Posts made by Nur Ayu Dila 2313031055

MPPE B2025 -> CASE STUDY 2

by Nur Ayu Dila 2313031055 -
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

1.Teori yang dapat digunakan sebagai landasan teori
-Teori Kepemimpinan Situasional (Hersey & Blanchard): Menjelaskan bahwa efektivitas kepemimpinan bergantung pada situasi dan tingkat kesiapan bawahan. Pemimpin yang mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya (directing, coaching, supporting, delegating) akan meningkatkan kinerja karyawan.
-Teori Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional (Bass & Avolio): Teori ini menjelaskan bahwa pemimpin transformasional menginspirasi dan memotivasi karyawan untuk bekerja melebihi harapan, sedangkan pemimpin transaksional menggunakan penghargaan dan hukuman untuk mencapai tujuan. Keduanya berpengaruh terhadap motivasi dan kinerja karyawan.
-Teori Motivasi (Maslow, Herzberg, atau McClelland): Menjelaskan bahwa motivasi kerja yang dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan akan berdampak pada peningkatan kinerja.
-Teori Kinerja (Gibson atau Robbins): Kinerja dipengaruhi oleh tiga faktor utama: kemampuan, motivasi, dan kesempatan. Gaya kepemimpinan yang tepat dapat meningkatkan motivasi dan memperjelas tujuan kerja, sehingga kinerja meningkat.

2. Kerangka Pikir Penelitian
Gaya kepemimpinan (X) yang diterapkan oleh pimpinan berpengaruh besar terhadap perilaku, motivasi, dan semangat kerja karyawan. Pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat, seperti transformasional atau partisipatif, dapat membuat karyawan merasa dihargai, termotivasi, dan bersemangat mencapai target kerja. Sebaliknya, gaya kepemimpinan yang otoriter atau tidak konsisten dapat menurunkan motivasi dan produktivitas, yang akhirnya berdampak pada penurunan kinerja karyawan (Y).

3. Rumusan Hipotesis Penelitian
H₀: Gaya kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
H₁: Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

by Nur Ayu Dila 2313031055 -
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

1. Teori yang Relevan untuk Landasan Teori
- Teori Konstruktivisme: Teori ini menyatakan bahwa pengetahuan dibangun secara aktif oleh peserta didik melalui pengalaman dan interaksi. Dalam konteks pembelajaran daring, mahasiswa berperan aktif dalam mencari, memahami, dan membangun pengetahuan secara mandiri melalui platform digital.
- Teori Teknologi Pembelajaran: teknologi berfungsi untuk memfasilitasi proses belajar agar lebih efektif, efisien, dan menarik. Pembelajaran daring merupakan penerapan langsung teori ini melalui penggunaan media digital untuk mencapai tujuan pembelajaran.
- Teori Motivasi Belajar: Motivasi internal dan eksternal memengaruhi keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Jika mahasiswa termotivasi, maka efektivitas pembelajaran daring akan meningkat dan berdampak positif pada hasil belajar.
- Teori Hasil belajar: hasil belajar mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam penelitian ini, hasil belajar mahasiswa menjadi indikator keberhasilan pembelajaran daring.

2. Kerangka Pikir Penelitian
Kerangka pikir menggambarkan hubungan logis antara variabel bebas (X: Pembelajaran daring) dan variabel terikat (Y: Hasil belajar mahasiswa). Pembelajaran daring memberikan akses belajar yang fleksibel dan mandiri. Keberhasilannya dipengaruhi oleh faktor seperti ketersediaan teknologi, interaksi, dan motivasi belajar mahasiswa. Jika pembelajaran daring diterapkan secara efektif, mahasiswa akan lebih mudah memahami materi dan memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Sebaliknya, pembelajaran daring yang kurang efektif akan berdampak pada rendahnya hasil belajar mahasiswa.

3. Rumusan Hipotesis Penelitian
Hipotesis nol (H₀): Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.
Hipotesis alternatif (H₁): Terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.

MPPE B2025 -> Menulis Summary e-journal

by Nur Ayu Dila 2313031055 -
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

Jurnal ini membahas perbedaan dan hubungan antara konsep teori, kerangka teoretis, dan kerangka konseptual dalam konteks penelitian akademik, khususnya di bidang pendidikan dan ilmu sosial. Jurnal ini disusun untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai definisi, fungsi, dan penerapan ketiga konsep tersebut dalam rangka memandu penyusunan proposal riset dan tesis. Hal ini penting mengingat masih terdapat tantangan dan kesalahpahaman terkait perbedaan tujuan dan peran teori, kerangka teoretis, dan kerangka konseptual dalam proses penelitian.

Teori merupakan rangkaian proposisi yang menjelaskan serta memprediksi hubungan antar variabel yang diamati dalam suatu fenomena, didasarkan pada data empiris serta asumsi logis yang mendasarinya. Sedangkan kerangka teoretis adalah kumpulan teori-teori yang diorganisasi secara sistematis untuk dijadikan landasan dalam menganalisis dan menginterpretasi data penelitian secara terstruktur. Kerangka teoretis ini membantu peneliti dalam membangun argumen ilmiah dan meningkatkan validitas serta kredibilitas penelitian.

Kerangka konseptual memiliki cakupan yang lebih luas, mencakup keseluruhan aspek penelitian mulai dari identifikasi masalah, tujuan, metodologi, hingga cara penafsiran data. Konseptual ini pada dasarnya merupakan hasil pemikiran reflektif peneliti yang merangkum berbagai konsep dan variabel yang diamati serta hubungan antar variabel tersebut. Dengan demikian, kerangka teoretis termasuk sebagai bagian dari kerangka konseptual yang lebih besar dan khusus mengacu pada teori-teori yang dipakai dalam analisis data penelitian. Pemahaman yang tepat dan jelas atas ketiga konsep ini sangat esensial demi menghasilkan penelitian yang terstruktur dengan baik, sistematis, serta memiliki kontribusi akademik yang signifikan.

MPPE B2025 -> Diskusi

by Nur Ayu Dila 2313031055 -
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

1. Teori merupakan kumpulan konsep, definisi, dan proposisi yang menjelaskan suatu fenomena secara sistematis. Dalam penelitian, teori berfungsi sebagai dasar ilmiah yang membantu peneliti memahami mengapa suatu peristiwa terjadi dan bagaimana hubungan antar variabel dapat dijelaskan secara logis. Dengan teori, peneliti memiliki panduan dalam menafsirkan data, memilih metode penelitian yang sesuai, serta memastikan penelitian memiliki landasan konseptual yang kuat.

2. Kerangka pikir merupakan representasi logis dari hubungan antar konsep atau variabel yang dibangun berdasarkan teori yang telah dikaji. Kerangka pikir menggambarkan alur berpikir peneliti tentang bagaimana variabel saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain. Dengan adanya kerangka pikir, peneliti dapat menata teori-teori yang relevan menjadi satu kesatuan pemikiran yang utuh untuk menjawab rumusan masalah penelitian.

3. Hipotesis merupakan pernyataan sementara yang berisi dugaan tentang hubungan antar variabel yang akan diuji secara empiris. Hipotesis disusun berdasarkan kerangka pikir dan berfungsi untuk memberikan arah dalam pengumpulan serta analisis data. Dalam penelitian kuantitatif, hipotesis menjadi dasar untuk menguji kebenaran hubungan atau pengaruh antar variabel melalui data yang dikumpulkan.

Hubungan ketiganya, teori menyediakan dasar konseptual yang menjelaskan fenomena dan hubungan antar variabel secara sistematis, sedangkan kerangka pikir mengorganisasi teori tersebut menjadi representasi logis yang menggambarkan hubungan antar variabel dalam penelitian, dan hipotesis merupakan pernyataan sementara yang dibuat berdasarkan kerangka pikir untuk diuji secara empiris, sehingga ketiganya saling terhubung dalam membangun landasan, alur, dan arah penelitian secara ilmiah.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

by Nur Ayu Dila 2313031055 -
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

1. Identifikasi Masalah Penelitian
Masalah penelitian yang relevan adalah mengapa jumlah mahasiswa baru universitas menurun dalam tiga tahun terakhir meskipun sudah dilakukan promosi besar-besaran melalui berbagai media dan kerja sama

2. Variabel Penelitian
- Variabel Independen: Strategi promosi yang dilakukan universitas (media sosial, pameran pendidikan, kerja sama dengan sekolah).
- Variabel Dependen: Jumlah mahasiswa baru yang diterima universitas.

3. Paradigma Penelitian yang Tepat
Paradigma positivisme paling tepat digunakan karena fokus penelitian pada hubungan sebab-akibat antara strategi promosi (variabel independen) dan jumlah mahasiswa baru (variabel dependen) dengan pendekatan yang mengutamakan data kuantitatif dan analisis objektif.

4. Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian
- Rumusan Masalah: Apa faktor-faktor yang menyebabkan penurunan jumlah mahasiswa baru di universitas meskipun telah dilakukan promosi besar-besaran?
- Pertanyaan Penelitian: Bagaimana pengaruh efektivitas strategi promosi universitas terhadap penurunan jumlah mahasiswa baru dalam tiga tahun terakhir?