Kiriman dibuat oleh Adea Aprilia

MPPE B2025 -> CASE STUDY

oleh Adea Aprilia -
NAMA: ADEA APRILIA
NPM : 2313031034

1.Identifikasi masalah penelitian yang relevan
Masalah yang muncul dari kasus tersebut adalah terjadinya penurunan jumlah mahasiswa baru dalam tiga tahun terakhir, meskipun universitas sudah melakukan berbagai strategi promosi besar-besaran melalui media sosial, pameran pendidikan, maupun kerja sama dengan sekolah-sekolah menengah atas. Jadi ada ketidaksesuaian antara usaha promosi dengan hasil yang diperoleh, dan hal inilah yang menjadi masalah penelitian yang relevan untuk dikaji.

2.Variabel yang dapat dikaji
Dua variabel yang bisa dijadikan fokus penelitian adalah kegiatan promosi universitas dan minat calon mahasiswa untuk mendaftar. Kegiatan promosi universitas berperan sebagai variabel independen atau bebas, karena dianggap dapat memengaruhi keputusan calon mahasiswa. Sedangkan minat calon mahasiswa untuk mendaftar berfungsi sebagai variabel dependen atau terikat, karena jumlah mahasiswa baru yang masuk akan dipengaruhi oleh seberapa efektif promosi yang dilakukan. Selain itu, faktor lain seperti citra universitas, biaya kuliah, atau keberadaan pesaing juga bisa dipertimbangkan sebagai variabel tambahan.

3.Paradigma penelitian yang paling tepat
Paradigma yang paling sesuai untuk digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma kritis. Paradigma ini dipilih karena penelitian tidak hanya bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau menjelaskan fenomena, tetapi juga mencari akar penyebab dari masalah penurunan jumlah mahasiswa baru sekaligus menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperbaiki situasi. Paradigma kritis menekankan pada perubahan dan perbaikan nyata, sesuai dengan kebutuhan universitas yang diminta oleh rektor.

4.Rumusan masalah dan pertanyaan penelitian
Rumusan masalah yang dapat dibuat adalah bahwa jumlah mahasiswa baru universitas mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir meskipun promosi besar-besaran telah dilakukan, sehingga perlu dicari faktor-faktor yang menyebabkan penurunan tersebut serta strategi yang tepat untuk menarik kembali minat calon mahasiswa. Dari rumusan masalah itu, pertanyaan penelitian yang muncul adalah: faktor-faktor apa saja yang memengaruhi penurunan jumlah mahasiswa baru di universitas dalam tiga tahun terakhir, dan strategi apa yang sebaiknya dilakukan universitas untuk meningkatkan kembali jumlah pendaftar di masa depan?

MPPE B2025 -> CASE STUDY

oleh Adea Aprilia -
NAMA : ADEA APRILIA
NPM : 2313031034

1. Analisis pendekatan penelitian yang paling sesuai
Untuk penelitian tentang pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa, pendekatan yang paling tepat adalah pendekatan kuantitatif. Alasannya karena peneliti ingin melihat “pengaruh”, yang berarti ada hubungan sebab-akibat antara dua variabel. Pendekatan kuantitatif memungkinkan peneliti mengukur variabel dengan angka, mengolah data secara statistik, dan menarik kesimpulan yang objektif. Dengan cara ini, peneliti bisa mengetahui seberapa besar pengaruh media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa.

2. Langkah-langkah atau prosedur penelitian
Proses penelitian dapat dimulai dari identifikasi masalah, yaitu kenyataan bahwa motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring cenderung menurun. Dari masalah itu, peneliti merumuskan pertanyaan penelitian, misalnya: “Apakah penggunaan media digital interaktif berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa?” Setelah itu, peneliti menetapkan tujuan penelitian untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut. Langkah berikutnya adalah melakukan kajian teori tentang motivasi belajar dan media digital interaktif. Dari teori yang ada, peneliti menetapkan variabel penelitian, yaitu media digital interaktif sebagai variabel bebas dan motivasi belajar sebagai variabel terikat. Setelah itu, peneliti menyusun instrumen penelitian berupa angket yang disusun dari indikator-indikator variabel. Peneliti kemudian menentukan populasi dan sampel yang akan diteliti, lalu mengumpulkan data dengan menyebarkan angket. Setelah data terkumpul, peneliti melakukan analisis statistik untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan. Hasil analisis kemudian digunakan untuk menarik kesimpulan, dan akhirnya disusun dalam bentuk laporan penelitian.

3. Potensi masalah dan solusinya
Dalam pelaksanaan penelitian, ada beberapa kendala yang mungkin muncul. Misalnya, responden siswa bisa saja malas mengisi angket daring atau bahkan asal-asalan menjawab. Solusinya adalah membuat angket yang singkat, jelas, dan menarik, serta memberi motivasi atau insentif agar siswa lebih mau mengisinya dengan baik. Masalah lain adalah kesulitan dalam menentukan sampel yang benar-benar mewakili populasi. Untuk mengatasi hal ini, peneliti harus menggunakan teknik sampling yang tepat, seperti random sampling atau purposive sampling sesuai kebutuhan. Selain itu, keterbatasan kemampuan peneliti dalam mengolah data statistik juga bisa menjadi kendala. Hal ini bisa diatasi dengan menggunakan software statistik yang user-friendly, seperti SPSS, Excel, atau Google Sheets, serta belajar cara analisis dasar.

4. Instrumen penelitian dan uji kevalidan
Instrumen penelitian dalam kasus ini dapat berupa angket dengan skala Likert, misalnya mulai dari “sangat setuju” sampai “sangat tidak setuju”. Angket disusun berdasarkan indikator dari masing-masing variabel. Untuk variabel media digital interaktif, indikatornya bisa meliputi kemudahan penggunaan, tampilan menarik, dan tingkat interaktivitas. Untuk variabel motivasi belajar, indikatornya bisa berupa semangat mengikuti pelajaran, ketekunan mengerjakan tugas, dan konsistensi belajar. Setelah instrumen selesai, peneliti perlu menguji validitasnya dengan cara melakukan uji coba pada sebagian kecil responden. Hasil uji coba dianalisis dengan melihat korelasi setiap butir pertanyaan terhadap total skor; jika korelasinya tinggi maka instrumen valid. Setelah itu dilakukan uji reliabilitas untuk melihat konsistensi jawaban responden. Umumnya menggunakan nilai Cronbach’s Alpha, dan jika nilainya lebih dari 0,7 maka instrumen dinyatakan reliabel. Dengan begitu, instrumen yang sudah valid dan reliabel bisa digunakan untuk penelitian utama.

ASP B2025 -> Diskusi

oleh Adea Aprilia -
NAMA : ADEA APRILIA
NPM : 2313031034
NO ABSEN : 04

Pengukuran kinerja sektor publik adalah cara untuk menilai sejauh mana instansi pemerintah atau organisasi publik berhasil menjalankan tugasnya sesuai tujuan yang sudah ditetapkan. Karena sektor publik tidak selalu mengejar keuntungan seperti perusahaan swasta, maka kinerjanya diukur dari aspek lain. Misalnya seberapa efisien dana digunakan, seberapa efektif program mencapai target, serta seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.