasi terlebih dahulu. Masalah yang sudah teridentiikasi harus dirumuskan secara jelas, karena hal ini merupakan pangkal dari segala aspek penelitian. Perlu diperhatikan syarat-syarat utama didalam merumuskan masalah yaitu :
a.Masalah hendaknya dinyatakan dalam kalimat tanya.
b.Rumusan masalah hendaknya singkat, padat, jelas dan mudah untuk dipahami.
c.Rumusan masalah memberi petunjuk tentang mungkinnya mengumpulkan data untuk menjawab pertanyaan dalam rumusan tersebut.

2.Menyusun Kerangka Pemikiran
Seorang peneliti harus menguasai teori-teori sebagai dasar argumennya dalam menyusun kerangka pemikiran. Dalam kerangka ini dijelaskan secara singkat dari gejala yang menjadi obyek yang diteliti. Dalam penyusunan kerangka pemikiran, pola pikiran logislah yang dipakai, agar dapat meyakinkan sesama peneliti.

3.Merumuskan hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian. Dalam tahapan ini peneliti haruslah sudah mulai memperoleh jawaban-jawaban sementara untuk memecahkan masalah.

4.Menguji Hipotesis secara empirik
Suatu hipotesis harus diuji berdasarkan data empiris, yaitu berdasarkan apa yang dapat diamati dan dapat diukur. Untuk itu peneliti harus mencari situasi atau lapangan empiris yang memberi data yang diperlukan.

5.Melakukan pembahasan
Setelah data diperoleh, selanjutnya data tersebut dibahas dengan adanya sumber dari dasar teori. Dalam pengolahan data, yang pertama kali dilakukan adalah menguji tingkat validitas dan reliabilitasnya. Menganalisa data yang diperoleh merupakan langkah yang sangat kritik dalam penelitian. Penelitian harus memastikan teknik analisis mana yang akan dipilih.

6.Menarik kesimpulan.
Dari hasil analisa tadi maka dapatlah menarik kesimpulan yang merupakan pemecahan dari masalah tadi. Bukan untuk menambah masalah yang baru lagi.