གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nur Ayu Dila 2313031055

MPPE B2025 -> Membuat summary e journal

Nur Ayu Dila 2313031055 གིས-
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa paradigma penelitian sangat penting untuk dipahami dalam konteks penelitian pendidikan karena berfungsi sebagai pandangan yang memberikan makna atau interpretasi terhadap data yang dikumpulkan berdasarkan pengalaman individu. Paradigma penelitian adalah kerangka filosofis yang menjadi dasar bagi peneliti dalam memandang dunia, mengetahui sesuatu, dan menetapkan metode serta nilai-nilai etis dalam penelitian. Paradigma mencakup komponen utama yaitu epistemologi (yang membahas bagaimana pengetahuan diperoleh dan apa yang dianggap sebagai pengetahuan), ontologi (yang menelaah hakikat realitas dan keberadaan yang menjadi objek penelitian), metodologi (yang mengatur pendekatan serta teknik dalam pengumpulan dan analisis data), dan aksiologi (yang menyangkut nilai-nilai dan etika yang memandu proses penelitian). Pemilihan paradigma memberikan kerangka konseptual yang menentukan rancangan serta pelaksanaan penelitian secara keseluruhan.
Dalam konteks penelitian pendidikan, terdapat beberapa paradigma dominan yaitu paradigma positivis yang menekankan penelitian kuantitatif dengan dasar metode ilmiah dan objektivitas, paradigma interpretivis yang berfokus pada konstruksi sosial realitas dan pemahaman makna subjektif melalui metode kualitatif, paradigma kritis yang berorientasi pada perubahan sosial, keadilan, dan pembebasan dari struktur kekuasaan, serta paradigma pragmatis yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif berdasarkan kebutuhan praktis penelitian. Paradigma yang dipilih akan sangat memengaruhi semua aspek penelitian mulai dari perumusan masalah, teknik pengumpulan data, analisis, hingga interpretasi hasil penelitian. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap paradigma menjadi sangat penting untuk memastikan penelitian berjalan secara konsisten, relevan, dan etis sesuai tujuan.

MPPE B2025 -> Diskusi

Nur Ayu Dila 2313031055 གིས-
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

Pemahaman terhadap masalah penelitian sangat penting karena menjadi dasar dalam menentukan arah dan tujuan penelitian. Masalah penelitian membantu peneliti mengetahui kesenjangan antara teori dan kenyataan yang terjadi di lapangan. Menurut Sugiyono (2019), masalah penelitian adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang perlu dicari solusinya melalui proses ilmiah. Dengan memahami masalah secara jelas, peneliti dapat menyusun rumusan masalah yang tepat dan memastikan penelitian yang dilakukan relevan serta bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun praktik di lapangan.

Selain itu, seorang peneliti juga harus memahami variabel penelitian, karena variabel merupakan objek yang akan diamati atau diukur dalam suatu penelitian. Pemahaman terhadap variabel memungkinkan peneliti menentukan hubungan antarunsur penelitian, menyusun hipotesis, dan memilih metode analisis yang sesuai. Arikunto (2013) menjelaskan bahwa variabel adalah segala sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi dan kesimpulan yang tepat. Tanpa pemahaman yang baik mengenai variabel, penelitian dapat kehilangan fokus dan hasilnya menjadi kurang akurat.

Sementara itu, paradigma penelitian menjadi landasan filosofis yang mengarahkan cara pandang peneliti terhadap realitas serta memengaruhi pemilihan pendekatan dan metode yang digunakan. Creswell (2014) menyatakan bahwa paradigma adalah seperangkat keyakinan dasar yang membimbing peneliti dalam menentukan metode serta menafsirkan hasil penelitian. Dengan memahami paradigma, peneliti dapat menjaga konsistensi antara tujuan, metode, dan interpretasi data, sehingga penelitian yang dilakukan bersifat sistematis, rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

Nur Ayu Dila 2313031055 གིས-
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

1. Pendekatan Penelitian yang Paling Sesuai
Pendekatan kuantitatif paling sesuai untuk kasus ini karena fokus penelitian adalah mengukur pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa secara objektif dan dapat diukur. Pendekatan kuantitatif memungkinkan pengumpulan data numerik melalui kuesioner atau skala motivasi, kemudian dianalisis secara statistik untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antara variabel media digital dan motivasi belajar. Namun, pendekatan kualitatif juga dapat digunakan sebagai pelengkap untuk mendalami alasan di balik perubahan motivasi tersebut melalui wawancara atau observasi. Secara utama, kuantitatif diprioritaskan untuk menjawab pertanyaan pengaruh secara sistematis dan terukur.

2. Langkah-Langkah/Prosedur Penelitian Sistematis
• Identifikasi masalah: Merumuskan fokus masalah, yaitu apakah dan bagaimana media digital interaktif memengaruhi motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring.
• Kajian pustaka: Mengumpulkan dan menganalisis teori dan penelitian terdahulu terkait media digital, motivasi belajar, dan pembelajaran daring.
• Perumusan hipotesis: Jika menggunakan pendekatan kuantitatif, buat hipotesis yang akan diuji, misalnya "Penggunaan media digital interaktif meningkatkan motivasi belajar siswa."
• Penentuan metode dan desain penelitian: Menentukan populasi, sampel, teknik pengambilan sampel, jenis dan teknik pengumpulan data (misalnya kuesioner skala likert).
• Penyusunan instrumen penelitian: Membuat kuesioner atau alat ukur motivasi belajar yang valid dan reliabel.
• Pengumpulan data: Melaksanakan survei atau pengumpulan data sesuai desain.
• Analisis data: Mengolah data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk menguji hipotesis.
• Kesimpulan dan saran: Menyimpulkan temuan dan memberikan rekomendasi untuk praktek pembelajaran dan penelitian lebih lanjut.
• Penyusunan laporan penelitian: Menulis laporan atau makalah dengan sistematika yang jelas (pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan)

3. Potensi Masalah dan Solusi dalam Penelitian
Potensi masalah yang mungkin muncul dalam penelitian meliputi keterbatasan akses dan kemampuan teknologi siswa sehingga solusinya adalah memilih media yang ringan dan mudah diakses memberikan panduan teknis serta menyediakan alternatif bagi siswa dengan kendala teknis. Selain itu, responden yang kurang serius atau tidak lengkap dalam menjawab kuesioner daring dapat diatasi dengan menjelaskan tujuan penelitian secara jelas membuat kuesioner yang singkat serta melakukan pengingat dan follow-up. Masalah lain yaitu instrumen yang belum valid dapat diminimalkan dengan melakukan uji coba (try out) terlebih dahulu sebelum penelitian utama.

4. Penyusunan dan Uji Validitas Instrumen Penelitian
Instrumen berupa kuesioner disusun berdasarkan teori motivasi belajar dan media digital interaktif dengan pertanyaan skala Likert. Untuk uji validitas, lakukan validitas isi melalui pendapat ahli, dan validitas konstruk dengan analisis korelasi item-total atau analisis faktor. Uji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach Alpha untuk memastikan konsistensi instrumen. Setelah valid dan reliabel, instrumen siap digunakan untuk pengumpulan data.

MPPE B2025 -> Summary

Nur Ayu Dila 2313031055 གིས-
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

Masalah penelitian adalah kesenjangan antara kondisi ideal (harapan) dengan kondisi aktual yang terjadi. Kesenjangan ini bisa muncul dalam berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, sosial budaya, maupun teknologi. Perumusan masalah yang jelas akan menjadi pedoman bagi peneliti dalam menyusun tujuan, hipotesis, serta analisis data. Tanpa rumusan yang tepat, penelitian dapat kehilangan arah dan hasilnya tidak bermakna.

Identifikasi dan Latar Belakang Masalah
Identifikasi masalah dilakukan dengan mengenali adanya kesenjangan antara teori dan kenyataan. Tidak semua kesenjangan bisa dijadikan masalah penelitian; hanya yang dapat dijawab dengan data dan memiliki relevansi teoretis serta praktis. Latar belakang masalah berfungsi menjelaskan kondisi yang melatarbelakangi timbulnya permasalahan, termasuk alasan pentingnya penelitian dilakukan, manfaatnya, serta urgensi masalah dalam konteks keilmuan maupun sosial.

Sumber-Sumber Masalah Penelitian
Masalah penelitian dapat digali dari berbagai sumber, antara lain:
• Pengalaman pribadi di kehidupan atau pekerjaan.
• Hasil penelitian terdahulu yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
• Kepustakaan seperti buku, jurnal, atau laporan ilmiah.
• Forum ilmiah dan diskusi dengan pakar.
• Observasi langsung di lapangan.
• Perubahan paradigma pendidikan atau kebijakan.
• Fenomena sosial dan pendidikan di masyarakat.
• Deduksi dari teori yang ada.

Ciri-Ciri Masalah Penelitian yang Baik
Masalah penelitian dikatakan baik apabila memenuhi beberapa kriteria berikut:
• Memberikan kontribusi nyata, baik dalam pengembangan teori, perbaikan metode, maupun manfaat praktis.
• Orisinal, bukan duplikasi penelitian lain.
• Dinyatakan dengan jelas, menunjukkan hubungan antarvariabel.
• Layak (feasible) untuk diteliti dengan mempertimbangkan waktu, biaya, dan kemampuan peneliti.

Tujuan penelitian
Tujuan penelitian merupakan pernyataan tentang apa yang ingin dicapai dari penelitian. Jika rumusan masalah berbentuk pertanyaan, maka tujuan dinyatakan dalam kalimat deklaratif yang relevan dengan rumusan masalah, jelas, tegas, dan menggambarkan hasil yang ingin dicapai. Secara umum, tujuan penelitian adalah menemukan pengetahuan baru, mengembangkan pengetahuan, serta menguji kebenaran teori yang ada.

Perumusan Masalah Penelitian
Perumusan masalah merupakan tahap menyusun pertanyaan penelitian yang akan dijawab melalui pengumpulan data. Rumusan masalah harus bersifat spesifik, tajam, dan memuat unsur pertanyaan yang dapat diuji secara ilmiah. Dalam prosesnya, peneliti terlebih dahulu menemukan situasi problematik yang menunjukkan adanya kesenjangan antara teori dan kenyataan. Setelah itu, peneliti menelusuri berbagai literatur serta data yang relevan untuk memahami konteks permasalahan secara lebih mendalam. Dari hasil kajian tersebut, peneliti kemudian menentukan inti permasalahan utama dan berpengaruh, lalu menyusunnya dalam bentuk kalimat rumusan masalah yang jelas, fokus, dan terarah agar dapat dijawab melalui penelitian yang dilakukan.

Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah
Rumusan masalah dibagi menjadi tiga jenis:
• Deskriptif: menggambarkan keadaan satu variabel, seperti “Bagaimana tingkat kepuasan siswa terhadap layanan sekolah?”
• Komparatif: membandingkan dua kelompok atau lebih, seperti “Apakah terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa negeri dan swasta?”
• Asosiatif: meneliti hubungan antarvariabel yang bisa bersifat simetris, kausal (sebab-akibat), atau interaktif (timbal balik), misalnya “Adakah pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi akademik?”

Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang harus diuji secara empiris. Hipotesis membantu peneliti menentukan data yang perlu dikumpulkan dan bagaimana menganalisisnya. Hipotesis yang baik harus logis, dapat diuji, konsisten dengan teori, dan disusun secara sederhana.

Judul Penelitian
Judul penelitian merupakan representasi dari fokus utama masalah dan harus mencerminkan variabel, objek, serta desain penelitian. Judul yang baik bersifat spesifik, jelas, informatif, dan menunjukkan signifikansi akademik maupun praktis.

MPPE B2025 -> Diskusi

Nur Ayu Dila 2313031055 གིས-
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

1. Identifikasi masalah
Menentukan topik atau isu penting yang layak diteliti untuk menemukan solusi atau pemahaman yang lebih mendalam.
2. Perumusan masalah
Menyusun pertanyaan penelitian secara jelas, spesifik, dan terarah agar penelitian memiliki fokus yang tepat.
3. Kajian pustaka
Mempelajari teori, konsep, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan untuk memperkuat dasar penelitian.
4. Penentuan tujuan dan hipotesis
Menetapkan tujuan yang ingin dicapai serta dugaan awal (hipotesis) yang akan diuji melalui penelitian.
5. Pemilihan metode penelitian
Menentukan pendekatan penelitian, cara pengumpulan data, dan teknik analisis yang sesuai dengan tujuan penelitian.
6. Pengumpulan data
Melakukan observasi, wawancara, survei, atau eksperimen guna memperoleh informasi yang dibutuhkan.
7. Analisis data
Mengolah, menafsirkan, dan menarik makna dari data yang diperoleh menggunakan metode analisis yang tepat.
8. Penarikan kesimpulan
Merangkum hasil penelitian berdasarkan analisis data serta mengaitkannya kembali dengan rumusan masalah.
9. Penyusunan laporan penelitian
Menyusun hasil penelitian secara runtut dan logis agar mudah dipahami, dipresentasikan, atau dipublikasikan.