Posts made by 2313034038 Tirta ananda kurnia

Nama: Tirta Ananda Kurnia
Npm: 2313034038
Mata Kuliah: Geografi Sosial
Dosen Pengampu: Dr. Novia Fitri Istiawati., M.Pd.

Paper ini menyelidiki Kompleks Perumahan Umum Pruitt-Igoe di St. Louis, Missouri, yang menjadi simbol kegagalan Modernisme dalam perumahan sosial. Dibangun untuk menampung 13.000 orang, kompleks ini dihancurkan pada tahun 1972 setelah mengalami penurunan populasi dan kualitas hidup yang signifikan.

Melalui analisis spasial menggunakan sintaksis ruang, penulis mengidentifikasi dua faktor utama yang berkontribusi pada masalah sosial di Pruitt-Igoe:

1. Penyediaan Ruang Berlebihan. Desain yang menyediakan terlalu banyak ruang mengakibatkan kurangnya interaksi antara orang dewasa dan anak-anak, menciptakan "antarmuka yang rusak."

2. Desain Menara Hunian, Tata letak menara hunian yang tidak teratur memfasilitasi peluang untuk kegiatan kriminal, dengan akses yang sulit diawasi.

Paper ini menyoroti kelemahan dalam desain dan perencanaan, menunjukkan bahwa pemisahan penggunaan ruang dan akses yang buruk memperburuk kondisi sosial. Penurunan tingkat hunian dan kebijakan diskriminatif juga berkontribusi pada meningkatnya jumlah anak-anak yang tidak diawasi, yang sering terlibat dalam vandalisme.

Kesimpulannya, kegagalan Pruitt-Igoe mencerminkan hasil dari berbagai faktor, termasuk desain yang buruk dan kebijakan publik yang tidak efektif. Pelajaran penting dari studi ini adalah bahwa penyediaan ruang yang berlebihan dalam desain dapat menciptakan kondisi yang tidak aman dan berpotensi berbahaya.
Nama: Tirta Ananda Kurnia
Npm: 2313034038
Mata kuliah: Geografi Sosial
Dosen Pengampu: Dr. Novia Fitri Istiawati., M.Pd.

Interaksi manusia dengan lingkungan dalam ruang sosial merupakan hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Manusia tidak hanya menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, tetapi juga memiliki peran aktif dalam membentuk dan mengubah lingkungan sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai sosial yang berkembang. Ruang sosial mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari lingkungan fisik seperti tempat tinggal, ruang publik, dan infrastruktur, hingga aspek sosial seperti Dalam kehidupan perkotaan, ruang sosial tercipta melalui berbagai interaksi manusia dalam ruang-ruang publik seperti taman, pasar, pusat perbelanjaan, dan transportasi umum. Di tempat-tempat ini, individu dari berbagai latar belakang sosial dan budaya berbaur, berinteraksi, dan membangun hubungan sosial.

Sebaliknya, di lingkungan pedesaan, ruang sosial lebih banyak terbentuk melalui interaksi yang bersifat kekeluargaan dan berbasis komunitas. Norma sosial dalam masyarakat pedesaan cenderung lebih kuat dibandingkan dengan di perkotaan, sehingga ruang sosial lebih erat terkait dengan aktivitas gotong royong, pertemuan adat, dan interaksi berbasis tradisi (Giddens, 2017). Perbedaan ini menunjukkan bahwa lingkungan tidak sama antara perkotaan dengan pedesaan.

Lingkungan juga memiliki dampak terhadap perilaku manusia. Faktor-faktor umum seperti ketersediaan fasilitas, kondisi infrastruktur, dan keamanan lingkungan dapat mempengaruhi pola interaksi sosial. Misalnya, kota dengan sistem transportasi yang cenderung memiliki masyarakat yang lebih dinamis dalam berinteraksi dibandingkan dengan wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

Dengan demikian, interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial merupakan proses yang dinamis dan kompleks. Lingkungan membentuk perilaku dan pola sosial manusia, sementara manusia terus menerus mengadaptasi dan mengubah lingkungan sesuai dengan perkembangan sosial.

Referensi:

Oldenburg, R. (1989). Tempat yang Baik dan Hebat . Paragon House.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, RP, & Carr, D. (2017). Pengantar Sosiologi . Edisi ke-9. Pearson.

Jones, P., & Stokols, D. (2019). Buku Pegangan Psikologi Lingkungan dan Kualitas Hidup . Springer.