གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Adea Aprilia

MPPE B2025 -> Diskusi

Adea Aprilia གིས-
Nama : Adea Aprilia
NPM : 2313031034

Seorang peneliti harus dapat menentukan teknik pengumpulan data yang sesuai karena hal ini sangat mempengaruhi kualitas dan validitas hasil penelitian. Setiap masalah penelitian dan tujuan yang hendak dicapai memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga teknik pengumpulan data yang tepat akan memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan relevan, akurat, dan dapat dipercaya. Misalnya, jika tujuan penelitian adalah untuk memahami perilaku individu dalam konteks sosial, wawancara atau observasi mungkin lebih sesuai. Sebaliknya, jika penelitian berfokus pada analisis statistik atau hubungan antar variabel, teknik seperti survei atau eksperimen mungkin lebih efektif. Oleh karena itu, keterkaitan antara teknik pengumpulan data dengan masalah dan tujuan penelitian sangat penting, karena pemilihan teknik yang tepat dapat memengaruhi proses analisis data dan hasil yang diperoleh, serta memastikan bahwa penelitian dapat memberikan jawaban yang valid terhadap pertanyaan penelitian.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

Adea Aprilia གིས-
NAMA : ADEA APRILIA
NPM : 2313031034

1. Identifikasi populasi dan sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA negeri di Provinsi Jawa Barat, karena penelitian berfokus pada efektivitas metode pembelajaran hybrid terhadap hasil belajar matematika siswa pada jenjang tersebut. Sementara itu, sampel adalah sebagian siswa kelas XI dari beberapa SMA negeri yang dipilih untuk mewakili keseluruhan populasi. Sampel ini dipilih karena jumlah sekolah yang sangat banyak dan tersebar di berbagai daerah dengan kondisi yang beragam, sehingga tidak memungkinkan meneliti seluruh populasi.

2. Teknik sampling yang tepat
Teknik yang paling sesuai adalah stratified random sampling. Alasannya, kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur digital antar daerah berbeda-beda, sehingga penting untuk membagi populasi ke dalam strata tertentu, misalnya berdasarkan kota/kabupaten atau kategori wilayah seperti kota besar, kota sedang, dan pedesaan. Dari setiap strata tersebut, sekolah dipilih secara acak sesuai proporsinya terhadap jumlah populasi, lalu dari sekolah yang terpilih peneliti mengambil siswa kelas XI secara acak. Dengan cara ini, sampel menjadi lebih representatif dan hasil penelitian dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi.

3. Potensi kelemahan jika sampel hanya diambil dari kota besar
Jika peneliti hanya mengambil sampel dari kota besar seperti Bandung dan Bekasi, maka hasil penelitian akan cenderung bias. Hal ini terjadi karena siswa di kota besar memiliki akses internet lebih baik, kondisi sosial ekonomi lebih mendukung, serta penerapan hybrid learning yang lebih konsisten dibandingkan daerah lain. Akibatnya, hasil penelitian tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di seluruh Jawa Barat, sehingga validitas eksternal menjadi lemah dan kesimpulan sulit digeneralisasikan ke seluruh populasi.

MPPE B2025 -> Diskusi

Adea Aprilia གིས-
NAMA : ADEA APRILIA
NPM : 2313031034

populasi dapat dipahami sebagai keseluruhan objek, individu, atau unit yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi fokus perhatian dalam suatu penelitian. Populasi mencakup semua elemen yang dianggap relevan dengan permasalahan penelitian, sehingga dari sanalah peneliti bisa memperoleh data yang lengkap. Sementara itu, sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih dengan metode tertentu untuk mewakili keseluruhan populasi tersebut. Dengan kata lain, sampel menjadi perwakilan yang memungkinkan peneliti tetap bisa menarik kesimpulan tentang populasi tanpa harus meneliti seluruh anggotanya.

Dalam menentukan populasi dan sampel, peneliti harus memperhatikan beberapa hal penting. Pertama, kejelasan kriteria populasi, karena tanpa batasan yang jelas penelitian akan menjadi kabur. Kedua, ukuran sampel yang dipilih harus cukup mewakili agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan, tidak terlalu kecil sehingga tidak representatif, dan tidak pula terlalu besar sehingga menyulitkan proses penelitian. Ketiga, teknik pengambilan sampel perlu dipilih dengan cermat sesuai tujuan penelitian, apakah menggunakan cara acak, stratifikasi, klaster, atau purposive, agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi populasi. Selain itu, peneliti juga harus mempertimbangkan ketersediaan waktu, biaya, serta akses terhadap populasi, karena keterbatasan tersebut sering menjadi faktor penentu dalam praktik penelitian.

MPPE B2025 -> Diskusi

Adea Aprilia གིས-
NAMA : ADEA APRILIA
NPM : 2313031034

Teori pada hakikatnya adalah himpunan konsep, prinsip, atau pernyataan yang berfungsi untuk menjelaskan suatu fenomena. Dalam konteks penelitian, teori menjadi dasar ilmiah untuk memahami hubungan antarvariabel sekaligus menjadi pijakan dalam menyusun argumen. Melalui teori, peneliti dapat menempatkan penelitiannya dalam kerangka ilmiah yang telah ada serta menunjukkan kontribusi baru terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Kerangka pikir merupakan alur berpikir logis yang disusun berdasarkan teori dan temuan penelitian sebelumnya untuk menjelaskan keterkaitan antarvariabel yang diteliti. Umumnya, kerangka ini divisualisasikan dalam bentuk diagram atau model yang memperlihatkan arah pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, serta kemungkinan adanya variabel perantara (mediasi) atau penguat (moderasi). Dengan demikian, kerangka pikir menjadi penghubung antara teori yang bersifat abstrak dengan desain penelitian yang lebih aplikatif.

Hipotesis adalah dugaan awal atau jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian yang masih memerlukan pembuktian. Hipotesis dibentuk dari kerangka pikir dan berfungsi sebagai acuan dalam proses pengumpulan maupun analisis data.

Keterkaitan ketiganya dapat dijelaskan sebagai berikut: teori menyediakan dasar konseptual, kerangka pikir mengorganisasikan teori dalam alur penelitian, sedangkan hipotesis merumuskan pernyataan yang dapat diuji secara empiris.Dengan demikian, teori → kerangka pikir → hipotesis merupakan rangkaian yang saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan dalam penelitian kuantitatif.