Nama : ar. try saputri
npm : 231303082
Seorang peneliti perlu memahami masalah, variabel, dan paradigma penelitian karena ketiga hal tersebut merupakan fondasi utama dalam proses penelitian ilmiah. Berikut penjelasannya:
Memahami Masalah Penelitian
Masalah penelitian adalah titik awal dari seluruh kegiatan penelitian. Dengan memahami masalah secara mendalam, peneliti dapat menentukan arah, tujuan, serta batasan penelitian agar tidak melebar dan tetap fokus. Menurut Sugiyono (2019), masalah penelitian merupakan “suatu kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang memerlukan pemecahan melalui penelitian.” Tanpa pemahaman yang baik tentang masalah, penelitian akan kehilangan arah dan hasilnya tidak relevan dengan fenomena yang dikaji.
Memahami Variabel Penelitian
Variabel adalah segala sesuatu yang menjadi objek pengamatan dalam penelitian dan dapat berubah nilainya (Arikunto, 2018). Pemahaman terhadap variabel—baik variabel bebas, terikat, maupun kontrol—membantu peneliti menyusun hipotesis, menentukan instrumen penelitian, dan memilih metode analisis data yang tepat. Kesalahan dalam memahami variabel dapat menyebabkan hasil penelitian tidak valid dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Memahami Paradigma Penelitian
Paradigma penelitian memberikan kerangka berpikir bagi peneliti dalam memahami fenomena dan menentukan pendekatan yang digunakan, apakah kuantitatif, kualitatif, atau campuran (mixed methods). Menurut Guba dan Lincoln (1994), paradigma mencakup asumsi ontologis, epistemologis, dan metodologis yang mendasari cara peneliti memandang realitas dan memperoleh pengetahuan. Dengan memahami paradigma, peneliti dapat menyesuaikan desain, teknik pengumpulan data, dan analisis sesuai dengan tujuan dan sifat penelitiannya.