Nama: Made Septiana
NPM: 2313034020
Makalah "A Failure of Modernism: Excavating Pruitt-Igoe" oleh Dr. Mark David Major membahas kegagalan kompleks perumahan sosial Pruitt-Igoe di St. Louis, Missouri. Kompleks ini dibangun pada tahun 1954 sebagai bagian dari kebijakan urban renewal yang bertujuan untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, dalam waktu kurang dari dua dekade, kompleks ini mengalami kemunduran drastis dan akhirnya dihancurkan pada tahun 1972. Salah satu faktor utama kegagalan Pruitt-Igoe adalah desain dan tata ruangnya yang tidak mendukung interaksi sosial yang sehat. Bangunan bertingkat tinggi dengan pilotis (tiang penyangga) memisahkan aktivitas penghuni dari jalanan dan ruang publik, menciptakan "intelligible dysfunction"—ketidakefektifan tata letak yang justru memicu ketidakamanan. Selain itu, pemisahan antara jalur pejalan kaki dan kendaraan menghilangkan interaksi alami yang biasanya terjadi di lingkungan tradisional. Akibatnya, banyak area di dalam kompleks menjadi ruang kosong yang tidak digunakan secara optimal, membuatnya rentan terhadap aktivitas kriminal. Faktor sosial juga berperan dalam kegagalan Pruitt-Igoe. Konsep "natural policing", atau pengawasan alami dari warga yang beraktivitas di sekitar hunian mereka, tidak bisa berjalan efektif karena desain yang tertutup dan kurangnya keterlibatan penghuni dalam kehidupan sosial. Rasio antara orang dewasa dan anak-anak menjadi tidak seimbang, menyebabkan banyak anak tidak terawasi dan akhirnya terlibat dalam tindakan vandalisme serta kriminalitas kecil. Ketakutan akan keamanan semakin membuat orang-orang menarik diri dari ruang publik, menciptakan lingkaran setan yang semakin memperburuk kondisi sosial di Pruitt-Igoe. Selain desain fisik dan faktor sosial, kebijakan publik juga mempercepat kehancuran Pruitt-Igoe. Perencanaan berbasis Modernisme yang diterapkan di kompleks ini kurang memperhatikan pola kehidupan masyarakat yang sebenarnya. Pemerintah hanya berfokus pada membangun unit hunian dalam jumlah besar tanpa mempertimbangkan dinamika sosial dan kebutuhan interaksi antarwarga. Ketika tingkat hunian mulai menurun akibat masalah keamanan dan pengelolaan yang buruk, kondisi di Pruitt-Igoe semakin memburuk hingga tidak dapat diperbaiki lagi.Kesimpulannya, kegagalan Pruitt-Igoe bukan hanya disebabkan oleh faktor ekonomi atau sosial semata, tetapi juga oleh kesalahan desain arsitektur dan kebijakan perencanaan kota.
NPM: 2313034020
Makalah "A Failure of Modernism: Excavating Pruitt-Igoe" oleh Dr. Mark David Major membahas kegagalan kompleks perumahan sosial Pruitt-Igoe di St. Louis, Missouri. Kompleks ini dibangun pada tahun 1954 sebagai bagian dari kebijakan urban renewal yang bertujuan untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, dalam waktu kurang dari dua dekade, kompleks ini mengalami kemunduran drastis dan akhirnya dihancurkan pada tahun 1972. Salah satu faktor utama kegagalan Pruitt-Igoe adalah desain dan tata ruangnya yang tidak mendukung interaksi sosial yang sehat. Bangunan bertingkat tinggi dengan pilotis (tiang penyangga) memisahkan aktivitas penghuni dari jalanan dan ruang publik, menciptakan "intelligible dysfunction"—ketidakefektifan tata letak yang justru memicu ketidakamanan. Selain itu, pemisahan antara jalur pejalan kaki dan kendaraan menghilangkan interaksi alami yang biasanya terjadi di lingkungan tradisional. Akibatnya, banyak area di dalam kompleks menjadi ruang kosong yang tidak digunakan secara optimal, membuatnya rentan terhadap aktivitas kriminal. Faktor sosial juga berperan dalam kegagalan Pruitt-Igoe. Konsep "natural policing", atau pengawasan alami dari warga yang beraktivitas di sekitar hunian mereka, tidak bisa berjalan efektif karena desain yang tertutup dan kurangnya keterlibatan penghuni dalam kehidupan sosial. Rasio antara orang dewasa dan anak-anak menjadi tidak seimbang, menyebabkan banyak anak tidak terawasi dan akhirnya terlibat dalam tindakan vandalisme serta kriminalitas kecil. Ketakutan akan keamanan semakin membuat orang-orang menarik diri dari ruang publik, menciptakan lingkaran setan yang semakin memperburuk kondisi sosial di Pruitt-Igoe. Selain desain fisik dan faktor sosial, kebijakan publik juga mempercepat kehancuran Pruitt-Igoe. Perencanaan berbasis Modernisme yang diterapkan di kompleks ini kurang memperhatikan pola kehidupan masyarakat yang sebenarnya. Pemerintah hanya berfokus pada membangun unit hunian dalam jumlah besar tanpa mempertimbangkan dinamika sosial dan kebutuhan interaksi antarwarga. Ketika tingkat hunian mulai menurun akibat masalah keamanan dan pengelolaan yang buruk, kondisi di Pruitt-Igoe semakin memburuk hingga tidak dapat diperbaiki lagi.Kesimpulannya, kegagalan Pruitt-Igoe bukan hanya disebabkan oleh faktor ekonomi atau sosial semata, tetapi juga oleh kesalahan desain arsitektur dan kebijakan perencanaan kota.