Posts made by 2313034022 Anggra Karmelita

Nama: Anggra Karmelita
NPM: 2313034022
Kelas; Geografi 2023 C

Berdasarkan Paper tersebut membahas tentang kompleks perumahan Pruitt-Igoe di St. Louis, Missouri, yang sering dijadikan contoh kegagalan ideologi Modernisme dalam perencanaan sosial. Kompleks ini memiliki lebih dari 2.800 apartemen untuk 13.000 orang dan dibangun dengan harapan menyediakan perumahan yang layak. Namun, kompleks ini hancur dan dibongkar pada tahun 1972. Pembahasan yang dilakukan oleh Dr. Mark David Major mengungkap bahwa penurunan Pruitt-Igoe disebabkan oleh kombinasi faktor desain, perencanaan, dan dinamika sosial yang tidak diantisipasi dengan baik.

Salah satu fokus utama dalam pembahasan ini adalah analisis ruang menggunakan metode "arsitektur spasial". Pendekatan ini membantu untuk memahami bagaimana desain dan perencanaan memengaruhi masalah sosial di Pruitt-Igoe. Penemuan utama menunjukkan bahwa penyediaan ruang yang berlebihan justru menjadi masalah, menciptakan "antarmuka yang rusak" antara orang dewasa dan anak-anak. Hal ini menyebabkan kurangnya interaksi sosial yang sehat di antara penduduk, yang pada gilirannya memperburuk kondisi di kompleks perumahan tersebut.

Kegagalan konsep Modernisme juga menjadi sorotan penting dalam analisis ini. Meskipun Pruitt-Igoe dirancang dengan prinsip-prinsip Modernisme yang ideal, seperti efisiensi ruang, kenyataan menunjukkan bahwa struktur dan perencanaan yang tidak memperhitungkan interaksi sosial malah menyebabkan peningkatan tindakan kriminal dan persepsi masyarakat yang negatif. Masyarakat merasakan ketidakamanan, yang berdampak pada berkurangnya penggunaan ruang publik, sehingga masalah sosial semakin memburuk.

Selain itu, perubahan dalam hubungan antara orang dewasa dan anak-anak akibat desain yang memisahkan fungsi sosial juga berkontribusi pada peningkatan tingkat kriminalitas. Desain yang tidak memperhatikan pengawasan yang memadai di ruang publik bahkan membuat ruang tersebut tidak terpakai dengan efektif, dan malah dimanfaatkan untuk aktivitas merugikan. Hal ini menunjukkan pentingnya desain yang mempertimbangkan interaksi sosial dan pengawasan yang cukup untuk menjaga keamanan lingkungan.

Kesimpulan dari pembahasan tersebut adalah bahwa desain dan perencanaan yang tidak tepat sangat berkontribusi pada kemerosotan Pruitt-Igoe. Pendekatan modernis yang mengisolasi ruang tanpa mempertimbangkan interaksi sosial telah memperparah situasi di kompleks tersebut. Kegagalan ini mencerminkan bagaimana faktor sosial dan ekonomi berpengaruh terhadap pengalaman tinggal di tempat tersebut.
Nama: Anggra Karmelita
NPM: 2313034022
Kelas: Geografi 2023 C

Interaksi manusia dengan lingkungan sosial dalam ruang sosial merupakan aspek penting dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri dan memerlukan interaksi dengan individu lain untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Interaksi ini dapat berupa hubungan antar individu, kelompok, atau bahkan antara individu dan kelompok. Dalam konteks ini, ruang sosial berfungsi sebagai wadah di mana interaksi tersebut terjadi, baik dalam bentuk yang direncanakan seperti taman publik maupun yang tidak direncanakan seperti jalanan atau pasar.

Ruang sosial tidak hanya menyediakan tempat untuk berinteraksi, tetapi juga membentuk karakter interaksi itu sendiri. Faktor-faktor seperti budaya, lingkungan fisik, dan kebutuhan sosial mempengaruhi bagaimana individu berinteraksi. Misalnya, dalam sebuah kampung, keberadaan fasilitas seperti tempat duduk dan area hijau dapat mendorong interaksi sosial yang lebih aktif di antara warga. Penelitian menunjukkan bahwa ruang yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan kualitas interaksi sosial dan menciptakan komunitas yang lebih kohesif.

Selain itu, interaksi manusia dengan lingkungan sosial juga mencerminkan dinamika masyarakat itu sendiri. Dalam setiap interaksi, terdapat proses timbal balik yang membentuk hubungan sosial yang lebih kompleks. Keterkaitan antara individu dan kelompok dalam ruang sosial menciptakan jaringan sosial yang saling mendukung dan memperkuat rasa kebersamaan. Hal ini sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan, di mana setiap individu merasa terhubung dan memiliki peran dalam komunitas.

Berdasarkan teori
a. Teori Medan (Field Theory) oleh Kurt Lewin
Teori ini menyatakan bahwa perilaku manusia (B) adalah fungsi dari lingkungan (E) dan organisme (O), yang dirumuskan dalam formula B = f(E, O). Dalam konteks ini, interaksi manusia dengan lingkungan sosial dipandang sebagai proses dinamis di mana individu tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan, tetapi juga mempengaruhi lingkungan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi sosial dapat membentuk dan mengubah konteks sosial di mana individu berada.
b. Teori Konstruksi Sosial
Teori ini, yang dikembangkan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, menekankan bahwa realitas sosial dibentuk melalui interaksi antar individu. Dalam pandangan ini, setiap individu berkontribusi pada pembentukan norma, nilai, dan struktur sosial melalui proses komunikasi dan interaksi. Dengan demikian, ruang sosial menjadi arena di mana identitas dan makna dibangun secara kolektif, menciptakan hubungan timbal balik antara individu dan masyarakat.

Interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial merupakan hubungan dinamis yang saling memengaruhi antara individu, kelompok, dan lingkungan di sekitarnya. Dalam konteks ini, manusia tidak hanya berfungsi sebagai penghuni lingkungan, tetapi juga sebagai agen yang membentuk dan dipengaruhi oleh lingkungan tersebut.

a. Pengaruh Interaksi Sosial
Interaksi sosial terjadi ketika individu atau kelompok saling berhubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini menciptakan ruang interaksi yang beragam, mulai dari ruang publik seperti taman dan pasar hingga ruang privat seperti rumah. Menurut penelitian, karakteristik ruang interaksi sosial sangat dipengaruhi oleh budaya dan kebutuhan masyarakat setempat, sehingga setiap wilayah memiliki ciri khas tersendiri dalam cara interaksinya.

b. Keterkaitan dengan Lingkungan
Manusia membutuhkan lingkungan untuk kelangsungan hidupnya, dan sebaliknya, lingkungan juga memerlukan manusia untuk dikelola dengan baik. Interaksi ini menciptakan sistem kehidupan yang harmonis, di mana kualitas lingkungan dapat dipelihara dan ditingkatkan untuk kesejahteraan bersama. Misalnya, kegiatan sosial seperti kerja bakti di masyarakat tidak hanya memperkuat ikatan antar individu tetapi juga berkontribusi pada pemeliharaan lingkungan.

Dampak Positif dan Negatif
Interaksi manusia dengan lingkungan sosial dapat menghasilkan dampak positif, seperti peningkatan solidaritas sosial dan kesadaran lingkungan. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, interaksi ini juga bisa menimbulkan masalah seperti kerusakan lingkungan atau ketidakadilan sosial.

Referensi:
KARAKTERISTIK SPASIAL RUANG INTERAKSI SOSIAL ... https://jurnal.untan.ac.id/index.php/lb/article/download/69948/75676602092

bab 1. lingkungan hidup dan manusia - Universitas Negeri Jakarta https://pps.unj.ac.id/wp-content/uploads/2021/10/ZE.-Ferdi-Buku-Ajar-Ekolabel-2020-by-Desy-Safitri-dan-ZE-Ferdi-anggota-ke-2-1-2-1.pdf

Pengertian Interaksi Manusia dengan Lingkungan Sosial di Sekitarnya https://kumparan.com/berita-update/pengertian-interaksi-manusia-dengan-lingkungan-sosial-di-sekitarnya-1wIh75dc39X
[Pembelajaran 2. Interaksi Sosial https://cdn-gbelajar.simpkb.id/s3/p3k/IPS/Sosiologi/Per%20Pembelajaran/PEMBELAJARAN%202.%20INTERAKSI%20SOSIAL.pdf
Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup https://pslh.ugm.ac.id/peran-serta-masyarakat-dalam-pengelolaan-lingkungan-hidup/

Pengertian Interaksi Manusia dengan Lingkungan Sosial di Sekitarnya | kumparan.com.
GEOSOS-kls C,D: Interaksi Manusia dan Lingkungan dalam Ruang Sosial - SPADA UNS.

Interaksi Manusia dan Lingkungan dalam Kajian Filosofis - Matana University.