Kiriman dibuat oleh Ar.Try Saputri

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Ar.Try Saputri -
NAMA : AR. TRY SAPUTRI
NPM : 2313031082

Bab ini menjelaskan tiga komponen utama dalam penelitian, yaitu teknik pengambilan sampel, rancangan penelitian, dan alat ukur penelitian. Teknik sampling membantu peneliti memilih sebagian populasi dengan metode acak atau non-acak. Desain penelitian menjadi panduan agar proses riset terarah dan efisien. Sementara itu, instrumen penelitian berfungsi mengumpulkan data yang valid, konsisten, dan mudah digunakan. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan menentukan keandalan hasil penelitian secara keseluruhan.

ASP C2025 -> CASE STUDY 2

oleh Ar.Try Saputri -
NAMA : AR. TRY SAPUTRI
NPM : 2313031082

Audit kinerja berbasis risiko pada sistem IzinCerdas dilakukan untuk menilai efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas layanan perizinan daring. Langkahnya dimulai dari identifikasi risiko utama seperti keterlambatan proses, ketidakjelasan status izin, serta potensi penyalahgunaan wewenang. Setelah itu, auditor menilai tingkat kemungkinan dan dampak tiap risiko untuk menentukan area yang perlu diaudit lebih dalam, terutama yang berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik.

Dalam pelaksanaannya, auditor dapat memanfaatkan teknologi digital seperti data analytics , audit trail elektronik, dan dashboard monitoring untuk menganalisis data izin, melacak waktu proses, serta mendeteksi pola anomali atau aktivitas mencurigakan. Hasil audit digunakan untuk memberikan rekomendasi perbaikan, misalnya penyederhanaan alur persetujuan, peningkatan keamanan sistem, dan pelatihan SDM. Dengan pendekatan ini, audit dapat membantu mempercepat layanan, meningkatkan transparansi, serta mencegah penyalahgunaan dalam sistem IzinCerdas.

ASP C2025 -> CASE STUDY

oleh Ar.Try Saputri -
NAMA : AR. TRY SAPUTRI
NOM : 2313031082

Rendahnya efektivitas implementasi program Sehat Mandiri disebabkan oleh beberapa faktor utama, seperti kurangnya kesiapan sumber daya manusia di Puskesmas, lemahnya integrasi dan sinkronisasi data antar fasilitas kesehatan, serta minimnya monitoring dan evaluasi berkala. Selain itu, adanya resistensi terhadap perubahan dan keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa daerah juga menghambat pemanfaatan sistem secara optimal.

Pendekatan audit berbasis data dapat dilakukan untuk menilai dan memperbaiki kinerja sistem ini. Langkahnya meliputi perencanaan audit dengan menentukan indikator kinerja utama, pengumpulan dan analisis data seperti log penggunaan sistem dan data pelayanan pasien, serta evaluasi efektivitas dan efisiensi program. Hasil audit kemudian disusun dalam laporan berisi temuan dan rekomendasi perbaikan, seperti peningkatan pelatihan SDM, standarisasi data, dan pemantauan berbasis dashboard. Dengan cara ini, kinerja program digitalisasi dapat ditingkatkan secara terukur dan berkelanjutan.

ASP C2025 -> Diskusi

oleh Ar.Try Saputri -
NAMA : AR. TRY SAPUTRI
NPM : 2313031082

Langkah-langkah dalam mengembangkan laporan audit kinerja sektor publik dilakukan secara sistematis agar hasil audit dapat memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi peningkatan kinerja instansi pemerintah. Berikut langkah-langkah utamanya:

1. Perencanaan Audit : Menetapkan tujuan, ruang lingkup, serta kriteria audit. Pada tahap ini auditor juga mengidentifikasi risiko dan memilih area yang paling penting untuk diperiksa.
2. Pelaksanaan Audit (Pengumpulan Data) : Auditor mengumpulkan bukti melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk menilai efektivitas, efisiensi, serta ekonomisnya suatu program.
3. Evaluasi dan Analisis Temuan: Data yang terkumpul dianalisis untuk menemukan penyebab masalah serta dampaknya terhadap kinerja instansi publik.
4. Penyusunan Laporan Audit : Auditor menyusun laporan yang berisi temuan, kesimpulan, dan rekomendasi perbaikan secara jelas, obyektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
5. Tindak Lanjut (Follow Up) : Hasil audit ditindaklanjuti oleh instansi terkait untuk memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kinerja ke depan.