Posts made by 2363034001 Nadila Nur Hanifa

Nama : Nadila Nur Hanifa
NPM : 2363034001
Kelas : C

Pada paper berjudul "A Failure of Modernism: ‘Excavating’ Pruitt-Igoe" karya Dr. Mark David Major, telah dibahas Kegagalan proyek perumahan sosial Pruitt-Igoe di St. Louis, Missouri, yang menjadi salah satu titik balik yang menandai awal redupnya ideologi modernisme dalam konsep ruang sosial. Modernisme, yang mengedepankan efisiensi, rasionalitas, dan fungsi dalam perancangan ruang, terbukti tidak mampu mengakomodasi kompleksitas kehidupan sosial masyarakat. Pruitt-Igoe, yang dibangun dengan prinsip-prinsip arsitektur modernis seperti pemisahan zona, ruang hijau terbuka, dan bangunan bertingkat tinggi yang mengoptimalkan pencahayaan alami, justru mengalami kemunduran drastis akibat kurangnya pemahaman terhadap dinamika sosial penghuninya. Desain yang seharusnya menciptakan lingkungan yang lebih baik malah menghasilkan ruang yang tidak memiliki interaksi sosial yang sehat, di mana kurangnya pengawasan alami dari penghuni membuka peluang bagi aktivitas kriminal. Selain itu, kebijakan sosial yang membatasi keberadaan pria dewasa menganggur dalam unit perumahan memperburuk struktur keluarga, mengurangi pengawasan terhadap anak-anak, dan mempercepat degradasi sosial. Kegagalan dalam manajemen dan pemeliharaan semakin memperburuk kondisi perumahan, ditambah dengan fenomena “white flight” yang menyebabkan segregasi sosial dan ekonomi yang lebih tajam. Akhirnya, pada tahun 1972, proyek ini dihancurkan, menjadi simbol kegagalan modernisme dalam merancang ruang sosial yang berfungsi secara berkelanjutan.

Kesimpulannya, redupnya ideologi modernisme dalam konsep ruang sosial disebabkan oleh ketidakmampuannya dalam memahami bahwa ruang tidak hanya harus dirancang secara fungsional dan efisien, tetapi juga harus mempertimbangkan interaksi sosial dan kebutuhan komunitas penghuninya. Pruitt-Igoe menjadi pelajaran berharga bahwa keberhasilan perancangan ruang sosial tidak bisa hanya berlandaskan teori arsitektur modernis yang kaku, tetapi harus mengakomodasi kehidupan sosial yang dinamis dan kompleks.
Nama: Nadila Nur Hanifa
Npm: 2363034001
Kelas: Pendidikan Geografi 2023 C
Mata Kuliah: Geografi Sosial

Menurut saya Interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial adalah hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan sosial budaya tempat tinggalnya. "Setiap manusia tidak akan lepas dari sebuah aktivitas interaksi sosial (Abdillah, 2018; Muslim,2013)." Menjelaskan dalam kutipan, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan hubungan dengan orang lain, makhluk hidup lain, dan lingkungan sekitar. Hal ini tidak lain karena salah satu kebutuhan dasar manusia ialah melakukan interaksi dengan sesama. Ruang interaksi sosial dapat kita temukan berbagai macam bentuknya, yang tentu saja menyesuaikan dengan jenis aktivitas interaksi sosial yang dilakukan oleh seseorang. Interaksi sosial dapat kita temukan di lingkungan hunian, salah satunya pada kampung kota (Putra & Triwahyono,
2020; Tamariska & Ekomadyo, 2017). Interaksi sosial seseorang dapat dilakukan dengan lingkup yang paling kecil, yaitu berinteraksi dengan anggota keluarga di rumah bersama kerabat keluarga. Lebih luas lagi, aktivitas ini dapat
dilakukan seseorang dengan kerabat di lingkungan rumah, yaitu tetangga. Selain itu, ada juga interaksi antara individu dan kelompok. Misalnya, seorang guru mengajar murid-muridnya di kelas, baik secara tatap muka maupun online. Di sini, guru berperan sebagai penyampai ilmu, sementara murid-murid berperan sebagai penerima informasi. Dan Bentuk interaksi lain yang dapat dilakukan pun juga dalam bentuk yang sederhana, yaitu sekadar berbincang, senda gurau, atau bahkan
mungkin arisan lingkungan rumah pada skala terkecil, seperti arisan Rukun Tetangga (RT) atau Rukun
Warga (RW). Semua interaksi tersebut dapat menghasilkan dampak positif atau negatif, tergantung pada situasi dan kondisi, serta sikap setiap individu yang terlibat. Jika interaksi berlangsung dengan baik, penuh penghargaan, dan komunikasi yang terbuka, maka dampaknya akan sangat positif, menciptakan hubungan yang harmonis dan memperkuat solidaritas sosial. Namun, jika terjadi kesalahpahaman atau ketegangan, interaksi yang tidak sehat dapat menimbulkan dampak negatif, seperti konflik atau perpecahan.

Referensi:
Anggiani, M., & Ayudya, R. D. (2024). KARAKTERISTIK SPASIAL RUANG INTERAKSI SOSIAL PENGHUNI di LINGKUNGAN HUNIAN KAMPUNG KOTA TEMATIK TANGERANG. LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR, 11(1), 16. https://doi.org/10.26418/lantang.v11i1.69948