Nama: Intan Ruliana
NPM: 2313031016
1. Menurut saya, teknik pengumpulan data yang dipakai sudah cocok dengan pendekatan kuantitatif. Soalnya, peneliti menggunakan angket skala Likert, yang memang umum dipakai untuk mengukur variabel numerik seperti gaya kepemimpinan dan motivasi kerja. Selain itu, data yang terkumpul nantinya bisa dihitung secara statistik, jadi sesuai dengan pendekatan kuantitatif.
2. Kelebihan:
• Bisa mengumpulkan data dari banyak guru dalam waktu cepat.
• Jawabannya lebih terstruktur dan mudah diolah secara statistik.
• Biayanya murah dan praktis.
Kelemahan:
• Responden kadang menjawab tidak jujur (sekadar “aman”).
• Ada kemungkinan guru kurang memahami item angket.
• Tidak bisa menggali alasan lebih dalam seperti wawancara.
3.1. Pengaruh gaya kepemimpinan → motivasi kerja
Cocoknya pakai regresi linier sederhana, karena ada satu variabel bebas dan satu variabel terikat.
2. Perbedaan motivasi kerja berdasarkan tingkat pendidikan
Yang paling pas adalah uji ANOVA satu arah, karena mau membandingkan motivasi pada beberapa kelompok pendidikan (misalnya S1, S2, dst.
4.Potensi bias:
• Guru bisa menjawab “asal” atau terlalu positif (social desirability bias).
• Pernyataan angket mungkin kurang jelas, sehingga ditafsirkan beda oleh tiap guru.
• Hanya memakai angket, jadi datanya bisa kurang mendalam.
Cara mengatasi:
• Uji coba angket dulu (pilot test) sebelum dibagikan.
• Gunakan pernyataan yang jelas dan tidak multitafsir.
• Yakinkan responden bahwa jawaban mereka anonim, supaya lebih jujur.
• Lakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan instrumen benar-benar layak.
NPM: 2313031016
1. Menurut saya, teknik pengumpulan data yang dipakai sudah cocok dengan pendekatan kuantitatif. Soalnya, peneliti menggunakan angket skala Likert, yang memang umum dipakai untuk mengukur variabel numerik seperti gaya kepemimpinan dan motivasi kerja. Selain itu, data yang terkumpul nantinya bisa dihitung secara statistik, jadi sesuai dengan pendekatan kuantitatif.
2. Kelebihan:
• Bisa mengumpulkan data dari banyak guru dalam waktu cepat.
• Jawabannya lebih terstruktur dan mudah diolah secara statistik.
• Biayanya murah dan praktis.
Kelemahan:
• Responden kadang menjawab tidak jujur (sekadar “aman”).
• Ada kemungkinan guru kurang memahami item angket.
• Tidak bisa menggali alasan lebih dalam seperti wawancara.
3.1. Pengaruh gaya kepemimpinan → motivasi kerja
Cocoknya pakai regresi linier sederhana, karena ada satu variabel bebas dan satu variabel terikat.
2. Perbedaan motivasi kerja berdasarkan tingkat pendidikan
Yang paling pas adalah uji ANOVA satu arah, karena mau membandingkan motivasi pada beberapa kelompok pendidikan (misalnya S1, S2, dst.
4.Potensi bias:
• Guru bisa menjawab “asal” atau terlalu positif (social desirability bias).
• Pernyataan angket mungkin kurang jelas, sehingga ditafsirkan beda oleh tiap guru.
• Hanya memakai angket, jadi datanya bisa kurang mendalam.
Cara mengatasi:
• Uji coba angket dulu (pilot test) sebelum dibagikan.
• Gunakan pernyataan yang jelas dan tidak multitafsir.
• Yakinkan responden bahwa jawaban mereka anonim, supaya lebih jujur.
• Lakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan instrumen benar-benar layak.