Nama : Elfianisya Zaharani Wibowo
NPM : 2313034064
Prodi/kelas : Pendidikan Geografi 2023 B
Interaksi antara manusia dan lingkungan dalam ruang sosial dapat berhubungan erat dan saling mempengaruhi seperti, lingkungan fisik, sosial, dan budaya membentuk perilaku manusia, sementara manusia juga berperan dalam mengubah lingkungan tersebut. Lingkungan yang dapat dikelola dengan baik, seperti contoh sebuah kota yang banyak pejalan kaki dan orang bersepeda dapat meningkatkan interaksi sosial, sedangkan lingkungan yang kurang mendukung dapat menghambat komunikasi antarindividu (Gehl, 2010). Manusia memiliki kemampuan membentuk dan mengubah lingkungan melalui teknologi, kebijakan, serta budaya yang berkembang dalam masyarakat (Madanipour, 2003). Ruang sosial saat ini merupakan hasil proses adaptasi terhadap lingkungan dengan meningktkan berbagai factor memengaruhinya, termasuk aspek sosial, ekonomi, dan politik. Konsep ruang yang dikemukakan oleh Habermas (1991) menunjukkan bahwa ruang bukan sekadar tempat fisik, tetapi juga arena diskusi, interaksi, dan partisipasi publik yang mencerminkan dinamika sosial. Dengan memahami hubungan antara manusia dan lingkungan dalam ruang sosial itu sangat penting dalam perencanaan kota, pembangunan berkelanjutan, serta kebijakan publik yang berorientasi pada kesejahteraan sosial.
sumber referensi
Gehl, J. (2010). Cities for People. Island Press.
Madanipour, A. (2003). Public and Private Spaces of the City. Routledge.
Habermas, J. (1991). The Structural Transformation of the Public Sphere. MIT Press.
NPM : 2313034064
Prodi/kelas : Pendidikan Geografi 2023 B
Interaksi antara manusia dan lingkungan dalam ruang sosial dapat berhubungan erat dan saling mempengaruhi seperti, lingkungan fisik, sosial, dan budaya membentuk perilaku manusia, sementara manusia juga berperan dalam mengubah lingkungan tersebut. Lingkungan yang dapat dikelola dengan baik, seperti contoh sebuah kota yang banyak pejalan kaki dan orang bersepeda dapat meningkatkan interaksi sosial, sedangkan lingkungan yang kurang mendukung dapat menghambat komunikasi antarindividu (Gehl, 2010). Manusia memiliki kemampuan membentuk dan mengubah lingkungan melalui teknologi, kebijakan, serta budaya yang berkembang dalam masyarakat (Madanipour, 2003). Ruang sosial saat ini merupakan hasil proses adaptasi terhadap lingkungan dengan meningktkan berbagai factor memengaruhinya, termasuk aspek sosial, ekonomi, dan politik. Konsep ruang yang dikemukakan oleh Habermas (1991) menunjukkan bahwa ruang bukan sekadar tempat fisik, tetapi juga arena diskusi, interaksi, dan partisipasi publik yang mencerminkan dinamika sosial. Dengan memahami hubungan antara manusia dan lingkungan dalam ruang sosial itu sangat penting dalam perencanaan kota, pembangunan berkelanjutan, serta kebijakan publik yang berorientasi pada kesejahteraan sosial.
sumber referensi
Gehl, J. (2010). Cities for People. Island Press.
Madanipour, A. (2003). Public and Private Spaces of the City. Routledge.
Habermas, J. (1991). The Structural Transformation of the Public Sphere. MIT Press.