Posts made by Qonita Nurul Izzah 2313031042

MPPE B2025 -> Membuat summary e journal

by Qonita Nurul Izzah 2313031042 -
Nama : Qonita Nurul Izzah
NPM : 2313031042
Kelas : B
Artikel ini membahas konsep paradigma penelitian sebagai landasan filosofis yang membentuk cara peneliti memandang dunia dan menentukan bagaimana penelitian dilakukan. Paradigma dipahami sebagai seperangkat keyakinan dasar (worldview) yang mencakup empat unsur utama: epistemologi, ontologi, metodologi, dan aksiologi.
• Epistemologi menjelaskan bagaimana pengetahuan diperoleh, apakah melalui pengalaman empiris, logika, otoritas, atau intuisi.
• Ontologi berfokus pada hakikat realitas—apakah kenyataan bersifat objektif dan tunggal, atau relatif dan dibentuk secara sosial.
• Metodologi mengatur cara memperoleh data dan menjawab pertanyaan penelitian.
• Aksiologi berkaitan dengan nilai dan etika dalam proses penelitian, termasuk privasi, keadilan, dan tanggung jawab moral terhadap partisipan.
Penulis menyoroti adanya perdebatan konseptual dalam memahami paradigma, yang dikenal sebagai “paradigm wars”, akibat perbedaan antara pendekatan ilmiah (positivis) dan sosial (interpretivis). Untuk menjembatani perbedaan tersebut, muncul empat paradigma utama dalam penelitian pendidikan:
1. Positivisme, berlandaskan pada metode ilmiah, objektivitas, dan data kuantitatif
2. Interpretivisme/Constructivisme, menekankan makna subjektif dan realitas sosial yang dikonstruksi
3. Kritis/Transformative, fokus pada isu kekuasaan, keadilan sosial, dan perubahan sosial
4. Pragmatisme, yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif berdasarkan prinsip “apa yang bekerja paling baik”.
Setiap paradigma memiliki implikasi metodologis berbeda terhadap desain penelitian, pemilihan partisipan, teknik pengumpulan data, dan analisis. Artikel ini menegaskan pentingnya pemahaman yang mendalam mengenai paradigma agar mahasiswa pascasarjana mampu merancang penelitian yang konsisten secara filosofis dan metodologis. Dengan memahami keterkaitan antara epistemologi, ontologi, aksiologi, dan metodologi, peneliti dapat memilih pendekatan yang paling relevan dengan tujuan dan konteks studinya.

MPPE B2025 -> Summary

by Qonita Nurul Izzah 2313031042 -
Nama : Qonita Nurul Izzah
NPM : 2313031042
Kelas : B
Modul ini membahas secara mendalam mengenai konsep, pentingnya, dan teknik perumusan masalah dalam penelitian. Perumusan masalah merupakan tahap awal yang paling krusial dalam proses penelitian karena menjadi dasar bagi penentuan tujuan, pengajuan hipotesis, analisis data, serta penarikan kesimpulan. Penelitian tidak akan bermakna tanpa rumusan masalah yang jelas dan tajam. Masalah sendiri diartikan sebagai kesenjangan antara harapan (apa yang seharusnya) dengan kenyataan (apa yang terjadi), yang bisa terjadi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, politik, sosial, budaya, maupun pendidikan.
1. Pentingnya Perumusan Masalah
Perumusan masalah disebut sebagai “setengah dari penelitian”, karena menentukan arah seluruh proses riset. Masalah yang dirumuskan dengan baik akan membantu peneliti mengembangkan kerangka teoritis, mengarahkan pengumpulan data, dan memastikan penelitian memiliki nilai kontribusi akademik maupun praktis. Sebaliknya, rumusan masalah yang kabur akan menyebabkan penelitian kehilangan fokus dan sulit mencapai tujuan yang diharapkan.
2. Identifikasi Masalah dan Latar Belakang Penelitian
Langkah awal penelitian adalah mengidentifikasi masalah yang relevan dan penting untuk diselesaikan. Masalah dapat dikenali dari adanya penyimpangan antara teori dan praktik, atau antara harapan dan realitas. Tidak semua kesenjangan dapat dijadikan masalah penelitian; hanya kesenjangan yang dapat dipertanyakan dan memiliki jawaban ilmiah yang layak diuji.
Latar belakang masalah berfungsi menjelaskan kondisi yang melandasi munculnya masalah tersebut. Dalam penulisannya, peneliti harus menguraikan kesenjangan antara teori dan kenyataan, menjelaskan urgensi penelitian, serta menunjukkan relevansi masalah terhadap bidang ilmu dan manfaatnya bagi masyarakat. Masalah yang layak diteliti biasanya bersifat esensial, urgensinya tinggi, dan bermanfaat.
3. Jenis-Jenis Masalah Penelitian
Secara umum, masalah penelitian dibagi menjadi tiga jenis:
1) Deskriptif, yaitu masalah yang bertujuan menggambarkan atau mendeskripsikan fenomena tertentu tanpa membandingkan atau mencari hubungan antarvariabel.
2) Komparatif, yaitu masalah yang meneliti perbedaan antar kelompok, waktu, atau kondisi tertentu.
3) Asosiatif (Korelatif), yaitu masalah yang meneliti hubungan antara dua variabel atau lebih, baik bersifat sejajar, sebab-akibat, maupun timbal balik.
Ketiga jenis masalah ini menjadi dasar dalam menentukan pendekatan dan desain penelitian.
4. Sumber-Sumber Masalah Penelitian
Masalah penelitian dapat digali dari berbagai sumber, antara lain:
• Pengalaman pribadi dalam kehidupan sehari-hari atau pekerjaan.
• Hasil penelitian terdahulu yang menyarankan pengembangan lanjutan.
• Kepustakaan ilmiah seperti buku, jurnal, dan laporan penelitian.
Diskusi akademik atau forum ilmiah dengan pakar dan peneliti lain.
• Observasi langsung terhadap fenomena di lapangan.
• Perubahan paradigma atau kebijakan dalam bidang tertentu (misalnya pendidikan).
• Fenomena sosial dan pendidikan yang terjadi di kelas, sekolah, atau masyarakat.
• Deduksi teori, yaitu penurunan logis dari teori-teori yang sudah ada.
5. Ciri-Ciri Masalah Penelitian yang Baik
Masalah yang baik memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:
1) Memberi kontribusi, baik terhadap pengembangan teori maupun praktik.
2) Memiliki orisinalitas, bukan duplikasi dari penelitian lain.
3) Memiliki kejelasan pernyataan masalah, berupa rumusan hubungan antarvariabel yang jelas.
4) Feasible (layak) diteliti, dilihat dari aspek waktu, biaya, kemampuan peneliti, dan ketersediaan data.
6. Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Rumusan masalah berbeda dari identifikasi masalah. Identifikasi menunjukkan adanya kesenjangan, sedangkan rumusan masalah menyatakan pertanyaan penelitian yang akan dijawab melalui proses ilmiah. Rumusan masalah yang baik bersifat spesifik, tajam, dan dapat dijawab dengan data empiris.
Tujuan penelitian, sebaliknya, merupakan bentuk pernyataan dari rumusan masalah dan menjelaskan apa yang ingin dicapai. Tujuan harus dinyatakan secara deklaratif, relevan dengan rumusan masalah, serta menggambarkan upaya untuk menemukan, mengembangkan, atau menguji pengetahuan.
7. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang kebenarannya perlu dibuktikan melalui penelitian empiris. Ia berfungsi sebagai panduan pengumpulan dan analisis data. Tidak semua penelitian membutuhkan hipotesis — penelitian kualitatif atau deskriptif biasanya tidak memerlukannya. Hipotesis yang baik harus dapat diuji, konsisten dengan teori, sederhana, dan menunjukkan hubungan antara dua atau lebih variabel.
Terdapat dua jenis hipotesis:
• H₀ (hipotesis nol): menyatakan tidak ada hubungan atau pengaruh.
• H₁ (hipotesis alternatif): menyatakan ada hubungan atau pengaruh.
8. Penetapan dan Kriteria Judul Penelitian
Judul penelitian merupakan hasil akhir dari proses identifikasi dan perumusan masalah. Judul yang baik mencerminkan variabel yang diteliti, ruang lingkup, dan arah penelitian. Kriteria judul yang ideal antara lain singkat (maksimal ±20 kata), jelas, informatif, tidak terlalu luas maupun sempit, serta menunjukkan relevansi teoritis dan praktis.
Judul yang terlalu luas akan menyebabkan penelitian sulit terfokus, sedangkan yang terlalu sempit tidak menantang secara akademis. Selain itu, judul harus disusun menggunakan bahasa yang lugas, tidak puitis, dan mencerminkan hubungan antarvariabel secara eksplisit.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

by Qonita Nurul Izzah 2313031042 -
Nama : Qonita Nurul Izzah
NPM: 2313031042

1. Analisislah pendekatan penelitian yang paling sesuai untuk kasus tersebut! Jelaskan alasan Anda.
Pendekatan penelitian yang paling sesuai adalah metode campuran dengan desain berurutan penjelas. Tahap pertama menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji apakah media digital interaktif meningkatkan motivasi belajar, kemudian tahap kedua menggunakan pendekatan kualitatif untuk menjelaskan alasan dan cara perubahan tersebut terjadi dalam situasi pembelajaran daring. Pilihan ini tepat karena menghasilkan bukti angka yang kuat sekaligus pemahaman pengalaman siswa yang nyata di kelas daring.

2. Sebutkan dan jelaskan secara sistematis langkah-langkah/prosedur penelitian yang perlu dilakukan oleh mahasiswa tersebut.
Langkah penelitian yang sistematis adalah sebagai berikut. Mulai dengan mengidentifikasi masalah dan tujuan penelitian secara jelas, kemudian melakukan kajian teori tentang motivasi belajar dan media digital interaktif untuk menetapkan variabel serta indikator. Susun pertanyaan penelitian dan hipotesis, rancang desain kuantitatif pretest dan posttest (lebih baik dengan kelompok kontrol jika memungkinkan), tentukan populasi dan sampel, lalu kembangkan instrumen angket motivasi dan pedoman wawancara. Lakukan penilaian pakar untuk memastikan kesesuaian isi butir, uji coba kecil untuk mengecek kejelasan butir dan reliabilitas, kemudian kumpulkan data pretest, jalankan intervensi media digital interaktif, ambil data posttest serta data jejak aktivitas belajar, dan lanjutkan wawancara atau diskusi kelompok terarah. Analisis data kuantitatif untuk melihat perubahan skor dan perbedaan antarkelompok, analisis data kualitatif untuk menemukan tema penjelas, integrasikan hasil kedua tahap secara menyatu, lalu susun laporan lengkap berisi metode, temuan, pembahasan, implikasi, dan keterbatasan penelitian.

3. Identifikasi potensi masalah dalam pelaksanaan penelitian tersebut dan berikan solusi atas masalah tersebut.
Potensi masalah yang mungkin muncul beserta solusinya adalah sebagai berikut. Perbedaan kemampuan awal antara kelompok dapat mengaburkan efek intervensi, sehingga perlu pengukuran awal dan, jika memungkinkan, penggunaan kelompok pembanding yang setara. Ancaman validitas seperti peristiwa luar dan perkembangan alami siswa dapat mengganggu hasil, sehingga perlu kontrol prosedural yang baik, penjadwalan yang seragam, serta pelaporan keterbatasan secara jujur. Partisipasi dapat rendah karena keterbatasan internet dan perangkat, sehingga perlu materi berukuran ringan, pilihan akses luring, jadwal yang fleksibel, dan dukungan teknis. Data angket dapat bias karena laporan diri, sehingga perlu ditopang oleh data perilaku dari sistem pembelajaran seperti frekuensi akses, durasi belajar, dan penyelesaian tugas. Waktu dan beban kerja metode campuran cukup besar, sehingga perlu perencanaan jadwal yang rinci, pembagian tugas yang jelas, dan pembatasan ruang lingkup agar penelitian berjalan efektif.

4. Jelaskan bagaimana instrumen penelitian dapat disusun dan diuji kevalidannya dalam penelitian ini.
Instrumen penelitian dapat disusun dengan mengadaptasi kuesioner motivasi belajar yang telah teruji, menyesuaikan bahasa dan konteks pembelajaran daring, serta melakukan uji keterbacaan pada sejumlah kecil siswa. Validitas isi diperoleh melalui penilaian pakar terhadap setiap butir agar sesuai dengan definisi motivasi belajar, dilanjutkan perhitungan ringkas untuk menilai kelayakan butir dan skala secara keseluruhan. Reliabilitas internal dapat diuji pada uji coba awal menggunakan koefisien yang sesuai sehingga diketahui konsistensi jawaban antaritbut, lalu butir yang lemah direvisi atau dihapus. Validitas konstruk dapat diperiksa jika ukuran sampel memadai melalui analisis faktor, atau setidaknya didukung oleh temuan penelitian sebelumnya dan konsistensi hasil uji coba lokal. Untuk memperkuat hasil, gabungkan skor angket dengan data perilaku dari sistem pembelajaran serta temuan wawancara, dan jaga mutu data kualitatif melalui triangulasi, konfirmasi kepada peserta, serta pencatatan proses analisis yang rapi.

MPPE B2025 -> Diskusi

by Qonita Nurul Izzah 2313031042 -
Nama : Qonita Nurul Izzah
NPM : 2313031042

1. Identifikasi Masalah Penelitian
Mengamati fenomena relevan dan rumuskan masalah spesifik, feasible, dan etis (misalnya: pengaruh media sosial terhadap kecemasan mahasiswa). Tentukan relevansi dan ruang lingkup untuk membatasi fokus.

2. Tinjauan Pustaka
Kumpulkan sumber dari database akademis (Google Scholar, Scopus); analisis teori, temuan terkait, dan identifikasi gap. Gunakan alat seperti Mendeley untuk organisasi, guna membangun fondasi teoritis orisinal.

3. Rumuskan Hipotesis atau Pertanyaan Penelitian
Susun hipotesis empiris untuk kuantitatif (misalnya: H1, hubungan positif variabel X-Y) atau pertanyaan terbuka untuk kualitatif. Nyatakan tujuan (umum/spesifik) dan delimitasi untuk kerangka konseptual yang jelas.

4. Desain Metodologi Penelitian
Pilih paradigma (kuantitatif/kuantitatif/mixed), teknik sampling, instrumen (survei/wawancara), dan prosedur etis (informed consent). Susun timeline dan estimasi biaya untuk memastikan validitas, reliabilitas, dan replikabilitas.

5. Pengumpulan Data
Implementasikan prosedur (misalnya: distribusi kuesioner via Google Forms atau wawancara); dokumentasikan proses, ukuran respon, dan mitigasi kendala. Simpan data awal di perangkat lunak seperti Excel untuk akurasi.

6. Analisis Data
Lakukan data cleaning, analisis deskriptif/inferensial (SPSS/R untuk kuantitatif) atau tematik (NVivo untuk kualitatif). Uji hipotesis dan interpretasikan temuan secara obyektif dalam konteks teori, minimalkan bias.

7. Penyusunan Laporan dan Kesimpulan
Strukturkan dokumen: Pendahuluan, Lit Review, Metode, Hasil, Pembahasan, Kesimpulan, Rekomendasi. Gunakan sitasi konsisten (APA) dan diskusikan implikasi, keterbatasan, serta saran lanjutan untuk koherensi akademis.

8. Diseminasi Hasil dan Evaluasi
Publikasikan via seminar/jurnal repositori; evaluasi reflektif proses (kekuatan/kelemahan). Kontribusikan pada pengetahuan ilmiah dan perkuat profil akademik.