Izin memberikan pendapat bu,
Nama: Ariel Hadi Pradana
NPM: 2313034016
Prodi/Kelas: Pendidikan Geografi 2023 B
Ruang sosial, menurut Lefebvre (1991) merupakan salah satu bentuk ruang di samping ruang fisik dan ruang mental. Ruang mental berupa mindset dan pola pikir. Sedangkan ruang sosial adalah ruang fisik atau non fisik (virtual) yang merupakan media interaksi sosial dan dibentuk oleh tindakan sosial baik bersifat individual maupun kolektif. Kondisi ini sangat dipengaruhi berbagai faktor seperti tingkat pendidikan, kondisi perekonomian masyarakat, referensi informasi yang digunakan. Interaksi manusia dalam ruang social menurut saya sangat penting, karena manusia meruapakan makhluk social, dan tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Interaksi manusia sudah berlangsung sejak masa pra-aksara hingga memasuki era modernisasi saat ini.
Umumnya, interaksi manusia dilakukan secara langsung atau tatap muka. Namun, seiring berjalannya waktu, ditemukannya teknologi berupa ponsel yang memudahkan komunikasi jarak jauh. Dalam perkembangannya, interaksi manusia dengan ruang social juga mengalami hambatan Ketika terjadi wabah maupun pandemic. Interaksi social secara langsung antar masyarakat mulai dibatasi dengan kebijakan PSBB atau physical distancing, kemudian beralih ke interaksi social secara virtual. Interaksi social secara virtual waktu pandemic juga terhambat karena rentannya berita hoaks yang mengganggu situasi kehidupan secari-hari. Sekarang ini, interaksi social dapat dilakukan dimanapun dan kapanmun secara mudah melalui beragam aplikasi komunikasi dalam jaringan.
Dalam geografi, terdapat posibilisme dan determinisme. Paham posibilisme adalah pengaruh manusia yang mendominasi lingkungan. Manusia dengan akal dan pengetahuan mengubah, mengolah, atau mendaptasi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau bertahan hidup.
Sedangkan paham determinisme sebaliknya, manusia yang dipengaruhi oleh lingkungan. Atau dalam arti lain, lingkungan alam menentukan perilaku manusia. Interaksi manusia dan lingkungan dipengaruhi oleh kondisi alam. Manusia memiliki keterbatasan dalam mengubah lingkungan.
Interaksi manusia dengan lingkungan sosial atau sesame manusia dapat berwujud membangun atau memperkuat hubungan, atau interaksi yang mengarah pada konflik atau perpecahan. Interaksi yang berwujud membangun tersebut adalah kerjasama, akulturasi, asimilasi, dan sebagainya. Sedangkan, interaksi yang mengarah pada konflik dapat berupa persaingan, kompetisi, dan sebagainya. Dengan demikian, ruang sosial dan interaksi manusia di dalamnya terus berkembang seiring dengan perubahan teknologi dan kondisi sosial, sementara interaksi manusia dengan lingkungan dipengaruhi oleh paham posibilisme dan determinisme.
Sumber Referensi:
Setiawan, A. (2017). Produksi ruang sosial sebagai konsep pengembangan ruang perkotaan (kajian atas teori ruang henry lefebvre). Haluan Sastra Budaya, 33(11), 10-20961.
Umumnya, interaksi manusia dilakukan secara langsung atau tatap muka. Namun, seiring berjalannya waktu, ditemukannya teknologi berupa ponsel yang memudahkan komunikasi jarak jauh. Dalam perkembangannya, interaksi manusia dengan ruang social juga mengalami hambatan Ketika terjadi wabah maupun pandemic. Interaksi social secara langsung antar masyarakat mulai dibatasi dengan kebijakan PSBB atau physical distancing, kemudian beralih ke interaksi social secara virtual. Interaksi social secara virtual waktu pandemic juga terhambat karena rentannya berita hoaks yang mengganggu situasi kehidupan secari-hari. Sekarang ini, interaksi social dapat dilakukan dimanapun dan kapanmun secara mudah melalui beragam aplikasi komunikasi dalam jaringan.
Dalam geografi, terdapat posibilisme dan determinisme. Paham posibilisme adalah pengaruh manusia yang mendominasi lingkungan. Manusia dengan akal dan pengetahuan mengubah, mengolah, atau mendaptasi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau bertahan hidup.
Sedangkan paham determinisme sebaliknya, manusia yang dipengaruhi oleh lingkungan. Atau dalam arti lain, lingkungan alam menentukan perilaku manusia. Interaksi manusia dan lingkungan dipengaruhi oleh kondisi alam. Manusia memiliki keterbatasan dalam mengubah lingkungan.
Interaksi manusia dengan lingkungan sosial atau sesame manusia dapat berwujud membangun atau memperkuat hubungan, atau interaksi yang mengarah pada konflik atau perpecahan. Interaksi yang berwujud membangun tersebut adalah kerjasama, akulturasi, asimilasi, dan sebagainya. Sedangkan, interaksi yang mengarah pada konflik dapat berupa persaingan, kompetisi, dan sebagainya. Dengan demikian, ruang sosial dan interaksi manusia di dalamnya terus berkembang seiring dengan perubahan teknologi dan kondisi sosial, sementara interaksi manusia dengan lingkungan dipengaruhi oleh paham posibilisme dan determinisme.
Sumber Referensi:
Setiawan, A. (2017). Produksi ruang sosial sebagai konsep pengembangan ruang perkotaan (kajian atas teori ruang henry lefebvre). Haluan Sastra Budaya, 33(11), 10-20961.