Kiriman dibuat oleh Qonita Nurul Izzah 2313031042

AUDITING B2026 -> Diskusi

oleh Qonita Nurul Izzah 2313031042 -
Nama: Qonita Nurul Izzah
NPM: 2313031042

Mekanisme pemeriksaan surat berharga dan investasi dalam suatu entitas dimulai dengan pemahaman terhadap sistem pengendalian internal yang mengatur proses perolehan, pencatatan, dan pengelolaan investasi. Auditor perlu mengidentifikasi jenis-jenis investasi yang dimiliki, seperti saham, obligasi, deposito, reksa dana, maupun instrumen lainnya, kemudian memeriksa dokumen pendukung seperti kontrak, sertifikat kepemilikan, dan laporan kustodian. Selanjutnya auditor melakukan konfirmasi kepada pihak ketiga seperti bank atau lembaga kustodian untuk memastikan eksistensi dan hak kepemilikan atas investasi tersebut. Prosedur penting lainnya adalah pengujian penilaian dengan membandingkan nilai tercatat dengan nilai wajar (fair value), serta memastikan pengakuan pendapatan seperti bunga dan dividen telah dicatat dengan benar. Auditor juga melakukan cut-off test untuk memastikan transaksi investasi dicatat pada periode yang tepat serta melakukan prosedur analitis untuk mendeteksi adanya fluktuasi yang tidak wajar.

Dalam proses audit surat berharga dan investasi, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan, antara lain eksistensi dan kepemilikan investasi, keakuratan penilaian, serta klasifikasi yang tepat dalam laporan keuangan. Penilaian menjadi aspek krusial karena banyak instrumen keuangan menggunakan pendekatan nilai wajar, sehingga auditor harus memastikan metode yang digunakan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Selain itu, auditor perlu mencermati kemungkinan adanya penurunan nilai (impairment), terutama jika terjadi penurunan harga pasar yang signifikan. Pengungkapan dalam laporan keuangan juga harus diperiksa secara teliti, termasuk informasi mengenai risiko pasar, risiko kredit, dan risiko likuiditas yang melekat pada investasi tersebut.

Pada entitas yang memiliki varian surat berharga dan investasi yang beragam, proses audit menjadi lebih kompleks karena setiap instrumen memiliki karakteristik dan metode penilaian yang berbeda. Saham umumnya dinilai berdasarkan harga pasar, obligasi dapat menggunakan metode biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar, sedangkan instrumen derivatif memerlukan teknik penilaian khusus yang lebih kompleks. Oleh karena itu, auditor dituntut memiliki pemahaman yang mendalam mengenai instrumen keuangan dan standar akuntansi terkait. Selain itu, auditor harus lebih teliti dalam memastikan tidak terjadi salah klasifikasi, kesalahan pencatatan, maupun ketidaklengkapan pengungkapan. Dalam beberapa kasus, auditor juga dapat melibatkan ahli independen untuk membantu menilai kewajaran nilai investasi tertentu. Dengan demikian, audit atas surat berharga dan investasi, terutama yang memiliki variasi tinggi, memerlukan tingkat kehati-hatian, skeptisisme profesional, dan ketelitian yang lebih tinggi agar laporan keuangan dapat disajikan secara wajar.

AUDITING B2026 -> Diskusi

oleh Qonita Nurul Izzah 2313031042 -
Nama: Qonita Nurul Izzah
NPM: 2313031042

A. Prosedur Pemeriksaan Kas dan Setara Kas
Prosedur pemeriksaan kas dan setara kas dimulai dengan memahami serta mengevaluasi sistem pengendalian internal perusahaan, khususnya terkait pemisahan tugas antara fungsi penerimaan, pencatatan, dan penyimpanan kas. Auditor kemudian melakukan perhitungan fisik kas (cash count), terutama pada kas kecil, untuk memastikan kesesuaian dengan catatan akuntansi. Selanjutnya dilakukan rekonsiliasi bank dengan membandingkan saldo buku dan rekening koran, serta menelusuri perbedaan seperti outstanding checks dan deposit in transit. Auditor juga mengirimkan konfirmasi langsung ke bank untuk memverifikasi saldo dan informasi lainnya. Pengujian cut-off dilakukan untuk memastikan transaksi dicatat pada periode yang tepat. Selain itu, auditor menilai apakah instrumen yang diklasifikasikan sebagai setara kas memenuhi kriteria likuiditas dan jatuh tempo, serta melakukan prosedur analitis untuk mengidentifikasi fluktuasi yang tidak wajar dalam saldo kas.

B. Pertimbangan dalam Audit Kas dan Setara Kas
Dalam audit kas dan setara kas, auditor harus mempertimbangkan beberapa faktor penting, terutama risiko kecurangan karena kas merupakan aset yang paling likuid dan rentan disalahgunakan. Evaluasi efektivitas pengendalian internal menjadi krusial untuk memastikan adanya pengawasan yang memadai. Auditor juga harus memastikan kelengkapan pencatatan seluruh rekening kas, termasuk kemungkinan adanya rekening yang tidak diungkapkan. Selain itu, perlu diperhatikan apakah terdapat pembatasan penggunaan kas (restricted cash) yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan. Aspek valuasi dan klasifikasi juga penting, terutama dalam menentukan apakah suatu instrumen benar-benar memenuhi definisi setara kas sesuai standar akuntansi. Terakhir, kondisi kas perusahaan dapat memberikan indikasi terhadap kemampuan kelangsungan usaha (going concern), sehingga perlu dianalisis secara cermat.

C. Kaitan Pemeriksaan Kas dan Setara Kas dengan Pemeriksaan Piutang
Pemeriksaan kas dan setara kas memiliki keterkaitan yang erat dengan pemeriksaan piutang karena keduanya berada dalam satu siklus transaksi, yaitu siklus pendapatan. Piutang timbul dari penjualan kredit, sedangkan kas berasal dari pelunasan piutang tersebut, sehingga kesalahan atau manipulasi pada piutang akan berdampak langsung pada kas. Salah satu risiko utama yang menghubungkan keduanya adalah praktik kecurangan lapping, di mana penerimaan kas dari satu pelanggan digunakan untuk menutupi piutang pelanggan lain. Oleh karena itu, auditor perlu melakukan pengujian cut-off dan memastikan pencatatan transaksi dilakukan pada periode yang tepat. Selain itu, rekonsiliasi antara mutasi piutang dan penerimaan kas juga penting untuk memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pencatatan.

Dalam praktik empiris, hasil penelitian oleh menunjukkan bahwa audit kas dan setara kas pada perusahaan dagang PT ASD yang dilakukan oleh KAP Heliantono dan Rekan cabang Semarang telah dilaksanakan sesuai prosedur audit yang berlaku, mulai dari tahap perencanaan, permintaan data, pembuatan kertas kerja, hingga pelaksanaan cash opname dan konfirmasi bank. Auditor melakukan pengecekan antara saldo kas di laporan keuangan dengan buku besar, serta rekonsiliasi dengan rekening koran, dan tidak menemukan adanya selisih yang material. Namun demikian, penelitian tersebut juga mengungkap adanya kendala berupa human error oleh staf perusahaan dalam pencatatan akun kas dan setara kas, yang kemudian diperbaiki melalui penyesuaian (adjustment) oleh auditor. Selain itu, auditor memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pengendalian internal dan kualitas sumber daya manusia guna meminimalkan risiko kesalahan di masa mendatang. Temuan ini memperkuat bahwa dalam praktik nyata, audit kas tidak hanya berfokus pada deteksi kecurangan, tetapi juga pada identifikasi kesalahan operasional serta pemberian solusi perbaikan sistem.


Ramdhani, Resti Viana, Hadi Sasana, dan Diah Agustina Prihastiwi. 2024. Analisis Penerapan Prosedur Pelaksanaan Audit Kas dan Setara Kas oleh KAP Heliantono dan Rekan Cabang Semarang pada Perusahaan Dagang PT ASD. Jurnal Akuntansi, Auditing, dan Perpajakan (JAAP), Vol. 6, No. 1. Universitas Tidar.

AUDITING B2026 -> Summary

oleh Qonita Nurul Izzah 2313031042 -
Nama: Qonita Nurul Izzah
NPM: 2313031042

Menurut saya, Tes transaksi dalam auditing merupakan prosedur yang dilakukan auditor untuk menguji keakuratan dan keabsahan transaksi yang tercatat dalam buku besar dengan cara memilih sampel transaksi secara acak atau sistematis, kemudian menelusuri dokumen pendukungnya seperti faktur, bukti kas masuk, bukti kas keluar, dan otorisasi yang sah. Prosedur ini penting dilakukan karena dengan menguji beberapa transaksi secara mendalam, auditor dapat menilai apakah sistem pengendalian internal perusahaan berjalan efektif atau justru memiliki kelemahan. Ketika ditemukan transaksi yang tidak dilengkapi dokumen atau tidak sesuai prosedur, auditor akan semakin waspada dan memperluas pengujian untuk memastikan tidak ada kecurangan atau kekeliruan material. Dengan kata lain, tes transaksi menjadi alat bagi auditor untuk memperoleh keyakinan bahwa setiap transaksi yang terjadi telah dicatat dengan benar, pada periode yang tepat, dan telah mendapat otorisasi sesuai kebijakan manajemen.