Kiriman dibuat oleh Fizka Lisari

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Izin memperkenalkan diri bu/pak, 

Nama : Fizka Lisari

Kelas : 6/B 

Npm : 2353053029

Jawaban : 

1. Pendapat tentang Mata Kuliah Kajian Pembelajaran Tematik dan Implementasinya di SD Saat Ini

Menurut saya, mata kuliah kajian pembelajaran tematik sangat penting bagi mahasiswa PGSD karena menjadi dasar dalam memahami bagaimana mengintegrasikan beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema yang utuh. Mata kuliah ini melatih calon guru untuk :

1.Merancang pembelajaran yang tidak terpisah-pisah.

2.Mengaitkan materi dengan kehidupan nyata siswa.

3.Mengembangkan kreativitas dalam menyusun perangkat ajar.

4.Menyusun kegiatan belajar yang aktif dan bermakna.

Dalam implementasinya di sekolah dasar saat ini, pembelajaran tematik masih banyak digunakan, terutama pada kelas rendah. Pendekatan ini membantu siswa memahami konsep secara menyeluruh karena materi tidak dipelajari secara terpisah, melainkan saling berkaitan dalam satu tema.

Namun, pada praktiknya masih terdapat tantangan, seperti :

1.Guru yang belum maksimal dalam mengaitkan antar muatan pelajaran.

2.Keterbatasan waktu dalam menyusun perangkat pembelajaran yang terpadu.

3.Pemahaman siswa yang berbeda-beda.

Secara keseluruhan, mata kuliah ini sangat relevan dan membantu calon guru agar siap menghadapi pembelajaran di SD yang menuntut kreativitas dan integrasi materi. 

2. Apakah Pembelajaran Terpadu Masih Relevan dengan Kurikulum Saat Ini?

Menurut saya, pembelajaran terpadu masih sangat relevan dengan kurikulum saat ini, terutama dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menekankan pada :

1.Pembelajaran berbasis projek.

2.Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

3.Pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

4.Pembelajaran yang berpusat pada siswa.

5.Pembelajaran terpadu mendukung pendekatan tersebut karena:

6.Menghubungkan berbagai konsep dalam satu pengalaman belajar.

7.Membantu siswa melihat hubungan antar materi.

8.Mendorong siswa aktif mencari tahu (inkuiri).

9.Lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Walaupun pada kelas tinggi beberapa mata pelajaran mulai berdiri sendiri, prinsip keterpaduan tetap bisa diterapkan melalui proyek atau pembelajaran berbasis masalah.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran terpadu masih sangat relevan dan bahkan selaras dengan arah kebijakan pendidikan saat ini, karena mendukung pembelajaran yang bermakna, aktif, dan berpusat pada siswa.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Izin memperkenalkan diri bu/pak, 

Nama : Fizka Lisari

Kelas : 6/B 

Npm : 2353053029

Jawaban :

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran terpadu harus memegang beberapa prinsip utama agar tidak kehilangan esensi edukasinya :

1. Keaslian (Authenticity)

Pembelajaran harus berkaitan dengan pengalaman nyata siswa. Materi yang diajarkan sebaiknya dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa merasa apa yang dipelajari benar-benar terjadi di sekitar mereka.

Contoh : Saat mempelajari tema lingkungan, siswa diajak mengamati kebersihan sekolah atau rumah mereka.

2. Kebermaknaan

Siswa harus memahami alasan mengapa mereka mempelajari suatu topik. Jika siswa tahu manfaatnya, mereka akan lebih termotivasi dan mudah memahami materi.

Contoh : Belajar tentang hemat energi dikaitkan dengan penghematan biaya listrik di rumah.

3. Keterkaitan

Materi yang diajarkan harus saling berhubungan secara jelas, bukan hanya digabungkan tanpa hubungan yang logis. Konsep dalam satu mata pelajaran dapat dikaitkan dengan mata pelajaran lain secara terpadu.

Contoh : Saat belajar tentang air (IPA), siswa juga menghitung penggunaan air (Matematika) dan menulis laporan pengamatan (Bahasa Indonesia).

4. Kemandirian

Pembelajaran terpadu harus memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri. Guru berperan sebagai fasilitator, sedangkan siswa aktif mencari informasi, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas.

Contoh : Siswa diminta melakukan proyek kecil secara kelompok atau individu dengan bimbingan guru.

5. Mendorong Inkuiri (Mencari Tahu Sendiri)

Pembelajaran sebaiknya mendorong siswa untuk bertanya, menyelidiki, dan menemukan jawaban sendiri, bukan hanya menerima informasi dari guru. Dengan cara ini, kemampuan berpikir kritis dan rasa ingin tahu siswa akan berkembang.

Contoh : Guru memberikan pertanyaan pemantik seperti “Mengapa banjir bisa terjadi?” lalu siswa diminta mencari penyebab dan solusinya melalui diskusi atau pengamatan.

Dengan menerapkan kelima prinsip tersebut, pembelajaran terpadu menjadi lebih bermakna, aktif, dan membantu siswa memahami materi secara menyeluruh.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Izin memperkenalkan diri pak, 

Nama : Fizka Lisari

Kelas : 6/B 

Npm : 2353053029


Jawaban :

Pembelajaran kelas rangkap adalah model pembelajaran di mana seorang pendidik mengajar dua atau lebih tingkat kelas yang berbeda dalam ruang kelas yang sama pada waktu yang bersamaan. Peserta didik dari tingkatan kelas yang berbeda belajar bersama, namun tetap mengikuti kurikulum masing-masing dengan pengelolaan pembelajaran oleh satu guru. Berikut ciri-ciri utama pembelajaran kelas rangkap :


1. Satu Guru Mengajar Beberapa Kelas Secara Bersamaan


Pendidik bertanggung jawab mengajar dua atau lebih tingkat kelas dalam satu ruang kelas untuk periode tertentu (misalnya satu semester atau satu tahun ajaran). 


2. Siswa Berasal dari Berbagai Tingkatan Kelas


Peserta didik di dalam kelas memiliki usia, tingkat kemampuan, dan jenjang kelas yang berbeda misalnya kelas I dan II, atau kelas III dan IV berada dalam satu ruang. 


3. Perbedaan Kemampuan dan Latar Belakang Siswa


Karena terdiri dari dua atau lebih kelas, perbedaan dalam perkembangan kognitif, pengalaman belajar, dan kemampuan siswa muncul, sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang berbeda untuk tiap kelompok siswa. 


4. Pengelolaan Kelas yang Fleksibel


Guru harus mampu mengatur waktu, ruang, dan sumber belajar secara fleksibel agar semua siswa mendapat perhatian dan kegiatan pembelajaran yang sesuai. 


5. Pembelajaran Terintegrasi dan Tematik


Sering kali materi pembelajaran dirancang secara terpadu atau tematik, agar siswa dari kelas yang berbeda dapat belajar dalam suatu tema central yang relevan untuk masing-masing tingkatannya. 


6. Strategi Pembelajaran Beragam

Pendidik menerapkan berbagai strategi pembelajaran seperti kelompok belajar, tugas individual, peer tutoring (peserta didik membantu peserta didik), atau pembelajaran berbasis proyek untuk memenuhi kebutuhan tiap tingkatan kelas. 


7. Interaksi dan Kolaborasi peserta didik Lebih Tinggi


Kelas rangkap dapat meningkatkan hubungan sosial dan kolaborasi antar peserta didik dari tingkatan berbeda, karena mereka belajar bersama dalam suasana yang lebih heterogen. 


8. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya


Model ini sering diterapkan di sekolah daerah terpencil atau kurang sumber daya, karena memungkinkan satu pendidik mengajar banyak kelas sekaligus tanpa perlu banyak ruang kelas.Pembelajaran kelas rangkap memiliki karakteristik utama berupa gabungan beberapa tingkat kelas dalam satu ruang kelas yang sama dengan satu pendidik pengajar, perbedaan usia dan kemampuan peserta didik, pembelajaran yang bersifat fleksibel dan terintegrasi, serta penggunaan strategi / media yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan belajarnya.

Demikian, wassalamulalaikum warahmatullahi wabarokatuh

PEMBELAJARAN PKN SD PGSD 4B -> latihan

oleh Fizka Lisari -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh izin memperkenalkan diri pak,
Nama : Fizka lisari
Npm : 2353053029
Kelas : 4/B

Jawaban dari pertanyaan tersebut :
1. Model-model pembelajaran yang tepat untuk kelas tinggi :
- Direct Instruction (Pembelajaran Langsung) : Model di mana guru mentransfer ilmu atau informasi secara langsung kepada siswa.

- Inquiry Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri) : Model yang mendorong siswa untuk aktif mencari jawaban dari permasalahan yang dihadapi.

- Model Investigasi (Group Investigation) : Siswa bekerja dalam kelompok untuk mencari dan menemukan informasi.

- Jigsaw Puzzle : Siswa dibagi dalam kelompok untuk mempelajari topik tertentu dan kemudian menyampaikan hasilnya kepada kelompok asal.

- Model Demonstrasi : Menggunakan demonstrasi untuk menjelaskan konsep atau materi tertentu.

2. Dampak bagi peserta didik jika diterapkan beberapa model pembelajaran tematik tersebut :
- Meningkatkan Keterlibatan : Siswa menjadi lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran.

- Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis : Siswa dilatih untuk berpikir kritis dan analitis melalui model-model seperti Inquiry Based Learning.

- Kolaborasi : Model seperti Jigsaw dan Group Investigation mendorong kerja sama dan kolaborasi antar siswa.

- Pemahaman yang Mendalam Dengan menggunakan berbagai model, siswa dapat memahami materi dengan lebih mendalam dan menyeluruh.

- Kemandirian Belajar : Siswa belajar untuk mencari informasi dan menyelesaikan masalah secara mandiri.

3. Klasifikasi model pembelajaran untuk kelas rendah dan untuk kelas tinggi :

- Model Pembelajaran untuk Kelas Rendah :
- Model Demonstrasi
- Direct Instruction (Pembelajaran Langsung)
- Ceramah
- Tanya jawab

- Model Pembelajaran untuk Kelas Tinggi :
- Inquiry Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri)
- Group Investigation
- Jigsaw Puzzle

- Model Demonstrasi (juga dapat diterapkan di kelas tinggi dengan konten yang lebih kompleks)

- Direct Instruction (dapat digunakan dengan pendekatan yang lebih mendalam).

PEMBELAJARAN PKN SD PGSD 4B -> kuis apersepsi

oleh Fizka Lisari -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh izin memperkenalkan diri pak,
Nama : Fizka lisari
Kelas : 4/B
Npm : 2353053029

Jawaban :
1.Model Pembelajaran Tematik adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran ke dalam tema tertentu. Dalam model ini, siswa belajar melalui tema yang relevan dan menarik, yang menghubungkan berbagai disiplin ilmu, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu siswa memahami hubungan antar konsep dan menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata.

2.Macam-macam Model Pembelajaran Tematik antara lain :
- Pembelajaran Tematik Terpadu : Mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dalam satu tema yang sama.
- Pembelajaran Berbasis Proyek : Siswa bekerja dalam proyek yang berkaitan dengan tema, yang melibatkan penelitian dan presentasi.
- Pembelajaran Berbasis Masalah : Menggunakan masalah nyata yang relevan dengan tema untuk mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif.
- Pembelajaran Kooperatif : Siswa bekerja dalam kelompok untuk mengeksplorasi tema, saling berbagi pengetahuan dan keterampilan.
Pembelajaran Berbasis Pengalaman : Menggunakan pengalaman langsung atau praktik lapangan yang berkaitan dengan tema untuk memperdalam pemahaman siswa.

3.Tujuan dari Model Pembelajaran Tematik adalah :
- Meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang saling terkait.
- Mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah.
- Meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam proses belajar.
- Mengembangkan keterampilan sosial dan kolaboratif melalui kerja kelompok.
- Membantu siswa mengaitkan pengetahuan yang diperoleh dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna.